Meski aku tahu kau tak akan datang,
Meski dicampakkan tanpa henti hingga aku tertidur saat aku menunggumuJieun melempar helai demi helai bajunya kearah ranjangnya. Ia masih berdiri didepan lemarinya sambil menyilangkan tangan didepan dadanya. Ia terus berpikir baju apa yang cocok untuk ia kenakan hari ini.
Pilihannya jatuh pada baju lengan panjang berwarna hijau pupus dan rok tiga perempat berwarna coklat muda. Ia tersenyum manis kala menatap pantulan dirinya di cermin. Wajahnya yang dirias tipis, rambutnya yang di kepang 2 dan tas selempang berwarna putih membuat penampilannya mendekati kata sempurna.
Jieun terus tersenyum sepanjang jalannya. Hari ini ia memutuskan untuk menggunakan kendaraan umum. Entahlah dia hanya mencoba untuk terlihat seperti gadis anggun pada umumnya.
Jieun turun dari bus yang ditumpanginya. Hari ini hari minggu, nampak tempat yang ia kunjungi telah ramai. Ya, hari ini ia berniat bersenang-senang. Ia berdiri disamping pintu masuk taman bermain. Tangannya merogoh tas kecilnya, mengambil ponselnya.
From : Jieun
Kau dimana? Aku sudah sampai.||Jieun terus menatap layar ponselnya, ia menunggu jawaban dari seseorang namun hingga waktu berlalu, masih tidak ada jawaban yang ia dapatkan. Ia mengecek jam di pergelangan tangan kirinya. Pukul 15.00 ini berarti dia sudah menunggu disana lebih dari 4 jam.
Ia dilema, ingin rasanya beranjak namun ia khawatir bahwa orang itu akan datang meskipun telat. Ia terus menunduk, kini ia sudah terduduk. Kakinya kram karena berdiri terlalu lama.
From : Jieun
Kau dimana? Aku sudah sampai. ||
Kau jadi datang atau tidak? ||
Jika tidak, aku akan pulang. ||
Tolong balas. ||J
ieun meremas ponsel ditangannya. Kesabarannya sudah habis, ia sudah menunggu lebih dari 5 jam bahkan kini taman bermainnya sudah hampir tutup. Jieun melangkahkan kakinya menjauh dari pintu tersebut, ia berjalan pelan menuju halte bus.
Jieun tertunduk saat dirinya sudah mendudukkan dirinya disana. Bisa-bisanya seseorang yang membuat janji justru mengingkarinya? Membuatnya menunggu selama ini hanya agar ia terlihat seperti gadisodoh?
Jieun bangkit kala bus sudah berhenti dihadapannya, ia menaiki bus itu lantas mencari tempat ternyamannya. Disamping jendela.
Matanya menerawang jauh, dari dalam bus ia dapat melihat siluet yang ia kenal. Berlari kesana kemari didepan pintu masuk. Jieun terpejam, lantas menyalakan lagu. Waiting.
Ia tidak akan peduli, ia akan berpura-pura buta saat ini bahkan meskipun lagu telah diputar dan bus telah berjalan, ia masih dapat mendengar teriakan seseorang yang memanggil namanya diluar bus.
Ting Ting Ting
Tak Jieun acuhkan bunyi ponselnya ia sudah nyaman dengan duduk bersandar dan mendengarkan lagu kesukaannya. Perlahan bulir bening menetes dari sudut matanya. Ia segera menyekanya lantas kembali terpejam. Sejenak ia lupa seluruh kecewanya, seluruh amarahnya.
***
Jieun merebahkan tubuhnya di kasur empuknya, sejak pulang dari taman bermain ia tak membuka ponselnya sama sekali. Ia mencoba mengecek aplikasi panggilan, ada banyak panggilan tak terjawab dari orang yang sama. Ia lantas mencoba membuka pesan yang nampak menumpuk disana.

KAMU SEDANG MEMBACA
SongFict ≈ WAITING ( Jungkook - Jieun )
FanficBahkan Jika hatiku terluka 9 kali, tidak apa-apa jika aku bisa tersenyum walau sekali.