Pov Danar
Memiliki kekasih untuk pertama kalinya, mungkin memang bukan cinta pertama tetapi ini adalah pacar pertamaku yang masuk dalam hitungan resmi, bukan sekedar teman berkirim pesan saling perhatian.
Seorang wanita yang di dalam kampus masuk jajaran wanita cantik banyak yang mengejarnya untuk menjadi kekasihnya, selain cantik, postur tubuh yang bagus, bahkan berbakat karena pernah menjadi pemenang miss kampus di dua tahun lalu.
Diriku yang sudah menyelesaikan semester akhir yaitu setelah empat tahun atau delapan semester menyelesaikan akademik dan baru saja menyelesaikan sidang skripsi dan akan di sibukan masa profesi yang harus kutempuh dua tahun nantinya, dan itu sedikit lebih santai di banding sebelumnya, sehingga ketika dekat dengan Naya seorang selebgram kampus kami, maka tak kusia-siakan untuk kali ini berpacaran pertama kalinya dengan status resmi.
Sosok wanita cantik di puja banyak laki-laki, dan kini dirikulah yang menjadi pemenangnya, meskipun aku bukanlah pacar pertamanya seperti Naya bagiku.
Hari-hariku terasa indah, merasakan bagaimana berkencan, mulai makan bersama, nonton film, dan itu semua berdua dengan Naya.
Naya adalah mahasiswi MIPA, cukup pandai dalam akademik, merupakan nilai tambah sendiri bagiku.
Dan di tahun aku memiliki pacar bersamaan dengan masuknya Eca ke perguruan tinggi, dirinya benar-benar berusaha sesuai dengan yang di inginkan, masuk di fakultas kedokteran gigi, di universitas yang sama denganku, jadi Eca merupakan adik seniorku.
Untuk perasaanku kepada Eca sudah kutekan untuk menghilang, meskipun kadang kala rasa itu akan muncul ketika kebersamaan kami di rumah, karena di saat Eca masuk ke kampus di Yogjakarta, dan sejak itu pula dirinya tinggal dirumahku.
"Sayang kenalin adik aku"
"Hai, Naya"
"Sheza"
Kami bertiga telah makan di salah satu cafe di daerah jalan kaliurang, atau yang biasa sebut jakal, malam itu Eca sengaja ikut denganku bertemu Naya, karena orang tua ku sedang pulang ke kampung halaman kakek nenek di kediri, jadi tak mungkin kutinggalkan Eca dirumah sendirian.
"Mas, cewek mu cantik plus seksi"
Bisikan Eca membuatku terkekeh dan sedikit bangga, pasalnya memang Naya termasuk perempuan yang banyak di idamkan laki-laki maupun perempuan dalam segi fisik.
Makan malam dan merupakan pertemuan pertama antara Naya dan Eca, yang akhirnya membuat mereka dekat di kampus.
Tetapi sebuah kebiasaan baru bagiku ketika berpacaran dengan Naya, mencium pipi maupun kening bahkan mengecup bibir sekilas ketika mengakhiri pertemuan kami, malam itu telah di saksikan oleh Eca.
Setelah ku tancap gas kembali, menuju rumah ku, sesudah mengantarkan Naya, pertanyaan yang sudah kuprediksi kini di tanyakan oleh Eca.
"Menang banyak kamu mas, sudah kamu apakan aja tuh cewek?"
"Anak kecil mikirnya kejauhan"
Aku tahu maksud pertanyaan Eca, di balik ekspresinya yang tersenyum mengejek itu tergambar jelas pikiran seorang yang telah tumbuh dewasa.
"Udah gede ya Eca"
Elaknya yang masih terlihat penasaran dengan berpindah duduk di sampingku, melalui sela-sela jok mobil.
"Cepat cerita mas, sudah ngapain aja kalian"
Tipe adik yang suka ikut campur urusan kakak, begitulah gambaran Eca saat itu.
"Ya kamu sudah lihat kan tadi ndel"
"Eca sih enggak yakin cuma kecup doang"
Lebih baik tak kutanggapi pemikiran Eca yang kuyakin dirinya memang bukan anak kecil lagi, apalagi di tambah dirinya yang begitu di manja mama, bisa-bisa semua rahasiaku terbongkar akan dirinya.
Apalagi jika sampai aku bercerita jujur kepada Eca, jika gaya pacaranku dengan Naya sudah selayaknya suami isteri di saat dua minggu kami baru saja jadian.
Memang ku akui aku menyesal di saat sesudahnya, karena melanggar larangan agama dan telah berani menjadi lelaki kurang ajar kepada wanita, akan tetapi semua itu diawali oleh Naya, dan bahkan Naya telah berkali-kali melakukan hal itu dengan para mantan kekasihnya terdahulu sejak di bangku sekolah menengah atas.
Dan diriku yang saat itu memang baru pertama kali, meskipun aku sudah berkali-kali menonton film tentang adegan suami isteri, untuk melakukannya aku masih begitu tak percaya diri, akan tetapi berkat Naya, berkat bimbingan Naya, diriku hingga kami berpacaran di dua bulan sudah begitu paham.
Tentu saja itu rahasiaku, karena itu sebuah aib bagi diriku, sebuah kelakuan nakal ku.
Tbc

KAMU SEDANG MEMBACA
Jodoh Dentist (Tersedia Lengkap Di Ebook)
RomanceMenikah dengan seseorang yang sejak kecil sudah mengenal diri kita, keluarga besar bahkan mengetahui hal-hal buruk yang kita simpan, bukan lah hal mudah jika pernikahan itu hasil perjodohan yang dipaksakan. Berawal pernikahan yang diharapakan untuk...