Bab 28 | Rasa Nyaman

13 1 0
                                    

Selamat Membaca Kisah
Perjalanan Mereka

Now Playing : Andmesh - Nyaman

***

Bab 28 | Rasa Nyaman

Rasa ini memang sudah lama dinantikan semua orang dan tidak ada gantinya lagi

***

Muros terkejut kenapa bisa rekaman tadi ada disana, siapa yang berani merekamnya dan sekarang ia mati kutu dibuatnya. Ixora yang tersenyum simpul langsung melirik Feli yang ada di belakang sound system, ternyata itu adalah perbuatan Feli. Dan Ixora senang akhirnya ia bisa memberberitahukan perbuatan Muros kepada keluarga besarnya walaupun memang rasa malu sangat mereka tunjukan sekarang.

" Apa maksdunya ini Morus?" tanya sang Ayah Ixora.

"Enggak Om. Itu bohong, dengar semuanya itu semuanya bohong dan aku berani sumpah," teriak Morus menapik semuanya.

"Sudahlah Muros, ini semua sudah jelas dan untung saja ini masih dalam acara lamaran dan dengan ini mengatakan LAMARAN KALIAN BATAL!"

kata Batal akhirnya di ucapkan ayahnya Ixora dan Ixora akhirnya bangkit dan memberitahu Feli bahwa rencana mereka ternyata berhasil. Dan Feli ingat betul bagaimana ia langsung menunjukan bukti rekaman yang di berikan Pysga tadi dan langsung di bunyikan disana, membuat Ixora terkejut setengah mati hingga membuat rencana seperti itu dengan catatan jangan sampai ketahuan.

Pada saat ibu nya Ixora memanggil nya Ixora menyuruh Feli pergi lewat balkon kamarnya menuju kamar kedua disampungnya. Untung baklon kamar Ixora dengan kamar kedua nyambung jadi Feli langsung masuk ke sana. Dan turun ke bawah tepat nya di belakan sound system itu. Dan begitulah setelah nya Feli keluar dari tempatnya dan berlari bersama Ixora menuju tempat Alpha.

Namun disana Morus tidak tinggal diam, ia juga mengejar Ixora dan Feli. Tapi untung saja Pysga langsung menberikan motornya kepada Feli untuk segera menuju rumah sakit,  sementara Fera dan Pysga memilih menghadang dan meminta penjelasan kepada Muros setelah apa yang terjadi sama dirinya.

Feli dan Ixora masih bisa lolos dari kejaran Muros, mereka menacap gas menuju rumah sakit. Beberapa kali Feli dan Ixora berdoa demi kesembuhan sang orang yang mereka sayangi, entah bagaimana seorang Alpha bisa memberikan rasa nyaman kepada orang yang mereka berikan. Dan itu yang masih jadi pertanyaan kenapa seorang Alpha begitu berpengaruh kepada nya.  Akhirnya mereka sampai di rumah sakit dan mereka berdua bergegas menuju ruang rawat Alpha.

Fera dan dan Pysga  sudah sampai di rumah sakit dan tidak bisa berbuat apa-apa mungkin mereka bisa mengontrol Ixora dari belakang karena saat ini emosi Ixora tidak stabil. Feli yang berusaha kuat hanya bisa pasrah kala beberapa dokter dan suster berhamburan masuk keruangan Alpha, Ixora berlari mencari di semua sudut kamar rumah sakit ini. Ixora bodoh, kenapa ia tidak menanyakan dimana kamarnya? Dan hingga akhirnya ia bertemu dengan seseorang yang mungkin Rara tahu sekilas ia itu adalah Beta—saudara kandung Alpha

"Beta! " panggil Ixora dengan nada lirih.

"Kak Ixora!" teriak Beta terkejut.

Ixora mendekati Beta "beta, Alpha mana?" tanya Ixora.

Beta terkejut. Kayaknya Ixora mengetahui semuanya walaupun Betamasih belum tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi kayaknya ini menyangkut hidup dan mati Alpha. Beta menatap nanar Ixora yang lelah ia tidak tega harus berbohong lagi, tanpa memberikan ucapan apa-apa Beta hanya memapah Ixora menuju ruangan Alpha.

Kamar itu sangat kental dengan warna putih itu hingga sosok disana begitu tenang dalam dunia yang entah dimana ia berada. Entah di dunia atau di akhirat. Mata Ixora terbelalak melihat semua ini akhirnya Beta melepaskan pegangannya dan Ixora langsung mendekati Alpha yang masih sibuk dengan menutup mata nya.

"Al? Ini aku Ixora, maaf. Maaf hiks..hiks..." tangis Ixora pecah disana Ixora menangisi apa yang terjadi dan juga apa yang telah ia lakukan.

"Sudahlah Kak, bang Alpha pasti akan memaafkan mu," ucap Beta menenangkan Rara.

"Tapi bet, apakah permintaan maaf dari aku apa membuat Alpha akan kembali terbangun?" tanya Ixora yang membuat Beta mati kutu.

Beta bingung harus jawab apa ke Ixora. Kalau sampai Alpha tidak bangun lagi, maka Beta harus mengatakan bahwa Alpha benar-benar sudah meninggal kita untuk selamanya. Namun Beta masih berharap keajaiban akan datang kepada Alpha , Beta berharap keajaiban datang lebih cepat. Feli yang ada di belakang Beta mendekati nya berusaha sejajar dengan Beta.

"Gimana kondisi bang Alpha?" tanya Feli berbisik.

"Kondisinya mengkhawatirkan Fel, tadi sempat kejang-kejang tapi untungnya saja dokter tadi memeriksa nya dan kita hanya bisa berdoa saja buat Alpha," jawab Beta.

Feli hanya menutup mulut mendengar semuanya. Lalu Beta menarik tangan Feli menyeret keluar, Kayaknya mereka akan membicarakan sesuatu yang penting. Pysga dan Fera hanya menatap mereka sambil melirik kepada Ixora yang masih menunggu Alpha sadar.

Ixora masih menangisi apa yang sudah ia lakukan kepada Alpha . Pysga tidak bisa berbuat apa-apa karena memang benar sudah tidak harapan lagi bagi Alpha untuk kembali bangun. Pysha langsung menghubungi Beta, Gamma, Theta dan Feli untukmendoakan Alpha, karena dokter sudah datang dan sepakat untuk mencabut semua peralatan yang ada di tubuh Alpha. Semua menatap satu sama lain merasa tidak percaya dengan penuturan sang dokter. Ixora yang masih setia di samping Alpha terus menangis walaupun sudah di tenangkan Fera, "sudahlah Kak. Fera yakin Alpha akan memaafkan kamu," ucap Putri.

"Kesalahan aku sama Al terlalu besar, dan aku merasa berdosa hingga aku gak rela kalau sampai dokter mengatakan hal itu," sentak Ixora yang kini menatap Fera.

Beta dan Gamma hanya menundukkan kepalanya tanda pasrah, Ixora makin kencang menangis semua teman temannya larut dalam kesedihan. Ixora menangis sejadi jadinya ia hanya melafalkan doa agar Alpha cepat bangun, "Al, aku minta maaf sama kamu aku pernah mengusir kamu, membentak kamu, bahkan membuat aku berbohong padamu. Aku minta maaf sama kamu hiks...hiks,"

"Oh ya Indi, lihat." Ixora yang masih menangis mengambil ponselnya dan lalu memutarkan video mereka waktu pentas kemarin bersama teman temannya yang lain.

"Kamu ingat gak video ini, aku masih ingat bahkan sampai detik ini gerakan masih aku hapal, bersama JD Eleven ingat kan Al, " ucap Ixora bercerita tentang masa masa dengan Alpha.

"Oh ya ini satu lagi. Aku mau membuat pengakuan bahwa selama ini aku nyaman ada di dekatmu Al, aku tahu kamu masih anak SMA dan aku anak kuliahan mungkin banyak orang menganggap aku punya pacar itu berondong. Tapi aku akan bersikap bodo amat karena memang aku nyama sama kamu dan sementara bersama Muros justru tidak ada," ucap Ixora jujur.

Detik berikutnya Ixora malah melakukan tindakan yang membuat orang iri dimana Ixora malah mendaratkan bibirnya untuk menyentuh pipi Alpha yang dingin. Ixora mengecup dengan lama agar perasan nyamannya mengalir kedalam hati dan pikiran nya, bersamaan dengan itu Alpha membuka matanya yang membuat semua orang mengucap syukur.

***

Tbc

Yeyeyeyeye akhirnya Lis bisa update lagi. Bagaimana dengan bab ini apakah kalian siap menuju ending? Lis berencana cerita ini akan happy ending karena memang dua cerita kemarin berakhir gantung alias antara happy ending atau sad ending. Maka di cerita ini Lis rencana bahwa cerita ini akan happy ending

Jangan lupa vote and coment 👧
Tinggalkan Jejak👣

Lis_author

ASS [6] (Bukan) Si Sulung Alpha ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang