"Besok kamu mulai belajar disekolah baru, kamu dan Kaila beda sekolah." Ucap pria paruh baya yang sedang duduk disofa.
"Kenapa harus beda sekolahan yah ? Bukankah lebih baik kita satu sekolah biar bisa saling menjaga ?" Ucap seorang gadis berumur 15 tahun yang sedang menatap polos pria yang ia panggil ayah.
"Naila tidak suka satu sekolah dengan kamu lagipula dia sudah dijaga sama kak Glan, jadi kamu nurut saja. Nanti kamu sekolah di SMA Lorepa." Ucap ayah
"Lohhhh kok disana sih yahhhh aku kan juga pengen sekolah ditempatnya kak Glan sama kak Naila." Bujuk gadis itu dengan wajah memelas
"DIAM KAMU NEILA!!! BISA NGA SIH JADI ANAK YANG PENURUT JANGAN BUAT SAYA PUSING. seharusnya kamu bersyukur masih bisa sekolah jangan jadi pembangkang!!!" Bentak ayah.
Gadis yang dipanggil Neila itu terdiam dan menunduk lalu mulai menitihkan air mata.
Untuk kesekian kalinya ia harus menyetujui sesuatu yang tidak ia inginkan.
Sebenarnya ia ingin menentukan masa depannya sendiri namun apa daya dia hanya gadis kecil yang selalu dipaksa untuk diam dan menyetujui semuanya.
Terlepas dari kejadian itu ada sepasang mata yang mengawasi dari awal hingga akhir kejadian, ia langsung menghela nafas dan berkata "kasihan sekali kamu nak, Kamu hanya robot kecil yang harus selalu setuju dan menurut pada tuanmu."
.

KAMU SEDANG MEMBACA
DIAM
Teen FictionAneila Priscanara yang berarti malaikat kebahagiaan. Iyaaa, seperti arti namanya gadis ini selalu datang membawa kebahagiaan bagi yang menerima kedatangannya. Namun berbeda dengan mereka yang tak mau menerimanya, seperti keluargannya. Banyak lah yan...