🥀Kemarahan Bria🥀

4 1 0
                                    

Hay sobattt

Gimana nihhh kabar nya?

Masih suka kan sama cerita Bria?

Next story nihhh

Jagan lupa follow akun saya dulu yaww...

Jagan lupa Voteee...

Jagan lupa buat Komen juga..

Happy readinggg gyuss...

-------------------------------------------

"Kk ayo," ucap Bria menarik Rey dan tidak lupa dia menyiram air ke muka jalang tersebut.

Rey hanya pasrah kalau adik nya sudah seperti ini.

--------^^--------

Sesampai di ruagan Rey, Bria mengomeli Rey.

"Kk kalau cari karyawan yang bener kenapa sih!" ucap Bria ngegas membuat Rey tidak berkutik sedikitpun.

"Mending kalau kk rekut karyawan baru bilang sama Ara, biar Ara yang wawancara mereka!" ucap Bria lantang.

"Ya maap dek, iya besok besok kk bakal bilang sama kamu." ucap Rey pelan tetapi jelas.

Bram yang baru saja masuk karena mendegar  bahwa ada sang adik datang langsung bergegas ke ruagan Rey. Bram terkejud karena langsung  mendapat omelan dari sang adik.

"Bang Bram juga! Kenapa bisa salah pilih asisten pribadi!? Ara udah bilang kalau cari itu yang cowok jagan yang cewek, untung aja gak jadi di perkosa." ucap Bria yang juga memarahi Bram habis - habisan dan juga blak - blakan.

"Iya dek, janji deh bakal cari yang cowok." ucap Bram degan menatap Bria lembut.

"Ya udah, panggil kak Kejora ke sini." ucap Bria kepada Rey, yang lalu duduk di kursi kebesaranya.

Jagan lupakan mereka bertiga sudah ada di ruagan khusus punya Bria dari tadi.

Tokk... tok.... tok....

Terdegar suara pintu di ketuk, dan yang di dalam pun menyadari.

"Masuk," ucap Bram dan Rey.

Muncul lah seorang perempuan yabg tak lain adalah Kejora. Kejora pun berjalan mendekati Rey.

"Ada apa ya manggil saya ke sini?" tanya Kejora formal.

"Gak usah formal bisa?" tanya Bria pada Kejora yang sedari tadi menunduk saat tatapan nya bertemu degan Bria.

"Jagan nunduk gitu bisa kan!" tegas Bria sekali lagi. Bram dan Rey juga terkejut kenapa adik nya sangat sensitif hari ini.

"Ck, iya bos iya, ada ape manggil gw kesini?" tanya Kejora lagi.

"Buat lowogan pekerjaan sekretaris pribadi buat kk Rey, asisten pribadi buat kak bram sama dua repsionsis cowok, jagan lupa asisiten pribadi sama sekretaris nya cowok, karena Ara gak mau kejadian dua bulan lalu terjadi lagi paham!" tegas Bria kepada Kejora.

"Paham bos,oh iya wawancara nya kapan bos?" tanya Kejora.

"Usahakan secepatnya karena Ara juga mau fokus ke sekolah Ara." ucap Bria degan lembut.

"Oke, kalau gitu gw undur diri ya masih ada banyak kerjaan." ucap Kejora lalu melangkah keluar dari ruagan Bria. Jagan lupakan Bram memperhatikan Kejora  sedari tadi.

Mereka pun menghabiskan waktu nya degan megajari Bria lebih dalam lagi tentang bisnis dan cara mengelola perusahaan degan baik.

Hari pun sudah menjelang sore Bram menatap kedua adik nya yang sepertinya sudah kelelahan lalu mengajak nya untuk pulang.

"Yuk pulang, udah sore juga kk liat kalian juga kelihatan capek." ucap Bram yang sudah memakai jas nya kembali begitu juga Rey yang melakukan hal sama seperti Bram.

"Yuk kak," ucap Bria. Mereka pun keluar dari perusahaan dan pulang menuju mansion kediaman Brawijaya.

Di perjalanan  Bram dan Rey membahas tentang pekerjaan, sedangkan Bria? Ia sudah tertidur degan nyeyak karena kelelahan.

"Jagan lah Rey, kamu tau kalau Bria gak suka sama mereka." ucap Bram kepada Rey degan perhatian.

"Iya bang, tapi kita bakal dapet untung besar." ucap Rey mantap.

"Percuma dapet untung kalau nanti kita semua yang di rugi kan." ucap Bria membuat Bram dan Rey terkejud.

"Kenapa?" tanya Bram dan Rey kompak.

"Simpel, korupsi." ucap Bria singkat dan di tatap cengo oleh kedua kk nya. Bagaimana ia bisa  menyimpulkan seperti itu?

"Lama ih, kalian lupa perusahaan itu yang udah buat papa bangkrut?" unjar Bria blak - blakan.

"Lah iya bang, bener kata Ara," ucap Rey sambil menepuk jidat nya dan menghadap ke arah Bram.

"Bangg Ram," ucap Bria lembut, Bram pun menoleh ke arah Bria, lalu berkata, "Kenapa hmm ..." ucap Bram lembut.

"Laper🙂" ucap Bria gemasss.

"Okey, ke cafe dulu ya," ucap Bram mengerti.

Di kediaman Brawijaya sedang ramai karena kedatagan teman Arlando, Brian, dan twins W.

"Btw kk lo kemana?" tanya Si playboy kelas kakap.

"Kantor," ucap Arlando singkat.

"Yan deger tuh ada suara bel , bukak gih." ucap Tara sepupu sekaligus kk paling tua di antara  Bram dan Rey, ia  juga sudah menikah.

"Hmm," ucap Brian malas, tetapi tetap di laksanakan.

Sesampainya di depan ia  melihat bapak tukang ojol menenteng plastik berisi makanan.

"Permisi apa benar ini kediaman keluarga Brawijaya?" tanya bapak ojol tersebut.

"Iya benar ada apa ya?" ucap Brian sopan.

"Ini ada makanan dari pak Bram." unjar tukang ojol tersebut.

"Sebanyak ini pak?" tanya Brian menganga tak menyangka.

"Betul dek," ucap bapak ojol tersebut lalu menyerahkan  makanan tersebut.

"Makasih ya pak," ucap Brian sopan, lalu Brian memanggil bapak ojol tersebut.

"Pak, ini buat bapak ya sama keluarga bapak," ucap Brian tulus.

"Ya allah, dek makasih ya, kalau begitu bapak jalan dulu,  Assalamualikum," ucap bapak ojol tersebut.

"Waalikumsalam," jawab Brian lalu memasuki rumah nya.

"Nih makanan dari bang Bram." ucap Brian yang meletakkan makanan di meja ruang makan.
          
"Enak nih," ucap bocah gak tau malu itu, dan mendapatkan toyoran dari para sahabat nya itu.

Saat mereka asik makan tiba tiba ada yang mengejutkan mereka.

"DORR .... " ucap orang tersebut membuat semuanya tersedak oleh makanan yang sedang di makan nya.



.











.









.




.



.





.








.


.









.


Kira kira siapa ya yang ngagetin mereka?
Lanjut kuyyyy jagan lupa baca chapter sebelumnya yaaaa

Hallo semuanyaaaa...

Akhirnya update juga yahhh😂
Udah lama gak update nihhh

Ada yang kagen gak sama Bria?
Jagan lupa baca yaaa....

Aku bakal kasih doubel nih  buat chapter selanjutnyaa...

Yuk vote dan komen yaaaa

BriaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang