SALTING

22 14 30
                                    

"Perjanjian? Cih siapa disini yang mengingkarinya"

~Hanny Vasha Louraya~

~~~

Vans kini memberhentikan motornya diperkarangan salah satu rumah nan mewah.

"Disini rumah nyokap dan bokap gue" ucapnya sembari memencet bel agar dibukakan pintu pagar depan.

Pagar pun terbuka, kini menampilkan rumah bercat golden terkesan elegan dengan pilar-pilar tegak berwarnakan putih.

Vans memarkirkan motornya disebuah tempat seperti garasi namun luas, ada sekitar 5 jenis mobil dan 4 jenis moge(motor gede) bervarian warna.

"Ayok masuk" ajak Vans menarik tangan Hanny.

~~~

"Eh Vans sudah pulang?" Tanya mama-Tyas yang tengah duduk diruang tamu. Ia melirik kearah putranya namun ada hal yang mengejutkan, anaknya membawa seorang gadis dibelakangnya.

"Iya mam" ucap Vans tidak lupa mencium punggung tangan mamanya, begitu juga Hanny ikut melakukan hal yang sama.

"Yampun Vans! Calon mantu mama cantiknya" teriak mama-Tyas antusias melihat Hanny, kini dia merasa tenang bahwa putranya tidaklah gay.

"Bukan ma, dia teman Vans" ucap Vans meluruskan perkataan mama-Tyas.

"Ya dari teman jadi mantu dong" goda mama-Tyas.

"Eh sini duduk sini sayang" mama-Tyas menyambut dan membawa Hanny duduk dimeja makan.

Yang ditarik hanya cengengesan.

"Duduh namanya siapa nak?" Tanya mama-Tyas ke Hanny.

"Hanny tante" jawab Hanny.

"Jangan panggil tante, panggil mama aja okey?" Ucap mama-Tyas masih antusias.

"Eh iya tan- mama" ucap Hanny canggung.

"Udah ngga apa, nanti juga terbiasa" ucap mama-Tyas merangkul Hanny.

Dari sudut ruangan Vans mengawasi tingkah mamanya, mamanya mengobrol dengan Hanny asik sekali. Membuat Vans menjadi penasaran.

"Ekhem" daham Vans yang membuat mamanya menoleh.

"Apa?!" Jawab ketus mama-Tyas.

"Hmm-_ Han, sini kita keatas saja" ajak Vans menarik tangan Hanny.

Merasa tidak terima, mama-Tyas menepis tangan putranya itu.

"Heh main tarik-tarik aja, ngga boleh" ucap mama-Tyas menghalangi Vans.

"Ma..." ucap datar Vans melihat tingkah kekanak-kanakan mama-Tyas.

"Yaudah jangan lama-lama dikamar, karena belum sah" bisik mama-Tyas.

Vans melotot kearah mamanya, dan membawa Hanny ke lantai atas dan masuk kekamarnya.

~~~

"Duduk disitu aja, gue mau ganti baju" ucap Vans hendak membuka kancing baju bagian atasnya.

"Heh jangan disini" ucap Hanny kaget dan segera menutup matanya dengan tangannya.

"Kenapa? Kan ini kamar gue" ucapnya santai membuka kancing kerah dileher.

"Aaa yaudah gue keluar aja kalau begitu" Hanny bangkit dari duduknya.

Dan ia memegang gangang pintu hendak membuka namun pintu tersebut tidak kunjung terbuka.

Vans & Cewek Misterius - gang gancakTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang