Assalamualaikum, all.
Jangan lupa untuk komen disetiap paragraf yah:)
Happy reading ♥️
🌼🌼🌼
Dikarenakan kelas XI MIPA 2 sedang jam kosong, jadilah Nayyara, Selvy, dan juga Afni berada di kantin sedari tadi. Mereka tengah menikmati bakso Bang Capa dengan santai. Perlu di ketahui, bakso bang Capa adalah bakso terfavorit di SMA Lentera Putih. Setiap jam istirahat para siswa-siswi berbondong-bondong untuk membeli bakso bang Capa.
“Guys, laki gue ganteng banget loh,” kata Selvy yang tak berhenti memandangi wajah Adit yang di tampilkan dilayar ponselnya.
Selvy memutar bola matanya malas. Sudah hampir seratus kali Selvy memuji pacar nya itu. Kini ia mulai jengah memandangi temannya yang bucinnya nauzubillah. “Najis,” ucapnya sambil memandang jijik ke arah Selvy.
“Alahhh, jomblo mah diam,” balas Selvy menjulurkan lidahnya. Mengejek.
“Gue juga ada tapi gak sombong,” timpal Afni yang masi fokus menyantap baksonya.
Selvy melirik sekilas ke arah Serli. “Pengen triple date tapi teman kita yang satu ini sukanya sama karakter fiksi,” sindir Selvy yang langsung diangguki oleh Afni.
Nayyara mendengus kesal. Emang apa salahnya mencintai karakter fiksi? Toh juga gue gak ngerugiin mereka. Jangankan ngerugiin, ngerepotin aja gue gak pernah. Pikirnya.
“Mohon maaf aja nih ye, Tante-tante. Selera gue tuh bukan yang modelan Upik abu,” ucapnya.
Bell pulang sekolah telah berbunyi, ketiga gadis itu beranjak pergi meninggalkan kantin menuju kelas untuk mengambil tas mereka. Setelah mengambil tas masing-masing, mereka berjalan menuju gerbang sekolah. Tapi saat di pertengahan jalan, mereka melihat Pak Bertus yang tengah bersantai menikmati kopi dan sebatang rokok di tangannya.
Ketiganya tersenyum jahil, seperti mengerti isi pikiran masing-masing. Mereka melangkahkan kaki secara perlahan mendekati pak Bertus. “Lo ambil rokoknya yang ada di atas meja,” bisik Selvy kepada Nayyara. Serli menganggukan kepalanya mengerti.
“Sekalian sama korek api nya,” tambah nya memerintah.
Nayyara mengendap-endap, ia menjulurkan tangannya di atas meja lalu menggapai rokok beserta korek apinya. Sedangkan Selvy dan Afni sedang berusaha mengalihkan perhatian dari pak Bertus. Setelah berhasil mendapatkannya Nayyara langsung mencari piring, lalu meletakkan puntung rokok itu membentuk api unggun.
Dengan perasaan senang Serli membakar rokok itu dan diberikannya kepada pak Bertus. “Pak liat ini apa yang saya bawa.” Nayyara meletakkan piring itu tepat di hadapan pak Bertus.
Pak Bertus membelalakkan matanya, kaget. “Rokok siapa lagi kau kasi begitu?” tanyanya.
“Mereka bertiga saling bertatapan. “Rokoknya Bapak,” jawab ketiganya kompak.
“Tadi saya ambil di situ.” Nayyara menunjukkan tangannya ke tempat dimana ia mendapatkan rokok itu.
“LAILAHAILLAULAH, MEMANG KALIAN ITU KURANG AJAR. AYAM-AYAM,” teriak pak Bertus prustasi. Ketiga gadis itu berlari terbirit-birit saat menyadari pak Bertus mulai mencari benda yang pantas untuk dilemparkannya kepada mereka bertiga.
“Mati kita, mati, mati, mati.” Bibir Afni tak berhenti mengoceh. Ia berlari sekencang mungkin dan keluar dari gerbang sekolah yang di susul oleh Selvy dan Nayyara
“Hahaha, ya Allah maafkan lah hamba mu ini yang kurang ajar,” mohon Nayyara sambil mengatur pernafasan nya. Ia dan kedua temannya terlihat sangat ngos-ngosan sekarang.

KAMU SEDANG MEMBACA
NAYYARA [On Going]
Teen FictionKisah yang diawali dengan mencintai teman sekelas, Nayyara Angelina si pencinta bunga daisy selalu mengirimkan bunga itu secara diam-diam ke cowok yang ia sukai. "Jika aku tidak bisa memilikimu di dunia fana ini, maka izinkan aku untuk memiliki mu...