Yang Tak Diketahui

17 5 0
                                    

Di sebuah ballroom hotel berbintang sedang diselenggarakan sebuah pesta besar yang di hadiri oleh kalangan pesohor, pebisnis dan pengusaha sukses di tanah air

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Di sebuah ballroom hotel berbintang sedang diselenggarakan sebuah pesta besar yang di hadiri oleh kalangan pesohor, pebisnis dan pengusaha sukses di tanah air. Seluruh keluarga pun turut hadir memeriahkan acara pada malam hati itu. Entah untuk peresmian apa.

Di tengah keramaian itu hanya Jenn yang merasa sepi. Sebenarnya ia malas datang di acara seperti itu. Kalo bukan bujukan sang mama terlebih wanita itu sudah menyiapkan gaun pesta nan indah untuknya. Tentu, ia tak bisa menolak. Ia tahu alasan sang mama yaitu untuk memperkenalkannya pada teman-temannya. Lebih tepatnya menjodoh-jodohkan dirinya.

Ia duduk sendiri di pojokan dekat jendela kaca. Kedua orang tuanya sudah bergabung dengan para tamu lainnya. Adiknya juga sibuk membuntuti Lian kemana-mana. Tadi ia sempat melihat Luthfi, namun cowok itu malah menemui entah siapa.

" Kalo tau gini mending gue pulang aja tadi. Huft...", Keluhnya.

Ia mengetikkan sesuatu ke Kanaya bahwa ia melihat kedua orang tuanya saat ini.

Matanya berkeliling ke penjuru ruangan. Ia melihat seorang cowok tampan dengan setelan jas merk terkenal. Cowok itu sedang berbincang dengan salah satu tamu di sana. Senyum khasnya membuat jantungnya berdebar.

" Haduh, kok ada Radit sih disini?", Gumamnya.

" Semoga dia nggak ngeliat gue.", Ia berdoa sambil memejamkan mata.

Tiba-tiba ada yang menduduki kursi di sebelahnya. Ia masih diam. Sebuah suara berat khas laki-laki terdengar, baru ia membuka mata. Ia terkejut sekaligus gugup.

" Hai. Sendirian aja? Boleh gabung?", Tanyanya.

" You're so beautiful tonight.", Pujinya.

Radit?!

Seorang Radit ada di hadapannya saat ini dengan senyum manisnya.

" O-oh si-silah-kan. "

" Ngagetin ya? Sorry, tadi gue liat Lo sendiri jadi gue samperin.", Jelasnya.

" Iya, gapapa. Gue bosen jadi misah deh kesini. Nggak tau juga mau ngapain, banyak orang yang nggak gue kenal disini. "

Radit mengangguk-anggukan kepalanya, " iya sih. Sebenarnya gue juga males, kalo bukan karena bokap, gue juga ogah. Mending tidur di rumah.", Cowok itu tertawa membuatnya ikut tertawa canggung.

" Btw, Lo sendirian aja? Nggak sama pasangan Lo mungkin?", Tanyanya sedikit ragu. Dapat ia lihat Jenn sedikit terkejut.

" Sama keluarga aja tadi.", Jenn tersenyum simpul.

" Oh iya, gue sempet liat kelurga bang Ikhsan tadj. Gimana kabarnya sekarang? Dah lama gue nggak ketemu sama dia.", Tanyanya lirih.

Respon Jenn sangat kentara. Ia langsung memalingkan wajah menghindari tatapannya. Ia sedih mendengar Radit menyebutkan nama itu.

The Power of Destiny 2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang