Win metawin yang seharusnya melanjutkan pendidikan nya kejenjang lebih tinggi justru harus berhenti karena faktor ekonomi dan keadaan Nenenya yang sedang sakit-sakitan dan harus mencari kebutuhan hidupnya hanya untuk makanan sehari-harinya
Dan entah...
Bunyi sebuah pukulan itu seorang tersebut yang ingin memukul win tapi kalah cepat oleh win dan win pun memukulnya terlebih dahulu
"WIN!!!..... Apa yang kau lakukan" Teriak Prem panik kepada win yang memukul seniornya itu
"Beraninya kau!" Marah mereka terhadap win yang berani memukul anggota mereka dan mereka pun bersiap untuk menyerang Win namun sebelum itu
"Ada keributan apa ini Kalian berenam selalu membuat masalah kembali kek kelas kalian" Marah orang tersebut kepada enam pria tersebut
"Kak Bright" Gumam Prem
"Siapa dia?" Tanya win
"Apakah kalian baik-baik saja?" Kata Bright memastikan juniornya
"Ehmmm terimakasih kak kalo begitu win aku ke kamar mandi dulu" Setelah mengatakan itu Prem langsung masuk kedalam bilik toilet meninggalkan Bright dan win di tempat
Setelah para Genk tersebut pergi mahasiswa pun satu persatu masuk kedalam toilet dengan tertib tapi tidak menimbulkan keramaian atau kerusahan Yang membuat orang harus berebutan kamar mandi atau berdempetan - dempetan
"Oh iya apa kau ingin buang air? Jika tidak lebih baik kita keluar dari toilet Karena mahasiswa lainya sudah antri ingin masuk jika tetap di sini maka Akan menggangu yang lain" Kata Bright memberi tahu win Win pun hanya mengangguk lalu keluar dari ruang toilet tersebut walaupun toilet tersebut luas bukan pasti bisa menampung banyak siswa
"Oh iya nama ku Bright Nama mu siapa?" Tanya Bright ramah setelah keluar dari toilet tersebut
"Nama ku win" Jawab win
"Baiklah win aku pergi dulu dan kalian Segerah lah berkumpul ke aula setelah dari toilet" kata Bright mengingat kan lalu dia berbalik pergi meninggalkan win
"Hemmm"
Setelah Bright pergi win pun menunggu di luar toilet dan tak lama kemudian Prem pun datang menghampiri win
"Ayok aku sudah selesai hemmm.... Dimana senior Bright?" Tanya Prem setelah melihat win tidak Bersama dengan Bright
"Sudah pergi ohh iya Prem apa kau mengenal dia? tadi di toilet kau sempat menyebut namanya"
"Tentu saja aku kenal dia ,tidak mungkin aku tidak mengenalnya semua di kampus ini tidak ada yang tidak mengenal Bright dia adalah ketua BEM Anaknya sangat sopan ramah pintar Dan..."
"Dan???"
"Tampan"
Win yang mendengar Prem memuji seniornya tersebut hanya ber oh ria saja Mereka terus berbincang dan tanpa di sadari mereka telat lima menit lebih dan pembimbing ospek yang melihat mereka telat datang hanya menatap dengan tatapan iblis
"Kalian silakan lari memutari lapangan Sepuluh kali" kata pembimbing ospek
Namun sebelum itu Bright datang terlebih dahulu dan mengatakan sesuatu dengan berbisik membuat si pembimbing mengubah pikirannya
"Kalian!!!! Silakan duduk lagi bergabung dengan barisan" Kata pembimbing ospek tersebut membuat Win dan Prem bernafas lega dan membuat para Murid kecewa Karena mereka tidak bisa menunda ospek ini
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.