Bab 12 : Berpisah

2.7K 233 9
                                    


_G E Z A R A_

Malam ini mansion keluarga Mahardika tampak ramai. Setelah pulang dari pertandingan Geza, Ayah dan Bunda mengadakan pesta kecil-kecilan untuk merayakan kemenangan Geza.

Saat ini, semua orang sedang berada di halaman belakang mansion yang luas dan sejuk dengan udara malam hari. Disana sudah ada beberapa kursi meja dan peralatan untuk barbeque yang sudah disiapkan oleh maid dan bodyguard.

Geza dan Gisel saat ini tengah sibuk menusuk sosis, bakso, dan beberapa jagung yang akan dibakar.

"Gez, abang lo yang namanya Bara itu, gimana sih orangnya?" celetuk Gisel ditengah kegiatannya menusuk sosis.

"Hm, Kak Bara ya. Kak Bara itu tipe yang cuek pendiem tapi sebenernya dia peduli banget sama orang yang dia sayang. Mungkin orang-orang yang baru kenal Kak Bara pasti nganggep Kak Bara orangnya cuek terus pendiem gitu padahal mah enggak." jelas Geza.

Idaman gue banget. jerit Gisel didalam hati.

"Mmm... dia single apa taken, Gez?" tanya Gisel pelan.

Geza memicingkan matanya curiga mendengar pertanyaan Geza yabg tiba-tiba menanyakan status Kakaknya.

"Mau apa lo, nanya-nanya status Kakak gue. Mau jadiin Kakak gue korban lo selanjutnya, hah?" sentak Geza.

"N-n-nggak lah, apaan sih lo." elak Gisel gelagapan.

"Awas aja lo jadiin Kakak gue korban Ke-playgirl-an lo. Gue cincang habis lo." ancam Geza sambil mengacungkan pisau ditanganya kedepan wajah Gisel.

"Adek, bawa sini jagung sama sosisnya." panggil Arsen yang berada didepan alat pemanggang bersama dengan Bara. Keduanya mendapat tugas untuk memanggang jagung dan yang lainnya.

Geza menghampiri kedua Kakaknya bersama dengan piring-piring ditangannya. Sedangkan Gisel memilih bergabung dengan kedua sahabatnya yang sedang mengobrol dengan orang tua Geza.

"Masih lama ya, Kak?" tanya Geza. Tangannya menyerahkan piring kepada Bara.

"Enggak kok, Gez. Paling sebentar lagi. Kenapa? Kamu udah laper, ya?" jawab Bara.

"Hehe, iyaa kak. Cacing diperut aku udah berkoar-koar nih." ucap Geza sambil mengusap-usap perutnya dihadapan Bara dan Arsen.

"Yaudah, kamu tunggu disana aja sama yang lain. Jangan disini, nanti kamu kepanasan." suruh Bara.

"Siap, Kak. Semangat yaa!!" ucap Geza menyemangati Bara dan Arsen.

Bara dan Arsen tertawa melihat tingkah Geza yang absurd. Geza pun berjalan menuju tempat para keluarganya sedang berkumpul meninggalkan Arsen dan Bara yang kembali melanjutkan memanggang.

"Abi, sini." panggil Raggel menepuk sisi kursi yang kosong disampingnya.

Geze menurut, dia segera duduk disamping Raggel. Geza mengedarkan matanya menatap satu persatu keluarganya.

Ada Ayah, Papa, dan Kakek yang sedang mengobrol membicarakan pekerjaan dan Mama dan Bunda yang membahas barang-barang branded terbaru.

G E Z A R ATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang