Rei POV
Beberapa hari telah berlalu, insiden Halloween Berdarah yang dikatakan oleh Takemichi akan tiba. Semakin aku menjalani masa lalu ini, semakin aku paham. Ini bukan waktunya bermain-main.
Aku terus melayangkan pukulan kepada samsak tinju ini. Aku harus terus mengasah kekuatanku. Karena aku satu-satunya wanita di Touman, aku tidak boleh kalah dari yang lain.
"Semangat sekali, kau terlihat menyeramkan sekarang." Komentar Makio sambil memakan camilan yang kubeli kemarin.
"Kalau orang lihat, mereka akan menganggapmu seekor singa."
"Diam, atau aku akan membuatmu menjadi samsak tinjuku."
"Hah.. baik baik."
Makio menyalakan TV dan menonton film yang ditayangkan di sebuah saluran.
"Ini film yang sedang naik daun itu, eh?"
"Benar."
"Memang ceritanya tentang apa? Sampai semua orang antusias menontonnya."
"Tentang seseorang yang melakukan perjalanan antar-waktu untuk menemukan masa depan yang baik. Kau tahu? Seperti mengubah nasib."
"Oh ya?"
Aku menghentikan kegiatanku untuk melihat filmnya sebentar.
"Filmnya bagus, tapi tokoh utama laki-lakinya itu benar-benar payah."
"Ia selalu berakhir babak belur setiap kali akan mengubah masa depan."
Pffftt seperti Takemichi..
"Tapi kulihat, tokoh utama laki-lakinya itu baik." ucapku.
"Itu tokoh utama perempuannya kan? Yang menjadi kekasihnya?" aku menunjuk ke tokoh perempuan. Makio mengangguk.
"Walau kelihatannya si tokoh laki-laki itu pecundang, tapi ia memiliki hati yang teguh. Ia tidak pantang menyerah meskipun berakhir babak belur, kan?"
"Selain itu, ia bisa memilih untuk mencari perempuan lain. Tapi ia bertahan dan terus melindungi tokoh perempuan, entah apapun cobaan yang datang."
Makio menaikkan salah satu alisnya. "He? Kau tadi terlihat tidak tertarik, sekarang kau malah menganalisis setiap adegan film ini."
"Filmnya menarik, pantas banyak yang suka."
"Begitulah."
"Tapi Rei, aku tidak menyangka kau bisa berkata demikian. Apakah tinggal di Jepang mulai mengubah sifatmu menjadi seperti gadis Jepang pada umumnya?"
"Hei, memang seaneh itu ya kalau aku berkata seperti itu?"
"Hmm sepertinya aku harus menghubungi paman, aku harus bilang kepadanya bahwa putri kebanggannya sekarang berbeda."
"HEI."
Dipikir-pikir, aku memang jadi orang yang berbeda sekarang. Entahlah, apakah itu sesuatu yang buruk atau baik.
Sebuah pesan masuk kedalam inbox-ku, itu dari Takemichi. Ia mengajakku untuk bertemu di taman.
"Aku pergi dulu."
"Mau kemana?" tanya Makio tanpa mengalihkan pandangan.
"Ke taman, kau jaga rumah baik-baik."
"Baik."
-
"Takemichi!" aku berlari ke arah Takemichi. Ia sedang duduk di ayunan.
"Rei-san."

KAMU SEDANG MEMBACA
ride or die ; mikey
Fanfiction[ ONGOING ] Gadis kelahiran Amerika-Jepang Tanaka Rei, atau Robyn Ryder adalah seorang CEO perusahaan ternama Gethsemane Co. Setelah kematian sang ibu, ia segera terbang ke Jepang untuk mencari orang yang sudah membunuh ibunya. Sesampainya di Jepang...