His Brother ( 1 )

5.3K 90 0
                                    

Kamu datang ke pesta ulang tahun temanmu,berulang kali kamu bilang tidak akan minum malam ini tapi kamu pun tidak bisa terus menolak.

Setengah empat pagi kamu sampai kamarmu,pengar,lelah dan kantuk jadi satu.tidak fikir panjang kamu langsung menghempaskan diri ke kasur,terlelap tanpa ingat satu hal pun seperti janjimu untuk pergi mengantar pacarmu jam sembilan nanti.

Jam delapan lebih pacafmu,Bangchan datang.kalian sudah bertukar kode kunci apartemen,dia bisa masuk tanpa menekan bel dan menunggumu membuka pintu dulu.

Suasana apartemenmu sepi,isi apartemen ini cuma kamu yang masih tidur.Bangchan masuk ke kamar,dia duduk di pinggir kasur dan menepikan rambutmu yang berantakan di wajah.

"Emh"gumam Bangchan.

Bau alkohol yang menyengat membatalkan niafnya untuk menciummu,kamu tidak tau apa-apa dan masih lelap.

"Baby..baby..wake up"panggil Bangchan.

Kamu menepis tangannya yang menusuk-nusuk pelan pipimu,berbalik dan menarik selimut untuk di peluk.

"Baby,wake up..kita ada janji hari ini"kata Bangchan.

Kami tidak mau menanggapi,matamu masih rapat dan tidak ingin di buka.

"Baby,hari ini ulang tahun pernikahan Orang Tuaku"kata Bangchan.

Perlahan kamu tersadar,terbayang ketika Mamanya Bangchan mengundangmu langsung saat kalian bertemu di rumah mereka.

"Hmm..hari ini?"

"Iya,kita akan makan malam jam tujuh nanti"kata Bangchan.

"Ini jam berapa?"

"Setengah sembilan pagi"kata Bangchan.

"Aku masih ngantuk,nanti aku bangun jam dua"

"Jadi aku beli kado sendiri?"tanya Bangchan.

Nada suara Bangchan sedikit berubah,kamu menatapnya sekilas.

"Kamu bilang kita beli kado sama-sama"kata Bangchan.

"Em..iya,aku mandi dulu"

**

Kamu memaksakan diri untuk pergi,matamu masih perih dan perutmu masih tidak enak.Bangchan menggandeng tanganmu,kalian pergi ke sebuah pertokoan.

"Kita beli kado apa?"fanya Bangchan.

Sejak ajakan dua minggu lalu kamu sudah menyiapkan pilihan kado yang tepat,tapi saat ini kamu tidak bisa berfikir.

"Baby"panggil Bangchan.

"Em.."

Kamu bergumam,menjadi pacar yang baik tidak boleh mengecewakan pasanganmu.kamu mengeluarkan ponselmu,mencari ide yang sudah kamu simpan.

"Lukisan"

"Lukisan?"tanya Bangchan.

"Iya,Orang Tuamu suka dengan karya seni kan?"

Bangchan menatapmu,dia tidak merasa itu hal yang cukup baik.

"Ada ide yang lain?"tanya Bangchan.

"Gerabah?"

"No"kata Bangchan.

Isi kepalamu kosong,otakmu sedang buntu dan berhenti berfikir.

"Bagaimana kalau tas dan dompet?tas untuk Tante dan dompet untuk Om"

"Untukku?"tanya Bangchan.

Kamu mendekat,berjinjit dan mencium pinggir bibirnya.

"Kurang ke tengah"kata Bangchan.

Bangchan & Me 🔞Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang