part 6

403 64 4
                                    

Vote nya jangan lupa(◠‿・)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Vote nya jangan lupa
(◠‿・)

.
.

“dimana jarak waktu yang katanya menghapus memori”

-





PLAAAKK...

Satu tamparan mendarat sempurna di pipi mu yang hampir saja buatmu jatuh tersungkur, Jimin tentu terkejut saat kau di tarik dari peluknya kemudian mendapat tamparan tak berperasaan dari ibumu_choi Sooyoung

"Chaeyoungie gwaenchana?" Tanya Jimin yang kini merangkulmu. Bagaimana bisa dia masih peduli disaat dia sudah melihat sisi egois mu

Kau menggeleng lalu melirik seulgi, ia sudah menangis di pelukan ibumu

Sangat tak adil bukan?..

"Apa kau tak punya malu?, eomma tak pernah menyangka kau akan mengungkapkan perasaan pada tunangan kakakmu sendiri, di mana harga dirimu, huh.?

"Berhenti menyalahkan Chaeyoung, bukankah ini juga kesalahan dari putri sulung kalian!" Jimin berucap tegas lalu membawa mu pergi dari sana. Kau jelas tau ibumu sangat marah padamu.

Kau masih takbisa berpikir jernih rupanya, lihatlah, lelaki itu baru saja memberi mu pembelaan di depan ibu dan kakak mu, jika sudah seperti ini, bisakah kau benar-benar melupanya?, Tak perlu menolak lagi nona Lee "Jimin mencintai Chaeyoung, hanya Chaeyoung nya!" Kau ingat kalimat itukan, Jimin yang mengatakannya, janji yang sempat terucap dahulu, yang pikirmu sudah menjadi janji lelucon anak SMA ternyata tak teringkari hingga kini

Jimin melajukan mobilnya, kemana arahnya, kau tak tau, kau lebih memilih duduk tertunduk di sampingnya yang tengah fokus mengemudi

"Tak seharusnya kau melakukan ini!" Kau berucap masih dengan kepalamu yang tertunduk

"Kenapa?, Apa aku tak pantas?, Bukan kah yang kukatakan memang benar adanya?"

"Selalu seulgi yang kau salahkan, tak pernahkah kau menyalahkan dirimu?, Apakah hatimu seegois itu?"

Jimin menghentikan mobilnya, kemudian beralih menatapmu nyalang

"Tanya kan juga pada hatimu yang sama egoisnya!" Kata Jimin dengan jari telunjuknya yang tertuju pada dada bagian kirimu, terlihat jelas dari wajahnya yang memerah, ia benar-benar marah

I'm Yours [Jirosé END✓]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang