°°°°°
Assalamualaikum, all.
Salam hangat dari author ☺️
Jangan lupa untuk komen di setiap paragraf:)
Happy reading ♥️
🌼🌼🌼
Nayyara membaringkan badannya di atas kasur miliknya. Kejadian di sekolahnya membuat emosinya ingin meledak saat ini juga. Bayangkan saja, gurunya memarahinya tanpa ia ketahui dimana letak kesalahannya. Dan dengan santai gurunya itu tidak mau memberikan nilai kepadanya, padahal tugas yang diberikan oleh guru itu dapat ia selesai dengan cepat.
“Erin bangsat.” Nayyara memijat pelipisnya yang terasa pusing sekarang. Mood nya benar-benar jelek hari ini. Belum lagi keuangan di keluarga nya yang menipis sekarang. Entah kemana ia akan mencari uang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga nya.
“Akhhh, andaikan gue gak lagi butuh nilai dari dia, sudah gue tonjok mulutnya Si Erin sampai biru.” Bukan hanya karena nilai tapi malu nya juga. Siapa yang tidak malu coba kalau dimarahi didepan teman-teman sekelas. Apalagi ada Sagara disana. Mau dia taruh dimana coba mukanya?
Nayyara menghela nafas berat, terlalu banyak masalah yang dihadapinya saat ini. Sehingga membuat ia jadi pengen menangis sejadi-jadinya. Jujur dia tidak sekuat yang orang-orang bayangkan. Yang hanya Nayyara pikirkan saat ini bagaimana caranya hidup tenang, bagaimana caranya hidupnya bisa berjalan mulus tanpa harus ada drama gak jelas. Dia pengen tenang tapi sepertinya itu sangat sulit.
Nayyara beranjak dari tempat tidurnya, dan berniat untuk mengisi perutnya yang kosong. Saat melewati ruang keluarga, ia sedikit merasakan ketenangan karena melihat keluarga nya yang tengah asik bercanda ria.
“Eh, eh, eh. Ratu kita baru turun dari singgah sananya,” tegur Shera yang membuat Nayyara melayangkan tatapan sinis kepadanya.
“Berjanda, hidup lo serius amat lagian.” Nayyara memutar bola matanya malas, ngomong aja masi suka typo dasar kaleng rombeng. Batinnya. “Bercanda. Ngomong aja pake typo lo,” koreksi Nayyara.
“Hehehe, sensian lo kaya dora,” ujar Shera cengengesan.
“ASSALAMUALAIKUM, EPRIBADI. SELIN YANG CANTIKNYA TIADA TARA DATANG MEMBAWA SERIBU DOSA,” salam Selin yang baru memasuki ruang keluarga.
“Pantesan muka lo burik gitu. Ternyata habis di azab sama Allah gara-gara kebanyakan dosa, astaghfirullah,” decak Shera lalu terkekeh.
“Kurang ajar lo sama orang tua,” ucap Selin lalu menimpuk wajah Shera menggunakan bantal.
“Bocil setang,” guman Nayyara yang masi bisa didengar oleh kedua adeknya.
“Mah, Ka Nay bilangi kami setang,” adu Selin kepada sang mamah yang tengah asik menonton film india.
“Iya, Mah. Kami cantik begini dibilangin setang sama ka Nay,” timpal Shera.
Nayyara membelalakkan matanya. Ia menatap kedua adeknya, ingin sekali ia menggampar pipi mulus Shera dan juga Selin. Tapi dia mengurungkan niatnya karena ada nyonya besar disini. “Bercanda, aelah. Baperan lo semua.” Nayyara melangkahkan kakinya kearah dapur, bisa-bisa dia setres jika terus berlama-lama bersama kedua adeknya.

KAMU SEDANG MEMBACA
NAYYARA [On Going]
Fiksi RemajaKisah yang diawali dengan mencintai teman sekelas, Nayyara Angelina si pencinta bunga daisy selalu mengirimkan bunga itu secara diam-diam ke cowok yang ia sukai. "Jika aku tidak bisa memilikimu di dunia fana ini, maka izinkan aku untuk memiliki mu...