Aneh

1.7K 43 1
                                    

Seokjin termenung di bangku ruang kuliah, sedaritadi jungkook diam menatap temannya yang dari pagi melamun itu, menerima materi kuliahpun kelihatan tidak fokus. "Apa yang terjadi padanya?" Itulah yg di benak Jungkook sedari tadi.

"Hey, kita ke kantin yuk, " Jungkook menghampiri Seokjin yg duduk diam di tempatnya. "kamu sakit? Butuh sesuatu?". Karena tidak ada jawaban, Jungkok langsung menarik paksa tangan Seokjin menuju keluar ruangan.

"Kamu kesambat apa hey Seokjin sadar woy" Jungkok menggoyang-goyangkan tubuh Seokjin, kesal temannya ini daritadi diam terus.

"Aku lemas Jungkok jangan ganggu dulu, aku....... -, ucapan Seokjin terhenti saat dy tak sengaja melirik ke arah koridor samping melihat pemuda yg berdiri tegak menatapnya sambil tersenyum manis.

"Namjoon???? Hey, " Seokjin segera berlari ke arah Namjoon tapi tangannya di tahan oleh Jungkok.

"Hey, stop kamu gila, dsni bnyak orang, gimana kalo orang lain lihat, kamu mau dikatai sakit jiwa lagi??? " Jungkok menggenggam kuat pergelangan tangan Seokjin dan dia menuntun tangan itu ke sebuah lorong sempit yang jauh dari keramaian.

"Kita tunggu disni, pasti dy muncul dsni, itupun kalo memang  tujuannya ke kamu" ucap Jungkok sinis.

"Jungkok please dy ngak bisa lihat kita dsni, mana mungkin dy muncul seca.... -

"Aku disini..... " seketika suasana meremang membuat bulu kuduk Jungkok berdiri, suara berat nan serak itu tiba-tiba membuat dia merinding. Namjoon sudah disni.

Berbeda dengan Jungkok, sang teman malah tersenyum sumbringah dan langsung berlari kecil menuju Mahluk itu, Jungkok heran dibuatnya.

"Hey, lama tak jumpa" Seokjin langsung menggenggam kedua tangan Namjon, dirasakannya tangan sang pria itu dingin sedingin es.

Mereka hanya diam saling memandang satu sama lain sambil melemparkan senyum tidak ada yang mau membuka suara.

"Ekhem.. Ekhem...  Apa ngak bosan pandang-pandangan terus? Ini udah mau 15 menit kalian begini terus?". Jungkok buka suara karena melihat tingkah sejoli ini.

"Bisa tinggalkan kami sebentar?" Namjon menatap kearah Jungkok, dan jungkok melihat mata Namjon yg tajam dan berhasil membuat kaki Jungkok meninggalkan lorong itu tanpa sepatah katapun,  seolah mata itu menghipnotis Jungkok yang diam mematung.

"Sayang... Aku kangen", Namjon tiba2 memeluk tubuh mungil Seokjin erat.

"Sa.. --yang?", Seokjin bingung kenapa Namjon panggil dy sayang seakan mereka telah mempunyai hubungan khusus yang lama. 

"Namjon aku bingung,  kamu panggil aku sayang,  selalu bilang kangen terus kalau ketemu,  emang kita ada hubungan apa?,  kita baru kenal loh", Jin berucap sambil mengusap2 punggung Namjon yang memeluknya itu.

Dirasakannya Namjon semakin memeluknya erat tetap diam dalam posisi yang sama,  dy hanya ingin Seokjin di dekatnya.

5 menit berlalu Seokjin tersadar dan segera mengakhiri pelukan itu,  Namjon tak menjawab pertanyaan nya. Tiba-tiba dy kaget karena Namjon sudah tak ada, kosong, Namjon hilang dari hadapannya.

Jungkok berlari menghampiri Seokjin yang diam masih memproses apa yang terjadi tadi,  Jungkok langsung menarik tangan Seokjin spaya menjauh dri tempat itu. "Ayo kita ke kantin,  aku sudah lapar".

***

"Seokjin, kamu sebaiknya tidak bertemu mahluk itu lagi, aku ngak mau sesuatu yang buruk menimpamu". Mereka sudah di kantin menikmati makan siang mereka. Jungkok tampak khawatir pada temannya ini, Seokjin terlihat pucat dan lemas,  sedari tadi hanya diam.

Seokjin mengangguk lemah,  seakan mengerti maksud dari perkataan temannya itu. Seokjin sudah jatuh pada pesona Namjon, Sebelum semuanya terlambat,  dy harus segera menghindar.  "Iya kuki, tadi dy tiba2 pergi juga,  mngkin dy hanya main-main saja" gumam seokjin terasa sangat kecewa.

"Ckckckc...  Semangat dong Jin,  ayo kita ke kelas".

'Maaf yah Jin,  aku yang ngusir dy dengan Mantra, maafkan aku'. Gumam Jungkok dalam hati'. 

Jam 3 sore Seokjin sudah sampai di kostnya, tanpa pikir panjang dy langsung berbaring di tempat tidurnya,  memikirkan kejadian di kampus tadi, pertanyaannya yg belum ada jawaban dri Namjon,  dy penasaran.

****
"Aku harus bertemu dy lagi, pasti dy disekitar sini". Seojin menelusuri taman kampus yang ada pohon besar itu,  duduk diam di bangku panjang di taman itu,  tapi nihil, Namjon tak kunjung nampak. 

Sudah 3 hari dy tidak melihat Namjon,  biasanya pria itu selalu tampak di depan Seokjin walau sebentar, biasanya Namjon langsung muncul kalau dy duduk di bangku ini,  Seokjin penasaran apa yang terjadi pada Namjon. 

Seminggu sudah,  Namjon tdk pernah muncul lagi,  baik di kamarnya maupun di kampus,  bahkan sekedar lewat atau melintas sedikitpun Namjon tdk ada.  Seokjin terus mencari tapi hasilnya nihil,  Namjon bak hilang tak berjejak. 

Jungkok selalu menemaninya kemanapun mencari Namjon, bahkan beberapa kali menginap di kost Seokjin supaya Jin tidak merasa sendiri, dan kebetulan Jungkok juga ingin tau dimana tempat tinggal sahabatnya itu.

"Kuki,  apa aku salah? Kok Namjon tidak pernah kelihatan lagi? Terakhir bertemu, dia masih meluk aku loh", Seokjin berkeluh-kesah kepada kuki. Mereka berada di kelas menunggu perkuliahan di mulai.

" Dia takut sama aku" Jungkok menanggapi pernyataan Seokjin, membuat Jin terdiam dan tampak shok dengan perkataan Jungkook.

"Hahahahahhah.. Lihat wajahmu lucu"-Jk,  "Aish.. Kamu ini aku hampir percaya" -Jin.

"Ya bagus lah Jin,  seharusnya memang seperti itu kan, dunia kalian berbeda,  jadi dia kayaknya udah sadar diri". Seokjin memayunkan bibirnya dan mengangguk kecil ke Jungkok.

"Kuki,  hari ini nginap di kostan ku ngak?  Ayo kita masak ramen yang banyak, tiba2 aku pingin makan banyak sampe meledak perutku.. Hehehhe".

" Maaf Jin,  aku mau temani ibu di rumah,  ayahku pergi ke luar kota. Jadi ibu sendri sama adik kecil aku,  ngak apa2 yah"

"Oh iya Kuki gpp,  maaf kemarin2 sudah merepotkanmu"

"Ngak ada yg direpotkan,  aku juga suka kok main di tempatmu,  memacu andrenaline,hehhehehe..." Jungkok bergumam kecil sambil tertawa.

******

Sesampai di kosan,  Seokjin mandi dan membereskan kamar,  merapikan semua dan segera memasak di dapur milik ajuma pemilik kos.

Butuh sepuluh menit saja dia memasak ramen kesukaannya dan kembali ke kamarnya,  setelah menutup pintu kamar,  tiba2 ada yang memeluknya dari belakang,   Jin tersentak kaget dan mematung sambil memejamkan mata.

"Hey, ini aku Namjoon,  kamu jangan takut sayang". Seokjin langsung membuka matanya dan tersenyum lega. "Huh,  aku pikir maling masuk kamar,  aku hampir mati jantungan namjon",  Seokjin pura2 kesal dan memukul lengan namjon yang memeluknya itu. 

"Iya,  iya maaf... ". Namjon terus memeluknya sambil menghirup wangi shampo di rambut dan parfum vanila di tenguk Seokjin.

"Iiihhhh... Lepasin Namjon,  aku geli, kenapa sih ih... Ini makananku mau tumpah kalo begini terus..."

"Hahahaha,  maaf sayang,  iya Ini aku lepasin,  jangan kesal lagi".

Seokjin membalikan tubuhnya sekarang menghadap Namjon.  "Aku mau makan dulu,  tungguin yah, kamu udah makan apa belum,  sekalian sa-----.., ah,  maaf kamu kan.... ". Seokjin terdiam bgitu menyadari Namjon mahluk lain,  dan langsung menyantap makanannya dengan cepat.

Sementara Namjon hanya menatap Jin sambil tersenyum.
"Iya ngak apa2 sayang,  aku makan kamu aja bisa ngak? "

"Haah... ?". Kata-kata Namjon berhasil membuat Pipi Seokjin merah dan tersipu malu.

Ugh, Ghost (Namjin)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang