Sudah berapa lama sejak hari itu, hari dimana kita adalah sepasang kekasih.
Lee chaeyong tak pernah berfikir akan kembalinya pria yang begitu di rindukannya, 5 tahun menghilang bukan lah waktu yang sebentar bagi chaeyong meratapi kebodohannya yang m...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Vote nya jangan lupa (。♡‿♡。)
-
.
.
.
Batasan itu sungguh nyata, walau dikata tak ada.
Seberapa teguh ia mengelak dan seberapa teguh pula batas itu meluap tak mau kalah. Ingat, kau hanya mantan kekasihnya,perasaan sudah terbakar habis hingga menjadi abu, kau yang terlalu berharap lebih hingga lupa akan status kini! Namun habis sirna di telan ego, hati tetap bersikukuh tuk lampaui batas. Bagaimana mereka menghidangkan segala luka yang buatmu tutup simpati. Angan-angan bahagia yang di damba tak kunjung cipta hingga hari ini. Sebenarnya kau menyandang status apa?, Tritagonis?
Sarapan bersama pagi itu terakhir kali kau melihatnya,1 bulan yang lalu. Setelah ia beranjak meninggalkan mu kau tak lagi menerima kabar darinya, khawatir tentu iya, namun kau memilih menutup rapat akan simpati itu, percaya yang ia janji, buatmu goyah tuk percaya atau tidak
"Junhoe, bisa kosongkan jadwalku sore ini?,aku ingin pulang cepat!" Pintamu pada junhoe. Pria jangkung itu sungguh menjadi sekretaris mu, ayahmu yang tak mau menurunkan jabatannya, "dia sempurna dalam bekerja!" Katanya
Ada apa?, Kau sakit?, Kenapa tak mengatakannya dari tadi aku bisa.... Dengan ancang-ancang akan melemparnya bolpoin berhasil menghentikan ucapannya, kau baru tau sisi lainnya, dia sedikit cerewet.
"Aku baik-baik saja jangan berlebihan!"
Ia hanya cengengesan menanggapi mu kemudian fokus kembali
"Baiklah, pertemuan dengan tuan Hwang akan di tunda Hangga besok pagi, dan meeting malam ini akan di pindah setelah makan siang besok!" Ucapnya mendikte apa yang ia ketik di layar canggih miliknya
Kau mengangguk menanggapi nya, setelah nya kau bersiap neranjak dari sana "aku pulang sekarang, jangan katakan pada appa aku pulang lebih awal!" Ucapmu sebelum menghilang di sebalik pintu
• • •
Jennie yang sejak 2 bulan lalu telah menentukan hari pernikahannya yang bertepatan malam ini. Dia sungguh keterlaluan, apa dia ingin mempermalukan mu dengan mengundang 3 angkatan masa SMA yang sudah pasti mereka telah memiliki pasangan masing-masing. Kau tak masalah jika saja tak mengingat saat reuni tahun lalu dimana mereka mengeluarkan komentar-komentar tak baik tentang dirimu yang masih sendiri hingga kini, masih ingat dengan ucapan Mina_gadis yang pernah menguncimu di perpustakaan, dia yang tiba-tiba mengungkit masa lalu tentang Jimin yang begitu terang-terangan mempermalukannya demi dirimu
"Dimana kekasih tampan mu itu sekarang?!" Katanya kala itu. .
Kau melangkah masuk kedalam sebuah butik yang terbilang mewah, itu milik salah satu temanmu, Kim Jisoo yang telah berkeluarga sejak 3 tahun yang lalu, dan di karuniai seorang putri setahun setelahnya