"apa kau ingin melihat ku seperti pertama kali kita bertemu?

1.2K 101 0
                                    

Aku yang tak kenal rasa belas kasihan?"

Aku hanya diam terpaku karena merasa takut, dan juga dia masih membungkam mulutku.

"Kau sudah sedikit berhasil untuk bisa mengendalikan emosi ku, jangan sampai aku kehilangan kendali ku lagi" Lisa membuka bungkaman nya

"Ayo sekarang katakan hal yang bisa membuat ku senang"
"Apa yang harus ku katakan? Kau orang yang jahat tapi entah kenapa aku selalu tertarik padamu"
"Tertarik?"
"Maksudku, aku selalu penasaran pada dirimu"
"Tetap disini, jangan pergi.."

Dia tidak tahu saja jika mama tidak mengijinkan ku untuk pergi menyusul papa, aku hanya ingin melihat reaksi nya saja ketika mendengar aku akan pergi dari sini.

"Asal kau tahu saja, baru kali ini aku merasakan penderitaan yang bertubi-tubi, aku tidak pernah mengalami nya di tempat tinggal ku sebelumnya"

"Dan asal kau tahu aku tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti saat denganmu di hari-hari ku sebelumnya"

Aku tidak bisa menahan senyumku ketika dia mengatakan itu padaku

"Ini pertanda baik, seperti nya kau tidak akan pergi"
"Diamlah, tubuhku sakit karena menahan tubuhmu dari tadi"

Lisa bangun dari tempat tidur

"Tidak akan ada yang bisa marah lama-lama padaku" dia tersenyum puas

"Aku masih marah padamu, aku tidak percaya kata-kata mu lagi, kau berjanji tidak akan pernah meninggalkan ku lagi, tapi apa yang kau lakukan hari ini? Kau meninggalkanku lagi di tempat asing"

"Aku panik karena bibi memberitahu ku kalau ayahku membawa seorang perempuan ke rumah, jadi aku langsung pergi"
"Heh sebelum bibi menelpon mu, kau sudah menyuruhku untuk pergi dari sana sendiri"
"Aku kesal karena kau marah-marah terus, aku sudah menjelaskan semua nya tapi kau terus saja marah"
"Lisa dengar.. jika kau terus mendekati aku, rose akan terus menyakiti aku"

"Ruby.. hidungmu"

Darah mengalir lagi dari hidungku

"Kau sakit Ruby? Ayo kita pergi ke rumah sakit"
Lisa terlihat panik

"Tidak, ini hanya mimisan"
"Aku akan memberitahu tante"
"Jangan, mama akan khawatir, dia akan mengekang ku lagi seperti dulu"
"Aku tidak peduli, aku akan tetap memberitahu tante"

"Jangan Lisa, kumohon.." aku menahan tangannya

"Apa ini gara-gara ulah rose tadi? Sebenarnya apa yang dia lakukan padamu?"
"Sudahlah jangan membahas itu lagi"

Lisa membersihkan darah yang mengalir dari hidungku.

"Aku hanya ingin memberi rose pelajaran yang setimpal dengan apa yang sudah dia lakukan padamu"
"Aku ragu kau bisa menyakiti rose"
"Kenapa ragu?"
"Dia kan orang yang spesial bagimu"

"Lalu kenapa? Jika dia menyakitimu aku tidak akan diam, karena kau pun sudah menjadi temanku, aku takut hidungmu berdarah ini karena ulah rose, aku mengajaknya untuk minta maaf padamu tadi, tapi kau sudah pulang"

"Saat rose tersakiti, kau menghukum guru itu hingga dia meninggal kan? Aku ingin tahu apa yang kau lakukan pada rose tadi"

"Aku tidak akan melakukan hal yang kejam pada rose, karena dia juga temanku sama seperti mu, tapi jika orang lain yang sudah menyakiti mu, aku tidak akan mengampuni nya dan soal guru itu aku sudah bilang kan kalau aku tidak membunuhnya"

"Rose bukan teman mu"
"Aku tahu apa maksudmu, aku tidak memperlakukan rose berbeda, jisoo juga temanku dan aku memperlakukan nya sama seperti pada rose"
"Lisa aku tidak bisa kau bodohi"
"Aku akan suruh mereka kesini untuk minta maaf padamu"
"Aku tidak mau bertemu dengan mereka lagi"
"Aku akan menelpon rose dulu"

Because Of YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang