Seperti yang Ayas bilang semalam kalau hari ini ia dan Aira akan pergi menuju rumah bunda nya. Jarak antara rumah Ayas dan bunda nya cukup jauh, mungkin 20 menit baru sampai jika pergi menggunakan mobil.
Saat ini Ayas sedang duduk menunggu Aira yang sedang bersiap. Sudah cukup lama Ayas menunggu Aira tapi yang di tunggu tak kunjung keluar juga. Sudah beberapa kali Ayas berteriak memanggil nama Aira tapi Aira selalu menjawab 'iya bentar lagi'. Maklum ye kan cewek kalo dandan suka lama haha.
"Nungguin cewek dandan udah kaya nungguin ular punya kaki, hah" monolog Ayas yang mulai kesal.
Setelah beberapa menit kemudian akhirnya yang di tunggu pun keluar. Jujur Ayas sedikit terpana saat melihat Aira berjalan menghampirinya dengan tampilan Aira yang cukup berbeda dan... Tambah cantik haha. Saat ini Aira menggunakan baju tunik dengan rok panjang dan kerudung syar'i yang warnanya senada dengan polesan make-up tipis di wajahnya.
"Maaf buat kamu nunggu lama, mas. Ayo" ucap Aira.
"Lo, dandan apa jalan-jalan ke Pluto si, lama banget" ujar Ayas.
"Ya maaf"
"Udah, ayo bunda udah nelpon dari tadi" ucap Ayas dan berjalan mendahului Aira.
Mereka pun pergi menggunakan mobil guna agar lebih cepat sampai. Ya seperti yang sudah kita tebak di perjalanan hanya ada keheningan, Ayas yang fokus menyetir dengan perasaan yang masih kesal akibat Aira yang membuatnya menunggu lama. Aira yang hanya terus menerus menatap ke arah jendela.
Tak butuh waktu lama akhirnya mobil yang di kendarai Ayas pun sampai di sebuah rumah mewah yang bertingkat dengan halaman yang cukup luas. Dengan seketika gerbang rumah itu pun di buka oleh satpam di sana dan mempersilahkan Ayas masuk.
Ayas pun keluar dan menatap sekeliling. Sudah lama sekali rasanya ia tak kemari, rasa rindu dan kangen akan teriakan bunda nya di pagi hari pun kini menyelimutinya. Sampai akhirnya seseorang membuyarkan pikirannya.
"Aden, apa kabar" tanya pak Arman satpam di rumah dulu nya.
"Ah baik, pak Arman sendiri gimana" tanya balik Ayas.
"Alhamdulilah, baik den" balas pak Arman
"Syukurlah"
Memang pak Arman satpam disini dan para pembantu disini memanggil Ayas dengan sebutan Aden sedari Ayas kecil, jadi walaupun sekarang Ayas sudah menikah tetap saja panggilan Aden itu ada untuknya.
"Ini istrinya Aden?" tanya pak Arman saat melihat Aira keluar dari mobil.
"Hmm, iyah pak" balas Ayas.
"Kenalin namanya Aira" ucap Ayas memperkenalkan istrinya.
"Aira" ucap Aira tersenyum dengan menyatukan kedua tangannya dan menempelkan nya di dada.
"Arman" balas pak Arman dengan tangan yang sama seperti yang Aira lakukan.
"Pilihan tuan emang gak salah ya, den." Ucap pak Arman yang di balas senyuman oleh Ayas.
"Ya udah, kita masuk dulu ya, pak" balas Ayas.
"Oh iyah, silahkan" jawab pak Arman mempersilahkan.
"Mari" ucap Aira mengikuti Ayas yang jalan terlebih dahulu.
"Iyah"
Mereka pun berjalan dan mulai mamasuki ruang utama. Sudah terdengar suara riuh dan tawa dari ruang tengah, mungkin semua anggota keluarga sudah kumpul kecuali Ayas dan Aira.
Ayas pun berjalan mengsejajarkan dirinya dengan Aira dan seketika Ayas meraih tangan Aira dan menggenggamnya. Aira yang mendapati tangannya di genggam sedikit terkejut dan menghentikan jalannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Lebih Dari Seorang Ustadzah
Teen FictionBanyak cerita yang awalnya tidak suka tapi setelah lama selalu bersama rasa suka dan cinta pun mulai tumbuh. Apakah cerita itu juga akan terjadi pada seorang pemuda yang menjabat sebagai CEO di perusahaan nya dengan seorang wanita anak dari salah s...