7. STARSHINE BAND

88 25 0
                                    

Happy Reading boskuh 😚

......


Keningku berkerut, heran sama tingkah mama. "Ngapain?"

"Emak lupa gak bilang, nanti sore emak mau pergi kondangan. Kau jangan ngapa-ngapain mantu emak, loh. Awas aja kau, emak pantau lewat CCTV!"

Selepas ngomong gitu, mama langsung melenggang masuk. Tanpa melihat ekspresi ku yang udah masam.

"Rasanya pengen tak ihhhh. Tapi gimana lagi, takut dosa juga. Aahhhh bodo lahhh!!!!" Rengek ku di atas motor dan hampir aja  aku jatuh karena oleng.

Tak sampai 20 menit aku sampai disekolah, oiyah, aku anak SMA tepatnya anak Mipa 3.
Sesampainya diparkiran sekolah aku tidak lekas turun dari motor namun langsung mengecek ponsel untuk bertanya kepada teman kelasku.

Tring...

Rendra
Kalau udah sampe kabarin, Nes

Me
Pada dimana?
Gue diparkiran

Send

Tidak lama kemudian, satu pesan baru muncul dari nomor asing. Kening ku berkerut, namun ketika membaca pesan terakhir dari orang asing itu. Sontak aku mengumpat pelan.

6289xxxxx
Pulang sekolah jamber?
Les mulai jam 3 sore

Rafael

Read

Bibir atas ku sontak terangkat, menyinyir pelan.

Me
Hem

Send

Waktu aku ingin memutuskan pergi mencari yang lain, seseorang tiba-tiba menepuk pundak ku membuatku reflek menoleh dengan terkejut.

"Nessy bukan?"

Kedua alisku menyatu, jika orang ini kenal denganku berarti tak salah dia adalah salah satu teman kelasku.

"Gue Rendra,"

".....gue gak tau lo Nessy bukan, tapi yang di parkiran cuma lo doang. Jadi gue yakin kalau Nessy itu elo." Sambungnya membuat ku mengangguk seraya membulatkan bibir.

"Iya gue Nessy."

Cowok asing itu tiba-tiba mengulurkan tangannya kearah ku.

"Biar sah, gue Rendrana Malik."

Aku hanya mengangguk dan melirik sekilas uluran tangannya. Merasa tidak mendapat respon dariku, cowok itu segera menarik uluran tangannya dengan senyum canggung.

"Anak-anak yang lain pada dimana?" Tanya ku seraya mengekori langkah lebar Rendra.

"Mereka ada di lapangan indoor. Acaranya mulai 10 menitan lagi sih."

Aku mengangguk dan kembali diam.

Sampe dia kembali menceletuk, "rumah lo dimana?"

"Ngapain nanyain rumah gue?" Tanya ku, memiringkan kepala kearah dia.

Rendra tertawa canggung, mengusap tengkuknya pelan. "Gak papa sih, cuma nanya aja."

Aku mengangguk kemudian menjawab "Jalan Cempaka Hijau."

"Apanya?"

"Ck! Katanya tadi nanyain alamat gimana sih lo!" Ketus ku.

Dia ber-oh ria lalu tertawa kecil, "Elah gue kira apaan, hhha. Sorry-sorry, kirain gak mau ngasih tau lo." Balasnya masih dengan sisa tawa.

Maps Koplak! (Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang