Mengikat Diri 3

84 83 54
                                    

Katanya setiap perubahan dalam diri seseorang itu terpengaruh dari bagaimana keadaan lingkungan disekitarnya. Ternyata memang benar adanya, seseorang yang selama hidupnya kesepian dapat menemukan secercah harapan memiliki hidup yang sedikit berwarna.

Wahyu yang notable memiliki ayah serasa hidup sebatang kara. Meski di suguhi dengan kekayaan dan harta yang melimpah, tak menjanjikan seseorang untuk mendapatkan kebahagiaan. Bukan sengaja ingin membenci, tapi seseorang yang diperlakukan seperti orang asing akan menganggap kehadirannya sangat tak diperlukan.

Namun ketika orang seperti itu menemukan sebuah harapan bahwa yang selama ini mengambang di pikirannya ternyata dapat disembuhkan, dia akan berpikir bahwa tak semua orang akan membencinya. Akibatnya, secara perlahan dia berhasil keluar dalam kondisi keterpurukan dan keluar dari kesendirian yang menyelimutinya.

Seperti pagi hari biasanya, Wahyu keluar kamar dan menuruni beberapa anak tangga. Dilihatnya makanan telah tersaji di meja makan disertai dengan sosok yang jarang dilihatnya kini tengah duduk menyantap sarapan dengan santai.

Wahyu yang menyadari kehadirannya tak melontarkan sepatah katapun. Dia hanya duduk diam sambil menyantap sarapan diatas meja. Selang beberapa menit berlalu, sosok itu membuka suara.

"Ada hal yang mau papa omongin sama kamu"

Tanpa menunjukkan reaksi apapun Wahyu hanya fokus pada makanannya.

"Papa sudah daftarkan kamu untuk pindah sekolah di Lawrence Academy. Setelah semuanya siap, papa akan cabut sekolah kamu yang sekarang"

Hal itu membuat Wahyu tersedak dan langsung menolak keputusan yang terasa tergesa-gesa.

"Papa sudah memutuskan ini dan ini demi kebaikanmu sendiri"

"Tapi mengapa tidak menanyakannya dulu?"

"Jika ditanyakan kamu pasti tak akan setuju. Keputusan ini sudah tepat. Kamu seharusnya memikirkan masa depanmu dari sekarang"

Hal yang dirasanya salah dan berusaha agar apa yang ayahnya inginkan tidak terwujud tetap gagal ketika seminggu setelahnya dia mendapatkan kabar tentang hari keberangkatannya.


Lawrence academy adalah sekolah asrama yang berlokasi di Groton, Massachusetts, di Amerika Serikat yang merupakan salah satu sekolah internasional. Wahyu direncanakan akan melanjutkan study SMA nya di sana.

Bukan tanpa alasan, pilihan ini sejak awal telah direncanakan ayahnya sebelum Wahyu berinisiatif mendaftar di SMA Jayakarta Bandung. Lalu bagaimana dengan Gita dan yang lainnya?

"Apa? Kok bisa?" -Clarisa

"Trus Lo bakal pindah ke luar negeri dan menetap di sana?" -Dimas

"Trus setahun disini diapain?"

"Jadi kapan hari keberangkatannya?" -Gita

"Dua hari lagi"

Dimas dan Clarisa sempat tak percaya dengan apa yang dikatakan Wahyu sampai pada pembahasan soal keberangkatannya yang terdengar terlalu cepat.

"Jadi Lo baru kasi kabar pas H-2 keberangkatan?" -Dimas

"Maaf. Bukan aku bermaksud untuk merahasiakannya, tapi keadaannya belum tepat"

"Bukannya kita udah sepakat untuk merayakan hari kelulusan bersama. Kalau gini kan..."

"Udah, keputusan ayahnya Wahyu tepat kok. Orang tua mana yang gak menginginkan keberhasilan anaknya sendiri. Pengen sekolahin anaknya tinggi-tinggi, mungkin caranya yang salah tapi niatnya baik demi masa depannya kan?" -Gita

Seru Berujung TanyaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang