Kembali Mengenal 2

146 119 126
                                    

"Kenapa liatin terus?"

"Enggak kok. Cuman gini ya, dulu kan kita gak deket nih. Bahkan komunikasi aja kita hampir gak pernah, trus tadi kok kamu tau nama aku? Kamu tau aku sejak kapan?"

"Cowok yang tadi dikelas manggil kamu Gita. Jadi mungkin nama kamu Gita"

"Owh. Kirain"

"Kirain apa?"

"Enggak ada. Udah lanjut makan abis ini kita ke kelas, bentar lagi masuk"

Setelah mengambil beberapa buku yang diperlukan Wahyu di perpus, mereka menyantap makan siang di kantin sekolah. Kehadiran mereka mendapat perhatian dari para pelajar lain, pasalnya Gita yang terang terangan menolak salah satu kakak kelas dengan alasan gak mau pacaran malah makan bersama murid baru yang notable pria berwajah tampan.

Disini Gita menjadi famous karena disukai kakak kelas yang notable anak basket. Udah gitu kakak kelas ini dari jurusan IPA plus ketua OSIS.

"Perhatian semuanya. Hari ini kita kedatangan murid baru. Namanya Wahyu Ardiansyah. Nak Wahyu sekarang kamu duduk di sebelah Gita. Kalau ada apa-apa kamu bisa lapor ke Gita, dia ketua kelas disini" -Bu Sri

"Buk saya mau duduk dimana buk?"

"Risky kamu duduk dibelakang Dimas"

Sesosok makhluk hidup yang kini kembali memasuki ruang kehidupan Gita, akankah Gita bertahan dengan perasaannya atau malah semakin membuatnya sadar. Pertemuan tak berujung. Sampai pada akhirnya akan berakhir dengan perpisahan.

I'm begging, begging you...
So put your loving hand out baby...

"Dim diam ngapa? Korban tiktok lu.." -Clarisa

"Cih sukaku laa" -Dimas

"Eh dim, katanya ada pemilihan ketos lagi ya?"

"Gak tau. Ngapa nanya aku"

"Abang lu kan anak OSIS. Ya lu tanya la.."

"Ngapain? Lu mau masuk OSIS? Udah gausah, ntar yang ada nama OSIS rusak."

"Maksud lu apaan dah, bukan aku. Aku mau masukin Gita jadi ketos baru. Mayan kan."

"Gita mana mau masuk OSIS."

"Siapa tau kan.."

"Kapan pendaftaran OSIS nya?" -Wahyu

"Hah? Lu mau masuk OSIS bro? Nih aku saranin mending..."

"Makasih infonya." Bergegas pergi.

"..."

Wahyu keluar kelas dan tak sengaja berpapasan dengan Gita yang habis dari kantin. Manik mereka sempat bertemu tapi lepas dengan mudahnya. Gita sudah mulai lupa akan rasa sukanya yang berujung diam seribu bahasa. Ditambah sikap cuek makhluk kaktus itu.

"Beneran?"
'Gilak dia mau jadi OSIS berapa dekade, betah banget. Gak bosen apa dikejar-kejar anak cewek terus?' -Gita

"Gapapa juga si yang penting kelas kita ada anak OSIS. Jadi kalau ada informasi bisa langsung denger. Anggap aja spy ke guru." -Clarisa

"Padahal aku pengen Gita yang jadi ketos." -Dimas

"Bodo amat" -Clarisa

Pengumuman hasil pemilihan ketua OSIS akan diadakan 2 hari lagi dari sekarang. Bukan karna masih menyimpan suka, tapi Gita yakin bahwa Wahyu pasti jadi ketos. Seyakin itu dia sampai saat pemilihan berlangsung Gita memilih kandidat lain dan ya saat hasil pengumuman keluar, nama Wahyu Ardiansyah lah yang keluar sebagai pemenang.

Ternyata sejauh apapun ingin berlari jika talinya masih belum putus maka mustahil untuk pergi.

Tanpa sepengetahuan Gita, Wildan sang ahli matematika selalu melirik kearah Gita hal itu disadari Wahyu selama pelajaran sejarah berlangsung. Gita yang diperhatikan malah fokus meringkas bab 3 sejarah sampai pelajaran selesai. Hari ini pak Sucipto sang guru sejarah sedang sakit, kegiatan meringkas pun menjadi keharusan.

Gita Maura Putri memang bukan anak yang tergolong smart. Tapi Gita selalu menduduki posisi nomor 4 dikelas. Bukan tak ingin mendapat posisi pertama, tapi posisi itu sudah diduduki pemilik tetap. Walau begitu dalam ujian Gita hampir tak pernah mendapat nilai merah. Bahkan Gita hanya sekali mengikuti ujian ulang dalam pelajaran ekonomi.

Belajar menurut nya bukan hanya kewajiban tapi harus kudu mesti ada. Walau begitu Gita sangat suka menulis, jadi meringkas sepanjang tali beruk pun dilewati.

"Gita ada pensil dua?"

"Gita ada penggaris?"

"Gita ada penghapus?"

"Gita ada pena dua?"

"Git.." -Wildan

"Nih ambil sendiri" menyerahkan kotak pensil. "Kalau mau minjem tinggal bilang aja gak usah tanya tanya ada 2 apa enggak"

"Hehe, makasih kak Gita cantik"

"Gita!" -Wahyu

"Hah? Apa?"

"Aku mau nanya"

"Nanya apa?"

"Nanti aja."




15.34

"Yeayy akhirnya weekend.. weekend.. I'm coming.. eh Gita nanti malam ikut ngumpul gak?

"Gak dulu deh."

"Gita!"

"Hm?"

*Menggenggam tangan Gita dan menarik nya pergi menjauhi keramaian.

"Ada apa?"

"Aku mau kita berteman. Dari sekarang."

"Hah?"

"Dulu waktu SMP aku sempat liat kamu bersama teman yang lain. Jadi berhubung kita disini dan satu kelas aku mau kita berteman."

"Kita kan satu kelas, ya pastilah udah selayaknya kita berteman. Gak usah.."

"Aku berbeda, dari kecil aku terbiasa sendirian. Bahkan berbicara denganmu seperti ini aku kesulitan. Bisakah kamu pahami?"

"Hm, iya. Aku akan coba memahami. Tenang aja. Karna kamu mau berteman sama aku kamu juga harus menerima temanku menjadi temanmu juga. Jadi kamu gak merasa sendirian lagi, oke. Deal?!"

Seru Berujung TanyaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang