" akhhhhhh gagal " teriak Devan
" Udahlah Dev ngapain sih Lo pake acara mau nyulik Raini segala, coba tadi kalo gaada gue Lo pasti mati di tangan galaksi '' saut farel.
" Akhhh pelan pelan dong gas " bentak Aksa pada Bagas yg sedang mengobatinya.
Brakkk...
Pintu markas black wolf terbuka, hingga membuat ke 4 lelaki itu langsung berbalik ke arah pintu itu.
" Saga anjing" teriak Aksa
Yg lainnya hanya memutar bola matanya malas melihat kelakuan saga sang ketua.
" Loh kalian berempat kenapa ko pada bonyok gitu" saut saga dengan santainya duduk di kursi dekat farel.
" Tuh si Devan , so soan berantem sama galaksi untung gue Dateng tepat waktu jadi gue bisa bantuin dia kalo nggak dia pasti udah mati di tangan galaksi si cowok misterius itu " saut farel.
" Misterius apaan" saut Aksa
" Ya Lo liat aja dia, GK pernah ngomong , diem Mulu dan gapunya temen " jelas farel
" Iya juga sih eh tapi kenapa ya dia nolongin Raini Mulu " tanya Devan
" Mungkin dia suka kali sama rain, atau jangan jangan mereka pacaran." Jawab Aksa .
Bagas hanya menatap sahabatnya yg sedang membicarakan Raini dan galaksi sungguh ia tak ingin ikut campur saat ini, namun ia sangat berharap rain dan galaksi hanya berteman.
" Kalo Lo gas kenapa, Lo kan paling males ikutan berantem " tanya saga.
" Iya tuh perasaan tadi pas ngelawan galaksi gue GK liat ada Lo" saut farel.
" Iya gue juga GK liat Lo gas , Lo berantem sama siapa ko bisa bonyok gitu " tanya Aksa.
" Hahahaha biasalah ada masalah tadi dikit " jawab Bagas kikuk .
" Da Lo juga kenapa bisa ada di sini biasanya kan Lo jarang banget ke markas malem malem" tanya farel.
" Gatau deh gue lagi pengen kesini aja " jawabnya santay.
" Anh Lo'' saut saga.
Saga menatap ponselnya , sedangkan yg lain sedang mengobati Devan dan Aksa yg penuh luka.
" Oh iya bro, tadi ada cowok misterius yg ngehadang gue pas gue bawa lari Raini , gue penasaran dia siapa " saut Aksa .
" Iya kayanya dia sekolah di sini juga deh, soalnya dia pake celana abu abu kaya kita " saut Devan.
" Apa jangan jangan dia sala satu dari kita " saut farel tiba tiba.
" Gila Lo mana mungkin kita semua GK gasuka sama cewek culun itu " saut Bagas lalu meminum minuman yg ada di depannya.
" Kalo bener dia adalah sala satu dari kita, gue pastiin dia bakal abis di tangan gue " saut saga tanpa mengalihkan pandangan nya dari ponsel.
Uhukk uhukkk..
" Hati hati dong gas minumnya , Lo kenapa sih anh banget " saut farel.
" Pait anjir , minuman apa nih " bentak Bagas.
" Amer sayang " jawab Aksa.
'' kenapa di masukin botol minum bego, gue kan gasuka minuman kaya gini '' bentak Bagas .
" Lagian Lo anh gas, kita kan udah tersohor sebagai murid nakal di sekolah ini tapi Lo sampe sekarang gamau minum Amer" saut Devan.
" Bacot " saut Bagas lalu pergi meninggalkan keempat sahabatnya itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
theory of life : murder mystery
RandomRAINIE gadis cantik berusia 7 tahun ini sedang menangis di balkon rumahnya meratapi kepergian sang bunda untuk selamanya. Wanita cantik menghampiri nya lalu memeluknya "jangan nangis kan masih ada bunda Sera "sautnya. Dia adalah Sera sekertaris ayah...