👑⁞Chapter. 9.5 : Flashback Raja Miya

1K 179 13
                                    

Dahulu sejak Raja Miya masih muda baru berumur 19 tahun ia meminta izin kepada sang ayah untuk bisa pergi berpetualang, menggembara sama seperti kakeknya.

Awalnya Raja Miya tidak diijinkan oleh sang ayah, namun dengan keinginan dan tekad akhirnya Raja Miya diijinkan oleh ayahnya untuk bisa pergi menggembara ke negara-negara yang bisa ia kunjungi. Namun dengan satu syarat adalah, tidak boleh menikah dengan sembarangan orang, karena Raja Miya sudah di jodohkan dengan putri dari Kerajaan lain.

Tapi semua itu di bantah dengan mudah.

Saat Raja Miya berkunjung ke negara tetangga, di kota sang Raja melihat gadis ber rambut pirang kekuningan, dari suara dan senyuman yang lembut itu, saat itu sang Raja merasa jatuh cinta pada pandangan pertama.

BRUKK!!!

Saat berjalan mengelilingi kota, tidak sengaja Raja Miya menabrak seorang gadis di depannya.

"Maafkan saya, saya tidak sengaja. " Ucapnya sambil membantu gadis itu berdiri dari jatuhnya seraya mengulurkan tangannya.

Gadis itupun menoleh kearah Raja Miya lalu tersenyum manis. "Tidak apa, saya juga meminta maaf karena tidak melihat-lihat saat saya sedang berjalan tadi. " Ujar gadis itu.

Demi dewa, kami-sama, suaranya bak bagaikan seorang bidadari yang baru saja turun dari surga-Nya, apa ini sudah menjadi sebuah takdir untuknya?

Gadis itu menjabat juluran tangan dari Raja Miya.

"Terimakasih. " Ucapnya lagi. "Tapi belanjaan ku.. " Ucapnya pelan sambil melihat barang belanja bawaannya yang jatuh berserakan dimana-mana.

Raja Miya yang tentunya merasa sangat bersalah langsung mengumpulkan semua barang belanjaannya gadis itu, namun ada satu benda yang sepertinya tidak bisa gadis itu bawa pulang kembali.

"Saya sungguh minta maaf vas kecil milik anda menjadi pecah gara-gara saya yang menabrak anda tadi. " Ucap Raja Miya sambil menunduk, benar-benar merasa bersalah seumur hidupnya.

Gadis itu hanya diam, jika mengira dia akan marah kalian salah besar, dia malah tersenyum sambil membenarkan rambutnya ke belakang telinganya dan berkata. "Apakah satu vas kecil seperti itu lebih berharga dari pada apa yang sudah saya miliki sejak ini? " Ucapnya yang tentu saja membuat Raja Miya kebingungan.

"Saya bersyukur anda tidak terluka saat menabrak saya tadi, untung saja pecahan kaca dari vas itu tidak mengenai dan melukai anda. " Ucap gadis itu lagi.

"Saya bisa membeli vas itu lagi. Tidak apa. "

Sepertinya Raja Miya di buat gila dan hilang akal oleh gadis ini, benar-benar seperti seorang malaikat berwujud bidadari.

"Saya akan membelikan yang baru untuk anda sebagai tanda permintaan maaf saya. "

Gadis itu terbelalak kaget, lalu kembali tersenyum seraya mengucapkan. "Arigatou... "

****

Setelah beberapa waktu, minggu dan bulan berlalu kini Raja Miya dan gadis itu sangat dekat, bahkan kini mereka saling mencintai satu sama lain.

Kemana-mana selalu bersama, bahkan Raja Miya pun membuat rumah untuk bisa mereka tinggali bersama.

"Oeee... Oeee... Whee.... "
"Hwee... Oeee... Oeee.... "

Tangisan bayi yang baru lahir itu..
Semoga membawa kebahagiaan untuk mereka kedepannya.

"Anak kita. "

My Prince SAKUSAATSUMU:Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang