2-NAYYARA 🌼

234 169 154
                                    


Assalamualaikum, all.

Jangan lupa untuk komen disetiap paragraf!

Happy reading ♥️


🌼🌼🌼

"Selain pengen jadi pacarnya Sagara, gue juga sangat terobsesi untuk jadi psikolog. Gue harus bisa walaupun terhalang restu orang tua," tekatnya sambil menyemangati dirinya sendiri.

Sejak lama Nayyara bercita-cita pengen mejadi psikolog. Tapi karena perkataan Sang Mamah membuat ia merasa tidak ada yang mendukung cita-citanya. Menurut mamahnya menjadi psikolog sama dengan merawat orang yang sedang mengalami sakit jiwa. Padahal bukan itu dari konsep menjadi psikolog. Sekuat apapun ia menjelaskan kepada mamahnya semua pasti akan menjadi sia-sia. Tapi itu tidak menjadi alasan untuknya, untuk tidak mewujudkan cita-citanya. Dengan tekat dan usaha yang kuat serta didampingi oleh doa yang selalu ia panjatkan kepada Allah, ia yakin ia mampu.

"Gue harus bisa. Untuk buktikan kepada Mamah kalo menjadi psikolog tidak seburuk yang di pikirkan nya, semua yang dia pikirkan itu salah. Dan gue harus bisa buktikan itu."

Nayyara tersenyum lalu menuliskan harapannya di kertas memo lalu menempelkan nya di dinding tepat di atas meja belajarnya. Ia tersenyum menatap kertas itu dengan tertempel sangat indah.

Nayyara membaringkan tubuhnya di atas kasur miliknya, mata indah itu terus menatap langit-langit kamarnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Nayyara membaringkan tubuhnya di atas kasur miliknya, mata indah itu terus menatap langit-langit kamarnya. Pikirannya kini tertuju ke cowok yang selalu mengganggu pikirannya beberapa bulan terakhir ini. Perbuatan yang Sagara lakukan hanya sekali tapi mampu membuat Rada kepikiran berhari-hari. Suatu ketidakmungkinan baginya untuk mendapatkan cinta Sagara, terlebih lagi Sagara adalah teman sekelasnya sendiri dan sangat dekat dengannya.

Nayyara memejamkan matanya. "Setidaknya gue bisa miliki lo di imajinasi gue. Maaf karena gue sudah mencintai lo sedalam ini. Mungkin memendamnya akan jauh lebih baik."

TING
TING
TING

Suara notifikasi dari handphone nya menyadarkan lamunannya. Nayyara bangkit dari kasurnya dan mengambil handphone nya yang ada di atas meja belajarnya. Nayyara langsung membuka aplikasi WhatsApp dan melihat siapa yang sudah membuat handphone nya bergetar. Keningnya berkerut kalah melihat grub BCTRS🥰⭒۟ yang penghuninya hanya tiga orang tapi ributnya nauzubillah.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
NAYYARA [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang