My Anxiety ( no NC )

2.2K 56 0
                                    

Rasa takut itu datang lagi,entah apa nama pastinya tapi ku sebut diriku trauma mendalam.

Aku selalu ingin di cintai sepenuh hati oleh seseorang,tapi saat aku menemukannya lalu ada rasa ragu yang perlahan menjadi sebuah ketakutan.

Aku tidak memeriksakan diriku ke psikolog atau psikiater,bukan soal malu tapi ada review jelek dari kenalan yang membuatku malas membuang duit kalau-kalau nanti terjadi hal yang sama.

Bukan sembuh,ketakutanku malah bertambah dan hilang sejumlah uang..buruk sekali.

Aku terdiam dalam gelapnya kamarku,cahaya lampu tidur warna pink menemani perenunganku.

Tadi tidak sengaja aku mendengar percakapan Felix dan Jisung,keduanya teman dari kesayanganku Bangchan.

Keduanya tidak tau aku duduk di belakang mereka,meja kami terhalang sekat kayu tapi apa yang mereka bicarakan bisa ku dengar dengan jelas.

Begini kira-kira yang aku ingat :

'lusa Bangchan akan kembali ke Sydney untuk bertemu Orang Tuanya'kata Felix.

'iya,dia juga cerita padaku..akhirnya salah satu dari kita ada yang melangkah ke pernikahan'kata Jisung.

'aku tidak menyangka,di antara kita malah dia duluan yang menikah..padahal dia sangat menikmati setiap hari di kejar yeoja'kata Felix.

Keduanya tertawa,lalu melanjutkan pembicaraan.

'dia akan segera melamar y/n dengan konsep yang di rancangnya bersama Changbin,ku rasa kita harus menambahkan detailnya'kata Jisung.

'tentu saja,segera setelah dia pulang..dia akan melamarnya..aku merasa senang sekaligus sedih'kafa Felix.

'apa yang membuatmu sedih?ini hal bahagia'kata Jisung.

'ku dengar y/n tidak punya teman lagi setelah Bangchan masuk dalam hidupnya,bagaimana dia hidup nanti..apa itu hal yang memang baik?'tanya Felix.

'teman-temannya bukan teman yang pantas untuk di temani,aku yakin..Bangchan akan membuat y/n selalu bahagia..seperti tidak tau dia saja'kata Jisung.

Kalimat-kalimat itu tidak ada yang salah,tapi memori burukku akan hal yang mirip seolah terpancing.aku coba membuang hal itu,tapi datang lagi ketika aku sendirian seperti ini.

Berapa tahun lalu aku juga bertemu orang yang baik,namja yang menyayangiku dan membuatku merasakan seperti apa di cintai dan mencintai.

Sahabat-sahabatku menentang,tapi Orang Tuaku setuju dan aku tidak peduli,aku membela rasa kami dari cibiran sinis mereka,menjauhkan diriku dan 'mengabdi' padanya.

Dia berasal dari luar negeri,pamit padaku untuk pulang dan mengobrol dengan Orang Tuanya tapi itu semua dusta.

Betapa kecewanya aku karena satu minggu dia di sana,aku dapat fakta kalau dia ke sana untuk menunggui kelahiran putra pertamanya.

Aku mendadak jadi selingkuhan orang,betapa hancurnya aku saat itu.

Rasa takut itu mengakar dalam jiwaku,aku coba berdamai menemukan orang lain dan memulai hubungan.

Gagal karena ketakutanku,aku yang selalu mundur duluan karena aku tidak bisa mempertahankan rasa percayaku.

Oh Tuhan..haruskah aku merasakan rasa ini lagi?aku ingin tenang,lebih lagi aku menginginkan kebahagiaan.

Aku menangis,menutup mulutku supaya tidak ada yang mendengar.

Sumpah,aku benci diriku sendiri.

Aku benci rasa takutku ini,aku benci!

--

Dua orang yang ku ajak cerita menyuruhku berdamai,kata mereka ini kisah yang berbeda dan seharusnya aku memperlakukannya beda juga.

Aku terdiam lagi,siapa yang tidak ingin merasa tenang dan percaya diri?

Aku mau,aku sangat mau tapi rasa takut ini datang tanpa sebuah pilihan.

"Sayang"panggil Bangchan.

Aku menatapnya,dia mengusap kepalaku.

"Apa yang mengganggu pikiranmu?"tanya Bangchan.

"Tidak ada"

"Jangan bohong,kau terlihat banyak pikiran..ceritakan padaku..bagi masalahmu denganku"kata Bangchan.

Dua tangannya memegang tanganku,di saat itu air mataku jatuh tanpa bisa di tahan.

"Tidak"

Aku berdiri,melepas tangannya.aku berlari,aku takut dan lebih takut untuk menceritakan apa yang ku rasa.

Orang awam akan mengatakan ini berlebihan atau sekedar posesif,aku tidak siap dengan tambahan beban tuduhan.

Aku sakit..aku sedang sakit.

--

"Kau tidak mau bicara denganku?"tanya Bangchan.

Aku mengantarnya ke bandara,kepalaku tertunduk.

"Aku tidak mau aku pergi tapi saat kau sedih seperti ini"kata Bangchan.

"Aku takut"

Kalimat pertama yang bisa keluar dari mulutku.

"Apa yang kau takutkan?"tanya Bangchan.

"Aku takut yang terjadi padaku dulu,terjadi lagi"

"Apa itu?"tanya Bangchan.

"Dulu..seseorang pergi untuk menemui Orang Tuanya,iya dia bertemu Orang Tuanya..tapi ada dua orang lain yaitu istri dan anaknya..aku tidak masalah kalau tidak mendapatkanmu..aku cuma tidakmau di tipu"

Bangchan mengusap air mata di pipiku,menegakan kepalaku untuk menatap wajahnya.

"Sayang,aku bukan orang seperti itu..kalau aku memiliki orang lain.aku tidak akan memintamu menjadi pengantinku"kata Bangchan.

Aku hanya bisa menangis,air mataku terus berlinangan.

"Sayang,aku turut sedih dengan apa yang terjadi padamu dulu..tapi aku bukan dia.ya kan?"tanya Bangchan.

Aku mengangguk,dia memelukku.

"Aku tidak akan membiarkan mimpi buruk itu datang dua kali..aku tidak mau melihatmu menangis dan tidak mau jadi alasan dari air matamu"kata Bangchan.

Bangchan mencium puncak kepalaku.

"Aku hanya beberapa hari di sana,aku akan selalu mengabarimu dan kembali untukmu"kata Bangchan.

Aku perlahan melepas pelukannya.

"Aku akan coba untuk mempercayaimu,saat ini yang aku punya hanya kamu dan ku harap..aku tidak salah dalam memilih..lagi"

Dia mencium kening,kelopak mata,bekas air mata dj pipi dan kecupan di ujung bibir.

"Tolong percaya aku,aku tidak seburuk itu.."kata Bangchan.

Aku mengangguk,kami sama-sama berdiri.

"Aku masuk dulu,jangan menangis lagi ya"kata Bangchan.

Aku mengangguk,menyeka air mataku dan melambaikan tangan.

Rasanya masih berat untuk hatiku juga berkata 'ya' seperti kepalaku yang mengangguk,aku hanya bisa memasrahkan diri.

Semoga saja,dia bukan orang yang sama dengan yang mencederai hati dan kepercayaanku.

Hidup dengan perasaan yang ini sangat tersiksa,jauh lebih tersiksa daripada ingin punya pacar tapi tidak mau berpacaran.

--
--

Nb.ini ungkapan hatiku sejak semalam,aku ingin mencintai seseorang tapi ada rasa takut yang mendalam.

Aku tidak masalah untuk tidak di miliki atau memiliki,aku hanya ingin bebas dari rasa sesal menjadi pelakor secara tiba-tiba terutama di kesendirianku dua tahun ini.

Bangchan & Me 🔞Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang