Jeongguk merasakan seseorang memeluk pinggangnya, kepalanya menoleh dan mendapati Taehyung disana tengah tersenyum manis. Taehyung memberikan kecupan singkat pada Jeongguk yang tengah memasak nasi goreng untuk sarapan mereka berdua. Pagi yang sempurna, bukan?
"Taera mana? Udah bangun?" tanya Jeongguk pada Taehyung yang masih setia menempel padanya, dan Jeongguk yang tak keberatan akan hal itu.
"udah bangun dari pagi kalau dia."
"kalau gitu ayo ajak sarapan bareng." ajak Jeongguk sembari memutar badannya, dan mengalungkan tangannya di leher Taehyung. Taehyung tidak bisa untuk tidak mengecup Jeongguk dalam keadaan seperti ini.
Jeongguk terkekeh atas tingkah Taehyung yang tak berhenti menghadiahinya kecupan dibibir pagi ini. Prianya sangat menggemaskan.
"kalau udah bangun ayo ajak sarapan bareng, nasi gorengnya cukup nih buat bertiga."
Taehyung melepaskan pelukannya di pinggang Jeongguk, mengambil kursi untuk mendekat kearah meja pantry dimana nasi goreng tersebut sudah terhidang dengan aroma yang sangat menggugah. Ketika mau menyuapkan ke mulutnya, Jeongguk menahan tangan Taehyung.
"panggil dulu Taera-nya. Kita sarapan bareng."
Taehyung memasang wajah cemberut, kesal. "sayang, adikku itu udah digondol sama temen kamu pagi-pagi."
"temen aku?"
"Mingyu."
"astaga, Mingyu? Ngapain dia keluar bawa Taera? Ada les?" tanya Jeongguk, kali ini dengan membiarkan Taehyung memakan nasi goreng buatannya.
Taehyung terlihat menikmati nasi goreng itu seperti ia menikmati ketika berciuman dengan Jeongguk.
"mereka kan deket, masa gitu kamu nggak tau. Aku aja tau."
Jeongguk yang ganti cemberut, menaruh bokongnya keras di kursi sebelah Taehyung. "kok nggak ada yang bilang ke aku sih, kalau mereka deket?"
"ya kamu nggak nanya, sayang." jawab Taehyung enteng, makin membuat Jeongguk kesal.
"udah jangan kesel-kesel, ayo sini sarapan bareng. Nggak kangen sarapan bareng aku. Kita kan abis nggak nyapa lama." rayu Taehyung yang berhasil membuat Jeongguk menoleh dan mendekatkan dirinya ke Taehyung. Memeluk pria itu dari samping, sungguh menggemaskan.
"maaf."
"jangan minta maaf terus, yang penting kedepannya nggak gitu lagi. Kita belajar ya dari kejadian sebelumnya, dan coba buat maafin diri sendiri."
Jeongguk mengusakkan hidungnya dilengan Taehyung bak anak kucing yang manja pada pemiliknya. "iya, sayang Kak Taehyung banyak-banyak."
Kemudian Jeongguk mengecup pipi Taehyung lama, membuat Taehyung yang tidak terbiasa dengan Jeongguk yang mengecupnya terlebih dahulu itu menegang.
"aku lagi sarapan, jangan digodain sayang." ujar Taehyung dihadiahi kekehan oleh Jeongguk. Setelahnya keduanya menyantap sarapan dengan diiringi obrolan kecil nan manis yang membuat pagi di hari Minggu mereka sempurna.
Taehyung, Jeongguk dan kebahagiaan.
--
"i love you." ucap Taehyung tiba-tiba. Jeongguk tersenyum manis, merekam wajah tampan Taehyung yang tidur dipangkuannya.
Hubungannya dan Taehyung kian baik hari demi hari. Ia harap semuanya terasa indah seperti ini hingga jangka waktu selamanya. Taehyung adalah bahagianya, selalu.
"i know."
Wajah Taehyung berubah kesal, bibirnya merengut mendapatkan jawaban yang tidak sesuai dengan harapannya. Jungkook sadar, ia hanya tengah menggoda.
"kok gitu?" tanya Taehyung, masih kesal.
"kok gitu kenapa Kakak sayaang?"
"jawabannya nggak boleh gitu Ggukie sayang. Jawab yang bener, masa jawaban kamu gitu. Kayak cinta sendirian akunya." Taehyung melipat tangannya di dada, sumpah makin menggemaskan sekali dimata Jeongguk.
Jeongguk membelai, merapikan rambut Taehyung sembari tertawa, pacarnya kenapa sangat manja akhir-akhir ini?
"coba ngomong lagi."
Taehyung menggapai pipi Jeongguk, mengelusnya dan mengulangi, "i love you."
"okay."
Jeongguk menggodanya lagi. Taehyung langsung bangkit, kemudian menangkup wajah Jeongguk dengan gemas dan menciumi seluruh wajah kekasihnya itu sedikit kesal. Suka sekali menggodanya.
Tawa renyah Jeongguk terdengar, membalas ciuman Taehyung dengan lembut. Matanya menatap mata Taehyungnya juga tak kalah lembut, melepaskan ciuman hingga kemudian mengucapkan,
"i love you too, so much." Jeongguk kembali mendaratkan bibirnya dipermukaan bibir Taehyung yang tentu saja disambut senang oleh pemiliknya.
Ciuman tulus dengan mata terpejam dan diselingi senyuman tipis ketika ciuman itu terjadi.
Rasa lelah yang Taehyung rasakan seakan sirna apabila ia disekitar Jeongguk.
Tak ada masa depan yang lebih cerah selain masa depannya dengan Jeongguk, hidup bersama hingga rambut keduanya memutih, hingga kulit menjadi keriput, dan tulang yang mulai rapuh.
Bersama Jeongguk hingga akhir hayatnya adalah hal yang paling indah. Jeongguk hidupnya, nafasnya dan dengkuran halus di tidur lelapnya.
Begitupun arti Taehyung bagi Jeongguk, persis, sama indahnya.
Dan sama-sama menakjubkannya.
Ia ulangi; Taehyung, Jeongguk dan kebahagiaan.
-tbc
I hope u guys enjoy this part😢 i miss u btw

KAMU SEDANG MEMBACA
Our Story [KTH&JJK]
Random[taekook] Jeon Jeongguk itu suka cewek. Agak kesel kalau temen-temennya ngegodain dia tentang Kim Taehyung; si kating ganteng idaman penjuru kampus yang 'katanya' naksir dia. Mau itu gosip atau bukan, Jeongguk tetap nggak suka. Mau Taehyung seganten...