Kelakuan Bocil Bumi

472 56 15
                                    

Ketika Bocil Neptunus bertemu Bocil bumi.
~



























Setelah Cio dan Esther selesai sarapan dengan bubur,  yang seperti biasa anak itu sedikit sulit menerima rasa baru di lidah nya,  tapi pada akhirnya mereka selesai juga.

"Ayo kita pergi dari sini, cari tempat yang lain sebelum kita nonton teater jkt48" ajak Cio.

Cio menggandeng lengan anak itu.

"Mami mau es cream huhuhu"

"Jangan nanti kamu pilek,  jangan es es!!!"

Ibunya menarik anak itu dengan sedikit paksaan.

"Anak itu kenapa? " tanya Esther.

"Itu kelakuan normal bocil di bumi, mereka minta es Cream sama ibunya tapi ibunya punya jutaan alasan yang dia katakan pada anaknya, padahal intinya ibunya ga mau keluar uang" jelas Cio.

Mungkin penjelasan ini akan mendapatkan tentangan dari ibu-ibu se Indonesia, jadi tolong jangan sampai di kirim ke grup wa Ibu-ibu.

"Uang itu apa?"

"Uang itu adalah benda yang di tukar jika kamu ingin mendapat sesuatu di Indonesia"

Anak itu sedikit nya dapat tau mengenai bumi.

Mereka kembali melanjutkan langkah mereka menuju tempat yang ingin di kunjungi Cio.

Sampai pandangan anak itu terpana pada manusia yang tengah tertawa jauh di sana.

Dunia anak itu seakan terhenti ketika melihat tawa manusia yang satu itu.

Anak itu berjalan ke depan tapi tatapan nya menatap manusia berambut panjang dengan senyum manis.

"Woy!"

"Eh..."

Tatapan nya terputus ketika Cio mengagetkan anak itu.

"Kalo jalan tuh mata liat ke depan, bukan liat ke samping kaya gitu, liat siapa sih?"

Cio mencari arah pandang anak itu.

"Jangan bilang perempuan itu yang kamu liat" ucap Cio sedikit mengintimidasi.

"Dia mirip violeta, teman kecil ku di planet Nephhh..."

"Aku ga mempermasalahkan kalo dia mirip teman kamu, tapi jangan bilang kamu dari mana, dan jangan bawa-bawa nama planet itu saat kita di luar kaya gini" bisik Cio masih membekap anak itu.

"Mas itu adiknya di apain? Atau jangan-jangan mas mau culik dia ya makanya di bekap gitu mulutnya" tuduh seorang perempuan yang sedang jalan dengan temannya.

"Enak aja penculik, tampang ganteng kaya gini masa nyulik, dia adik saya, dia ini jail banget kalo ngomong, kan jadi ga enak sama yang denger" ucap Cio berbohong pastinya.

"Bener ya adiknya, kalo sampe bukan adiknya saya laporin ke polisi"

"Iya-iya dia adik saya"

Anak itu melepas bekapan Cio di mulutnya.

"Saya adik nya, apa yang di bilang Kaka saya itu benar"

"Tuh kan mba, jangan asal nuduh makanya"

Dua manusia itu akhirnya pergi meninggalkan Cio dan Esther.

"Hati-hati ok, kamu harus sembunyikan diri kamu sendiri, di bumi"

Bocil From Planet Neptun (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang