Oke gak jadi ending ya
Aku juga langsung nulis ini karena seneng banget liat komentar kalian yang excited dengan bab ini. Meski harus selesai beberapa hari :’( Jangan pernah bosen ninggalin komentar-komentar kalian di setiap bab yang aku publish. Meski aku tahu, gak semuanya menarik dan cenderung gak jelas. Tapi, dengan kalian komen, aku jadi tahu gimana reaksi kalian dengan cerita itu. Aku baca kok semuanya, cuma terkadang gak semua bisa aku bales, mian :(
Oiya, sekali lagi aku cuma mau bilang kalo cerita di book ini adalah NFC ya! Banyak ucapan kasar dan mature, pastinya gak akan cocok banget buat anak kecil. Takutnya, masih kecil dah pinter naena :’) So, jangan salah lapak!
Cekidot :)
Park Jimin gelisah karena perasaannya sendiri. Bahkan, sejak beberapa menit tadi, pria mungil itu terus mengutuk dirinya sebagai pria paling bodoh. Meski sebenarnya, dirinya semalam terbawa oleh minuman keras yang entah melenyapkan otak warasnya.
Dia mahasiswa pintar. Tapi seketika menjadi bodoh oleh anak majikannya sendiri.
Tangan terus mengepal saat membayangkan dirinya harus ke kamar Jungkook dengan seorang gadis ada di dalamnya. Membayangkan kelakuan Jungkook padanya semalam, Jimin sudah bisa menebak apa yang nantinya akan ia saksikan jika memasuki kamar itu.
Minuman dan satu toples kue kering sudah ada di atas loyang. Kakinya mulai menaiki anak tangga satu per satu.
Sesampai di depan kamar, rungunya mendengar suara lenguhan si wanita. Sehingga, ia mengurungkan niat untuk mengetuk pintu bercat putih itu. Apa yang harus aku lakukan? Tampaknya itu adalah pertanyaan Jimin yang saat ini sedang berdiri mematung.
“Ah, peduli setan!” Jimin bergumam lirih.
Tok tok tok!Pintu diketuk dan terdengar suara Jungkook yang mempersilahkan ia masuk. Jimin mulai membuka kenop pintu dan mendorongnya perlahan, hati-hati agar apa yang ia bawa tak terjatuh.
Sampai di dalam, Jimin cukup lega. Bukan melihat adegan ranjang dengan wanita jalang mengangkang bodoh di bawah Jungkook. Atau pemandangan mulut yang sedang menghisap penis besar, panjang dan berurat.
Ah, too much information! Tapi memang Jimin akui Jungkook memilikinya!
“Letakkan di meja, dan cepatlah keluar,” ucap Jungkook datar. Jimin hanya mengangguk dan menuruti apa yang majikannya itu perintahkan.
“Ummpphh..” suara itu kembali masuk ke pendengaran Jimin. Seketika entah setan mana yang menyuruhnya, Jimin langsung menoleh ke arah mereka.
Pipi chubby nya memerah melihat dua orang itu saling melumat.
Untuk sekian detik, otak Jimin blank. Tapi untungnya dia segera sadar. Lalu bergegas keluar dari kamar terkutuk itu.
“Aish, dasar pasangan brengsek dan jalang! serasi sekali!” umpat Jimin lirih setelah sampai dapur.
#
Hari berikutnya,
Nyonya Jeon sudah kembali dari luar kota. memiliki waktu satu hari penuh beristirahat, wanita paruh baya itu memilih untuk membuat kue.
“Nyonya akan membuat kue apa?” tanya Jimin sopan.
“Entahlah, aku hanya ingin saja. Apa rekomendasimu, Ji?”
Jimin tersenyum dan langsung mengambil ponselnya yang ada di dalam laci meja.“Umm, saya juga tidak memiliki rekomendasi untuk Anda Nyonya, hanya kita bisa melihat-lihat, apa yang bisa kita temukan,” ucap Jimin dengan wajah yang ceria. Nyonya Jeon tersenyum.

KAMU SEDANG MEMBACA
Kumpulan Oneshoot / Cerita Pendek Kookmin
FanfictionJungkook seme Jimin uke ⚠️ BxB (Yaoi) ⚠️ Kookmin Area ⚠️ Slow Update ⚠️ Mature ⚠️ Belum cukup umur JANGAN BACA (nekat, jangan salahin lapak gue 😒) 📝 Apr 2021 Bahasa baku / non baku / tergantung mood 🐣