TKPK 💙 1

5 7 1
                                    

“Cepat turun!”

Laki-laki tampan blasteran Belanda yang berstatus sebagai ketua geng Gorgeous juga berstatus sebagai pacar dari seorang gadis cantik bernama Chiara itu mengacak rambutnya frustasi. Bagaimana tidak gemas, pacarnya itu hanya nangkring diatas tembok pembatas tanpa ada niatan untuk lompat ke bawah.

“Bana! Pokoknya kalau gue jatuh, gue bakalan marah sama lo!” Seru Chiara yang berada diatas tembok pembatas.

Sebenarnya Chiara berani saja melompat ke bawah, tapi melihat tingginya tembok pembatas ini membuat nyali Chiara sedikit menciut. Sedikit, hanya sedikit loh ya. Dia bersumpah, jika saja dirinya jatuh di kerasnya tanah, dia akan menghukum Bana yang terus memaksanya untuk turun.

Di bawah sudah ada Falen, Bonetho dan Maudy yang berdiri di belakang Sabana. Gadis berambut kuncir kuda itu turun tanpa sedikitpun ada rasa takut.

“Ya Allah, ya Rabb! Turun aja cepetan. Gue gak bakalan biarin lo jatuh.” Ucap Bana yang kesal dengan Chiara.

“Tangkap! Jangan dibiarin!”

“Iya, sayang.”

Dengan didominasi rasa takut, Chiara mulai mengambil ancang-ancang untuk melompat ke bawah. Meskipun Chiara sangat tidak suka dengan kartun Doraemon tatapi sekarang dia berharap Doraemon datang memberinya baling-baling bambu. Kalau bisa pintu kemana sajanya saja sekalian supaya dia tidak dalam situasi seperti sekarang ini.

Demi apapun, dia takut jika sampai bawah hanya tinggal nama. Gadis itu menggelengkan kepalanya, itu tidak boleh terjadi. Orang tuanya pasti malu jika Chiara meninggal dengan konyol. Bagaimana jika berita yang tertulis "Seorang gadis cantik dan seksi meninggal akibat melompat dari pagar sekolah" bisa-bisa papa Chiara yang sangat berwibawa itu menanggung malu karena ulah Chiara.

“Lompat!”

“Iya! Iya!”

Setelah mengatakan itu, Chiara melompat dan..

Hap!

“Ya Allah berilah Chia umur panjang, chia belum siap mati ya Allah. Chia aja belum pernah ngerasain nikah, masa Chia harus mati sekarang. Nanti kalau Chia mati gimana nasib Sabana, dia pasti sedih karena jadi duda diusia muda. Tolong jangan ambil nyawa Chia dulu ya Allah.” ucap Chiara dengan mata yang terpejam. Bana tertawa terbahak mendengar ucapan kekasihnya itu.

“Woii, Chia! Otak lo gak pernah waras ya!” Seru Rayeen yang berada dibalik tembok.

Sedangkan Jimmy dan Reginal hanya tertawa kecil mendengar ucapan ngawur yang keluar dari mulut cewek itu.

“Bodoh banget Chia, cantik-cantik otaknya cetek.” Ucap Oky dengan kekehan.

Gadis itu tertegun saat mendengar banyak suara tawa disekitarnya. Apa mungkin malaikat bisa tertawa sekeras itu? Apalagi ada suara yang mengatai Chiara bodoh, rasanya tidak mungkin.

Karena penasaran akhirnya dia membuka matanya. Pertama kali yang dia lihat adalah wajah Bana yang sangat dekat dengan wajahnya. Chiara akhirnya tersadar. Bibirnya cemberut melihat laki-laki yang kini sedang memeluknya masih saja menertawai dirinya.

“Udah ketemu sama malaikat Munkar Nakir belum tadi?” Tanya Bana terkekeh.

“Iiihhhh, jahat!” Kesal Chiara. Gadis itu menjauhkan dirinya dari Bana dan berdiri disamping Maudy.

Sekarang giliran Tasya yang akan naik. Kaki gadis itu gemetaran melihat tembok di depannya.

“Aduh, takut gue. Lo duluan aja sana.” ucap Tasya mendorong tubuh Oky.

Terkadang Kita Perlu KecewaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang