Chapter 7

1.3K 100 1
                                    

🔞

Setelah Chani keluar dari kamar ,Seojun langsung merengkuh tubuh Su-ho dan menaikkannya  ke atas perut.

Seojun terus memandang wajah cantik Su-ho tanpa berkedip sama sekali. Sedangkan Su-ho, kini jantungnya mulai berdetak tak karuan. Sambil terus memikirkan hukuman apa yang akan Seojun berikan padanya.

"Kenapa kau tidak memandang ku ,sama seperti yang kau lakukan pada adikku ? Apa kau merasa takut dengan ku atau jangan jangan kau sudah mulai menyukai Doyoung ,yang sekarang menjadi pelindung mu.." ucap Seojun dengan tatapan mata yang sangat tajam.

Su-ho masih terdiam sambil terus menundukkan kepalanya. Su-ho sama sekali tidak mempunyai keberanian untuk membalas tatapan Seojun yang saat ini masih terus memandanginya dengan seringaian yang menakutkan.

Plakk..
Tiba tiba Seojun menampar pipi Su-ho dengan lumayan keras. Hingga menimbulkan ruam merah berbentuk telapak tangan di pipi kiri Su-ho.

"Kau tuli ?! Atau kau berpura pura bodoh ?!" Ucap sarkas Seojun.
"Ti-tidak ,Tuan.." jawab Su-ho dengan suara yang lirih.

Setelah mendengar jawaban dari Su-ho, Seojun mulai membuka satu demi satu pakaian yang saat ini masih di kenakan oleh Su-ho.

Seojun membuang pakaian milik Su-ho ke sembarang arah. Dan kini seluruh tubuh Su-ho sudah polos, tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya.

Tangan kanan Seojun terulur ke arah belakang kepala Su-ho. Kemudian Seojun mulai memajukkan kepala Su-ho dan mengikis jarak di antara mereka berdua dengan perlahan.

Cupp..
Bibir mereka berdua pun kini sudah bersentuhan. Seojun melumati bibir merah muda milik Su-ho dengan gerakkan yang sangat lembut.

"Nngghh.."
Lenguh Su-ho ketika jari jari Seojun memilin kedua nipple nya secara bergantian hingga menegang dengan sempurna.

Merasa cukup dengan pemanasan yang Seojun lakukan ,ia kembali mengangkat tubuh Su-ho dan membaringkannya ke atas tempat tidur.

Kecupan dan lumatan kembali mendarat di bibir Su-ho yang kini sudah sedikit membengkak dan semakin terlihat memerah.

Kedua tangan Seojun bergerak untuk melepaskan kait pada celana kainnya yang masih membungkus batang tegang yang berada di dalamnya.

Akhirnya ,Seojun pun berhasil menanggalkan semua pakaian yang sedang di kenakannya. Seojun menumpukkan berat tubuhnya pada kedua lututnya. Seojun kemudian menarik kedua tangan Su-ho dan mendudukkannya.

Tepat di depan wajah Su-ho ,kini terpampang nyata penis Seojun yang sudah menegang dengan sempurna. Satu tangan Seojun mendorong kepala Su-ho dengan perlahan untuk memasukkan penisnya ke dalam mulut Su-ho.

"Aahhhnn.."
Desah Seojun ketika penisnya sudah mulai masuk ke dalam rongga mulut Su-ho. Dan Seojun pun semakin memasukkan penisnya tersebut semakin dalam ,hingga hampir menyentuh tenggorokkan Su-ho.

"Mmhhh ,yahh.. faster.."

Seojun mulai bermain dengan sedikit kasar. Seojun menghentak hentakkan penisnya yang masih berada di dalam mulut Su-ho semakin dalam ,hingga membuat Su-ho kualahan dan hampir kehabisan nafas ,karena saluran udaranya tertutup beberapa kali oleh penis milik Seojun.

Seojun pun akhirnya menyadari jika Su-ho kesulitan untuk bernafas ,tanpa berfikir lebih lama lagi Seojun segera mengeluarkan penisnya dari dalam mulut Su-ho.

"Menungging.."

Su-ho yang sudah terlihat sangat kacau dengan wajah yang basah karena air mata miliknya  sendiri pun hanya bisa pasrah sambil mulai merubah posisi tubuhnya untuk menungging.

LARA {SeoHo} ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang