❄' 𝙼𝚒𝚖𝚙𝚒.¹⁰

76 13 0
                                    

༺𝐻𝒶𝓅𝓅𝓎 ❆ 𝑅𝑒𝒶𝒹𝒾𝓃𝑔༻

Liburan akhir semester tiba, kami pergi mengunjungi rumah nenek. Berkat nenek nilai ujianku meningkat, aku harus memberitahu hal ini padanya sekaligus berterimakasih. Berkat nenek juga nilai kakak meningkat drastis, bisa kalian bayangkan, nilai kakak saat tugas biasa itu standart. Tapi saat ujian nilainya sempurna.

Kami sampai di rumah nenek, mereka menyambut kami dengan gembira. Namun, liburan kali ini sedikit berbeda. Jika biasanya kami berempat akan menghabiskan waktu bersama disini, sedangkan liburan saat ini setelah mama dan papa mengantarku dan kakak, mereka akan pulang dan berkata bahwa akan mereka jemput.

Mereka memberikan alasan bahwa, mereka sangat sibuk dengan pekerjaan mereka untuk saat ini. Aku menduga ini hanyalah alasan yang mereka buat agar tidak dicurigai nenek dan kakek. Memang benar mereka sibuk dengan pekerjaan, tapi seharusnya tidak sesibuk ini. Soalnya mau bagaimanapun itu, mereka juga sudah tidak melanjutkan pengobatanku.

Tapi ini bagus, karena aku tak perlu berpura-pura lagi. Aku bebas disini. Jika dilihat, nenek sudah menceritakan semuanya pada kakek. Jadi untuk sekarang, aku dikelilingi oleh orang-orang yang memahami diriku.

༺❆༻

Malam haripun tiba kami berkemah bersama di rumah nenek, ini memang rutinitas kami ketika berada disini. Walau hanya ada kami berempat disini. Mama dan papa tidak ikut serta. Namun, itu tidak terlalu merubah suasana.

Kami bercengkrama saat itu, sambil menghabiskan waktu. Namun, disuasana yang hangat itu terdengar suara auman keras.

ROARRRR!!!

Aku terkejut begitu juga dengan semuanya, suaranya begitu dekat. Aku memeluk erat kakak, suaranya terdengar jelas dan bukan rekaman.

GRRR!!

Nenek memberi isyarat untuk diam, sedangkan kakek mematikan api unggun. Kakek menyuruh kakak dan aku untuk masuk rumah. Namun, siapa sangka harimau itu berada tepat dibelakang tempatku duduk bersama kakak.

Kakek segera mengambil obor, nenek menarik aku dan kakak untuk menjauh dari sana. Nenek menyuruh kakak dan aku masuk. Namun, sebelum aku sempat masuk harimau tersebut melompat kearahku.

Kakak yang menyadari pergerakan harimau itu langsung menarikku dan mengajakku lari. Bukannya masuk kedalam rumah tapi keluar dari rumah, berlari dikampung. Sambil berharap menemukan pertolongan, saat itu hari sudah malam sebagian besar warga mungkin sudah tertidur. Penerangan hanya mengandalkan lampu tiap-tiap rumah.

Aku jatuh berkali-kali. Memang pada dasarnya aku tidak bisa lari, dan jalanan saat itu dipenuhi dengan batu. Nafasku juga makin terengah-engah, aku dapat merasakan sakit pada dadaku.

Kakak berteriak minta tolong, akan tetapi tidak ada seorang pun yang menjawab atau melihat keadaan kami. Layaknya sebuah desa tak berpenghuni. Nafasku sesak, aku merogoh kantung celanaku dan mengambil inhaler​, lalu menghirupnya sambil berlari.

Akibat tak awas aku tersandung dan tali sandalku putus. Aku membuangnya ke sembarang arah seakan akan tak memerlukannya. Kakak berniat untuk menggendongku, tapi karena harimau itu semakin dekat akhirnya tidak jadi. "Ice, kau pergi ketempat aman, kakak akan mengalihkan perhatiannya!"

"Jangan, Kak!"

"Lakukan saja, kau akan selamat begitu juga denganku!"

"B-baik kak."

"Hei kemarilah!! Lari, Ice!!".

Aku berlari tak tentu arah, kemudian aku masuk kesuatu tempat yang mirip dengan hutan. Tunggu?! Hutan? Harimau? Inikan mimpiku kemarin! Tidak mungkin menjadi nyata sekarang kan?!

❄✧.*𝔇𝔯𝔢𝔞𝔪 .*✧❄Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang