Tangan yang lebih besar sibuk membersihkan luka yang terdapat pada tubuh pria pendek di depannya, sesekali menatap cemas lantaran sang empu melenguh kala dinginnya alkohol menyentuh kulit.
"Bagaimana bisa jadi seperti ini" gerutu Kakucho.
"Aku tidak sengaja jatuh saat bekerja"
Bohong. Jelas Kakucho tahu jikalau pelanggan Izana hari ini adalah seorang wanita gila yang hobi menyiksa, Mucho memberitahu kalau Izana sempat pingsan karena belakang kepalanya dipukul oleh pengawal wanita itu. Izana itu cukup abstrak untuk ditelusuri, tak heran beberapa pelanggannya kesal jika pernyataan cinta mereka ditolak mentah-mentah.
"Bisa berhenti saja ? Aku tidak mau melihatmu bekerja di bar lagi" nada Kakucho sedikit meninggi, jelas mengagetkan sang lawan bicara.
"Aku tidak bisa, Mucho sudah banyak membantuku" ujarnya membela diri.
Selama ini Izana berbohong, ia bilang cuma jadi seorang bartender, padahal Kakucho sudah tahu seluk-beluk pria bermata indah ini.
Hening, ruang tamu yang begitu besar dan penuh dengan barang koleksi yang memiliki nilai jual mahal ini jadi saksi kebohongan busuk dua manusia. Walaupun memiliki banyak pelayan, tapi sang tuan rumah sangat tak suka jika Izana disentuh orang lain, itulah sebabnya cuma dirinya yang berada di ruang tamu dan mengobati luka Izana.
Walaupun cuaca dingin dan kurang bersahabat namun Kakucho rela menjemput Izana ke bar, padahal jarak bar dan rumahnya cukup jauh.
"Kakucho aku membawa-" perkataan pria berkacamata itu terhenti kala melihat sang pemilik rumah sedang bersama seseorang. Jadi inilah alasan mengapa beberapa pelayan melarangnya masuk.
"Oh maaf, aku tidak tau" baru berniat melangkah pergi, Kakucho memanggil pria itu.
"Tunggu Kisaki, aku tau kau ingin memberikan data baru" Kakucho bangkit, menghampiri Kisaki sembari menghela napas kecil.
Awalnya keduanya hanya berbicara tentang pekerjaan biasa, namun saat di percakapan terakhir Izana sempat mendengar jika pria bernama Kisaki menyinggung soal kekasih.
"Kau sudah bertanya padanya ?"
"Mana mungkin, dia hanya *host club yang biasa ku sewa. Tidak mungkin dia menyukai seorang pelanggan, dan itu juga melanggar kontrak kerja" balas Kisaki tak terima. Tampaknya mereka sedang membicarakan seseorang.
"Perasaan tidak ada yang tau, lagipula menurutku dia lebih mirip pemilik bar ketimbang seorang host"
"Ekhm" keduanya menoleh, Izana tersenyum simpul seraya melirik keduanya. Kakucho sadar kalau dehaman pria berambut keriting mengisyaratkan ingin berkenalan.
"Maaf aku hampir lupa."
Izana berdiri, lalu menghampiri Kisaki dan Kakucho.
"Kisaki ini Kurokawa Izana, teman yang aku ceritakan padamu waktu itu" Izana menyapa sopan, tak lupa juga memberi senyuman hangat.
"Izana, ini Kisaki Tetta, mantan pacarku"
Iris ungu itu tampak terkejut, namun masih berusaha menutupi. Barusan Kakucho bilang mereka adalah mantan kekasihkan ?
"Salam kenal" sahut Izana ramah.
Sejujurnya ia agak kesal, kenapa Kakucho belum memberitahu soal ini, padahal mereka sudah sering bertemu beberapa minggu ini.
"Oh iya, sebentar lagi aku harus bekerja. Kalau begitu aku permisi dulu" Izana pamit, lalu beranjak dari tempat itu.
"Sampai nanti Kakucho" serunya seraya melambai.

KAMU SEDANG MEMBACA
Finale [Kakuiza ft. Hankisa]✔
Fanfic[Tamat] Bagaimana jika Izana, sang gigolo yang selalu memuaskan, dan mendominasi pelanggan wanitanya ditaklukan oleh seorang pria penurut yang merupakan sahabatnya sendiri. Kakucho hanya ingin membebaskan 'rajanya' dari mimpi buruk dan kembali bers...