Warnings :
BXB
Top Xiaojun
Bott Jaemin
Requested by : zerlynnatalie
"Kau menyakitinya!"
"Aku tidak mau menyakitimu!"
"Tidak! Kau seharusnya bersamanya! Kau harusnya hidup bahagia dan mempunyai anak yang lucu bersama Nancy! Bukan malah datang kamari menemuiku!"
"Aku tidak mencintainya! Aku mencintaimu!"
"Ini hari pernikahan kalian bodoh!"
"Ini harusnya jadi hari pernikahan kita!"
"Tidak!"
"Na Jaemin!! Berhenti membantah!"
"Lepaskan aku!! Mau kau bawa kemana aku!"
"..."
"Yaaa!! Xiao Dejun!! Kau dengar? Lepas bodoh!"
"Diam!!" Jaemin tersentak, pemuda manis berpipi tembam itu berhenti berteriak dan berhenti memberontak.
Bentakan garang dari lelaki yang sedang menariknya sedikit tidaknya membuat Jaemin takut.Xiaojun itu sangat keras, Jaemin tau itu setelah hampir enam tahun mengenal lelaki China itu.
"Mamamu pasti akan membunuhmu!" Jaemin membelalak mendapati dirinya dibawa ke gereja tempat dimana seharusnya pernikahan Dejun dan tunangannya -Nancy, dilakukan.
Maniknya takut-takut melirik beberapa orang yang memandang kedatangan keduanya dengan raut wajah heran.
"Xiao Dejun! Apa yang..."
"Kau bisa membunuhku setelah ini ma." Dejun memotong amarah sang mama, menarik sangat kuat pemuda berkaus putih lengan panjang dibelakangnya menuju altar.
Tempat dimana Nancy sudah berdiri mematung melekatkan tatapan pada kedua lelaki yang berjalan mendekatinya.
"Maaf, tapi bisakah kau turun?" Nancy membuka mulut ingin memaki si lelaki Xiao.
"Turun, Nancy." hingga sebuah suara menghentikan niatan si wanita untuk mengeluarkan isi kerongkongannya.
"Tapi ayah.."
"Turun." ayah Nancy berujar tegas dan dingin.
Lelaki setengah usia itu ingin melihat sampai mana batas nekad calon menantu -gagal, nya itu berlangsung.
Apakah Dejun akan menikahi kekasih lelakinya itu hari ini?
"Maafkan aku.. Sungguh.." Dejun menggenggam erat kedua tangan Jaemin yang sedang menunduk takut sambil terisak. "Angkat kepalamu sayang." suara lembut yang tidak digubris oleh si pemuda Na.
"Angkat kepalamu jika kau ingin mendapat restuku anak muda!" kini ayah Dejun yang sejak awal diam mulai mengeluarkan suara, dan sontak mengagetkan seluruh isi gejera termasuk Jaemin dan Dejun.
"Suamiku, apa-apaan ini?"
"Aku akan membunuhmu jika kau berani menghancurkan perasaan seseorang lagi! Anak sialan!" Dejun tersenyum pada sang ayah.
Tatapannya kembali menatap pemuda Na dihadapannya. "Pengantin anda ada disini calon tuan Xiao."
"Huh? Apa?" Jaemin menoleh, menabrakan manik cokelatnya dengan manik milik Dejun.
"Aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama!" Dejun beralih menatap mamanya yang tampak sedang menahan amarah dengan wajah memerah. "Mama. Bunuh aku setelah ini.. Matipun aku rela asalkan Jaemin bisa menjadi milikku selamanya." Dejun dengan tergesa memutar kepala, meraup rakus bibir merah muda Jaemin, yang langsung mengecap lidah basah pemuda Na.
Ayah Dejun bertepuk tangan, disusul dengan tepukan dari ayah Nancy dan disambung dengan tepuk tangan seluruh tamu undangan.
"Lebih baik mati daripada harus menyakitimu.."
"Bahkan akan sangat menyakitkan saat kau mati dan meninggalkan aku.."
"Kalau begitu.. Matilah bersamaku.."
Sorry..
It's too late..
Belakangan aku lagi sibuk sama skripsi, sibuk sama sidang, sibuk nyiapin yudisium dan akhir bulan ini akhirnya aku wisuda.. T.T
Puas banget sih rasanya, meski nguras mental banget..
Tapi aku udah balik nihh...
Yeeeeee...

KAMU SEDANG MEMBACA
Bunny #cute_and_so_sexy
FanfikcePengen ikut-ikutan aja bikin oneshot Jaeminuke.. Gemes sendiri kalo baca book orang tuhh, pngen nuntut lebih rasanya..