Melody For You - 04

94 21 12
                                    

••••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

••••

Kezia baru saja masuk ke dalam ruang musik kembali, setelah tadi ia pergi ke toilet sebentar.

Tidak ingin membuang-buang waktu lebih lama lagi, Kezia langsung duduk dikursi dan memfokuskan dirinya kembali pada macbook yang ada di hadapannya itu.

Ia harus segera menyelesaikan proposalnya. Proposal itu sudah hampir jadi tadi. Kezia hanya perlu mengetik bagian penutupnya saja sekarang.

Akhirnya setelah 5 menit, proposal itu jadi.

Kezia kemudian segera menyimpan file proposal itu. Tangannya bergerak mengambil flashdisk yang ada di kotak pensilnya.

BRAK

Tubuh Kezia tersentak, setelah mendengar suara seperti ada barang yang terjatuh dari arah belakang. Cewek itu dengan cepat menoleh ke arah asal suara. "Apaan tuh?!"

Ia kemudian beranjak dari kursi dan berjalan untuk mengecek apa yang baru saja terjatuh ke lantai itu. Ternyata buku-buku melodi di atas piano sekolah terjatuh.

Kok bisa jatuh?

Baru saja ingin mengambil buku-buku itu, Kezia justru dikejutkan dengan kehadiran seorang cowok yang berdiri tepat di samping piano.

"Lo siapa?" tanya Kezia terkejut. Cowok itu tidak menjawabnya. Wajah Kezia berubah menjadi bingung. "Kayanya lo bukan anak musik. Ngapain lo di sini?" tanya Kezia lagi.

Ceklek

Bunyi suara pintu tertutup membuat Kezia menoleh. Siapa yang menutup pintu?

Kezia kemudian berjalan cepat ke arah pintu dan mencoba untuk membukanya. Terkunci! Astaga, siapa yang mengunci pintunya?!

"Halo! Ada orang nggak di luar? Kok dikunci sih? Siapa yang kunci pintunya, woi?!" teriak Kezia dari dalam ruangan sambil menggedor-gedor keras pintu ruang musik.

"Hem..."

Mendengar deheman dari arah belakang, membuat cewek itu segera menoleh.

Bisa Kezia ketahui bahwa suara deheman itu berasal dari cowok tadi. Akhirnya cowok itu bersuara?

"Gue mau ngomong," kata cowok itu.

Kezia lalu sepenuhnya menghadap cowok itu dan menatapnya heran, "Mau ngomong apa?"

Bisa-bisanya cowok itu terlihat sangat tenang ingin mengajaknya bicara, bukannya panik karena pintu ruangan ini terkunci?

MELODY FOR YOUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang