Tiga

6.9K 933 40
                                    

-Kita sama, sama sama menyembah tuhan Hanya cara menyembahnya yang berbeda-

.

.

.

Fahri berjalan ke mushola bersama izra dan naufal, membuka sepatu mereka lalu mengantri untuk berwudhu, cukup ramai yang datang ke mushola untuk menunaikan solat zuhur, cukup maklum karna mayoritas sekolah negri itu rata rata beragama muslim.

Bahas non muslim, ada kejadian lucu ketika fahri awal mengenal revan, ketika azan zuhur berkumandang Fahri sempat menarik revan kemushola dan mengajaknya berwudhu ketika sampai di tempat wudhu revan tersenyum dan berkata "maaf aku nonis, aku kristen" rasa malu menyerang fahri dan membuat fahri meminta maaf berkali kali karna keteledorannya, jika mengingat itu fahri akan menahan malu membuat wajahnya memerah.

"fahri mau sampai kapan cuci kaki? " tegur izra pada fahri yang membasuh kaki gak selesai selesai.

"....." fahri mematikan keran air dan berjalan menuju izra dan naufal yang menunggu.

"lu kenapa ri ngelindur?" tanya naufal yang melihat fahri tidak fokus.

" ha? Gak papa cuman kepikiran beberapa hal, yuk mulai solat"

"imam ya ri, jamaah aja kita" kata naufal sambil berdiri di belakang fahri yang di susul izra.

"haaaa.... Aku pula yang kena" jawab fahri seadanya,dan mengambil ancang ancang untuk menjadi imam.

"allahuakbar" fahri mulai takbir dan di ikuti oleh izra dan naufal, solat di mulai dengan fahri membaca surah al fatiha dan surat pendek lainnya.

Solat zuhur selesai, izra dan naufal sudah pergi terlebih dahulu ke kantin berbeda dengan fahri yang masih diam dalam duduk nya berdoa dan berzikir kepada yang maha kuasa dan maha pencipta.

"subahanallah" suara fahri dengan pelan namun jelas menyebut setiap kata itu di setiap untaian tasbih.

"Alhamdulillah" fahri kembali mengucapkan di setiap untaian tasbih.

"Allahuakbar" lanjut fahri, lalu dia berdoa dan bersujud kembali.

Fahri tau dia bukan manusia suci bahkan jauh dari kata sempurna namun ajaran abi nya membuat fahri menanamkan diri untuk selalu mengingat sang pencipta, fahri tau setiap hari ia akan membuat kesalahan baik di sengaja atau tidak setidaknya fahri berusaha memperbaiki dengan memohon ampun kepada allah.

Fahri memasang sepatunya, lalu menaru tasbih di saku celananya dan berjalan ke kantin, bisa di lihat keempat temannya sambil menunggunya makanan belum mereka sentuh sama sekali.

"lama banget bro ngantri kah? " tanya rey yang melihat fahri duduk di sebelah naufal.

"enggak ngantri sori lama ya" jawab fahri senyum dan mengambil makananya.

"asik di pesenin bakso, di bayarin nih? " lanjut fahri sambil memakan baksonya tentu yang lain juga mulai memakan baksonya

"enggak tuh pake duit revan gantiin duit dia" jawab rey

Revan tersenyum dan menjawab santai " pake duit lo kok ri kan dompet lu sama gua"

"uhuk" Fahri keselek.

"he makan pelan pelan bego ri, mentang mentang gak makan dari pagi, lu makan gak di kunyah kaya leak sia" kata naufal sambil memberikan teh botol ke fahri.

Fahri mengambil teh botol itu dan meminumnya, dengan perlahan tenggorokannya mulai membaik dan dia melirik revan yang memasang wajah 'salah gua apa? '

"revan siapa yg suruh lo buka dompet gua? "

Salam Dan Shalom [ TAMAT ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang