Hubungan ku dengan mas Danar membaik, begitupun dengan orang tua kami, telah kembali seperti dahulu, hanya saja Bang Saka yang kadang kala masih suka cerewet kepada mas Danar.
[Dek Alhamdulillah Mas keterima seleksi Adminitrasi]
Bunyi pesan singkat dari mas Danar yang terakhir kuterima dari beberapa pesan yang berderet, karena sejak di rumah sakit ponselku habis baterai hingga sampai rumah ponsel kuisi daya, dan menghabiskan waktu sore hariku bersama keluarga.
Dengan kepulangan Samuel yang akan membantu Ayah di kantor, serta kunjungan keluarga kecil Bang Saka membuat suasana rumah menjadi ramai.
[Selamat Mas, kapan ujian SKD nya?]
Beberapa detik centang dua abu, berubah menjadi biru, dan terlihat Mas Danar sedang mengetik balasan.
[Bulan depan di jadwal pengumuman]
[Belajar yang rajin Mas, Eca doa in sukses]
[Amin]
Setelah jawaban terakhir mas Danar tak lagi aku membalas pesannya, kini sudah begitu larut dan kurasa saat ini waktunya diriku beristirahat.
*****
Terbangun di pagi hari karena ketukan pintu oleh si kembar, tetapi kurasa ini bukan lagi pagi karena matahari sudah terlihat bersinar terang dari celah gorden.
"Aunty sarapan"
Benar saja pastinya hari sudah siang, dan memang hari ini aku sedang datang bulan membuat Bunda juga tak mengganggu tidurku.
Setelah ketukan pintu dan ajakan si kembar sarapan, kini keduanya telah berdiri di depan meja riasku, mencari sesuatu yang tak kuketahui.
"Kalian berdua ngapain?"
"Cari parfum"
"Jangan parfum itu, yang di rak itu aja"
Teriaku dengan cepat melompat turun dari atas ranjang, pasalnya si kakak telah mengambil parfum yang harganya lumayan mahal, bahkan aku sendiri pun berusaha menghemat dalam memakainya.
"Yang ini aja"
Kuberikan parfum untuk bayi, karena aku cukup menyukai harum bayi, mulai dari minyak telon, sampo bayi sampai dengan cologe bayi.
"Pelit amat, Aunty sudah tertular sama maminya dek Cici"
"Kalau ngatain pelit enggak usah sekalian"
"Iya-iya baik"
Begitu kompaknya si kembar memujiku setelah sebelumnya mengataiku pelit seperi Eci, kemudian bergantian memakai parfum dan keluar dari kamarku, dan sebelum keduanya benar-benar keluar kamar, kembali mereka memberiku informasi.
"Oh ya Aunty, di bawah ada Uncle Danar"
Tentu saja aku terkejut, bukankah semalam mas Danar mengirimkan pesan padaku jika dirinya telah lolos seleksi adminitrasi dan tak mengatakan jika dirinya akan ke Jakarta.
Kucuci mukaku dan menggosok gigi sebelum turun kebawah untuk ikut sarapan bersama yang lain.
"Anak perawan jam segini baru bangun"
"Gue janda Sam"
Bang Saka terbahak-bahak ketika kujawab ledekan Samuel jika diriku janda bukan lagi anak perawan, meskipun kujamin seratus persen jika diriku benar-benar masih bersegel walupun berstatus janda.

KAMU SEDANG MEMBACA
Jodoh Dentist (Tersedia Lengkap Di Ebook)
RomanceMenikah dengan seseorang yang sejak kecil sudah mengenal diri kita, keluarga besar bahkan mengetahui hal-hal buruk yang kita simpan, bukan lah hal mudah jika pernikahan itu hasil perjodohan yang dipaksakan. Berawal pernikahan yang diharapakan untuk...