Chapter 11

73 17 24
                                    

Double up, nih. Ramaikan kolom komentar, yaa :)

 Ramaikan kolom komentar, yaa :)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Hallo, Put. Gue udah di depan," ujar Dimas di telepon.

"Bentar. Otw, keluar." Putri segera pamit kepada Mbok Siti setelah mengikat tali sepatu converse yang ia kenakan, lalu keluar menghampiri Dimas.

Putri mengenakan kaus coklat tua yang dipadukan dengan celana jeans, serta tas sling bag coklat muda.

"Yukk, berangkat!" ajak Putri setelah memakai helm yang diberikan Dimas

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Yukk, berangkat!" ajak Putri setelah memakai helm yang diberikan Dimas.

"Oke, wait." Dimas sedang mengetik pesan di ponselnya, ia tersenyum puas setelah pesan itu terkirim.

"Berangkat, Put!" Mereka mulai meninggalkan pekarangan rumah Putri.

Di sisi lain, Aby duduk lesu di dedekat jendela ruang tengah. Semangatnya entah hilang ke mana. Ia menatap langit kagum. Padahal, biasanya agak mendung, tetapi untuk sore ini cuaca berubah cerah. Cuaca saja sering berubah pola, mana mungkin suasana hati manusia selalu sama?

Lantas, Aby mendengar suara tawa bahagia dari depan rumahnya. Sekumpulan anak komplek tengah bermain sepeda. Bahagia. Amat sangat bahagia. Seperti tidak memikirkan siapa jodoh mereka nantinya. "Kayaknya mereka belum pernah ngerasain yang namanya berjuang sendirian, deh," terkanya.

Merasa bosan, Aby mengambil ponsel, lalu memutar musik di salah satu aplikasi langganannya.

Lelah dengan harapan
Kau tak mungkin ku dapatkan.

"Kampret! Nyindir gue?" cibir Aby kesal.

Tentang perasaan tak bisa dipaksakan
Aku ingin kamu.
Tapi kau tak mau ....
Jangan ... jangan ... paksa aku
Untuk membencimu ....

"ASEM! Lagu apasih ini? Kok pas banget."

Aby menilik ponselnya. "Rumit. Langit Sore .... Oalahhh, ini. Gue tahunya reff-nya aja, sih. Nggak tahu ternyata awalanya gini banget."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 01, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Perempuan Dandelion [REPOST]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang