.
.
.
Happy reading."GIIII SEGIII"
"Apaan anjir teriak-teriak?! Lo kata nih rumah hutan mangrove?!" Ujarnya ketika mendengar seorang pria tengil yang kali ini datang membawa semua atensi nya pada pria itu.
Zionil alsenda. Pria beralis tebal itu kini menghampiri Regi di sofa ruang tamu milik keluarga besar regi.
Zion yang kerap di panggil alsen ini tahu betul di jam jam begini pria mungil bernama Regi Arezsta ini sedang sibuk melihat sinema kartun lucu di YouMet bernama 'Akhlak gantung'.
"Gi, temenin gue yuk?" Mohon Alsen yang kini terduduk menyamping sembari menggoyang-goyangkan tubuh Regi.
"Temenin kemana?" Tanya regi balik bertanya pada pria yang kini menuturkan kata-kata permohonan.
"Ke KUA."
"Setan Lo!" Umpatnya yang kini menghadiahi sebuah tabukan keras di area pipi Alsen.
Plak!
"Asu! Sakit nyuk!" Misuh Alsen sembari memegang pipinya yang kini menjadi korban tabukan Regi.
"Su asu, bahasa Lo bisa di filter gak sih sen?!"
"Apa sih? Asu bukan misuh ya babi?" Belanya dengan penuh keyakinan.
"Terus? Apa?" Regi kembali bertanya sambil menaruh iPad nya ke meja tamu dan mulai berfokus pada Alsen.
"Asu itu 'Aku sayang kamu' jiakhh yang di sayang Alsen!"
Sumpah! Pen gue gajul nih orang! Batin Regi yang kini siap menerjang Alsen dengan penuh dendam.
"ALSEN!"
"APA?!" Balasnya dengan tatapan penuh berani.
"MUSNAH LO DARI RUMAH GUE!" Gertaknya yang kini bergerak dalam misi memusnahkan Alsen.
Alsen, si pria tengil yang mendapatkan lampu merah sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja langsung berhambur lari kabur dari hadapan Regi.
Ya. Itulah mereka. Si reog Regi Arezsta bersama pria tengil Zionil Alsenda. Mereka berdua sering kali terlibat dalam scene yang menegangkan namun terlihat begitu mesra. Siapa sangka? Jika mereka berdua memiliki moto hidup untuk jomblo dan memilih fokus menikmati kesendirian mereka.
"Lo berdua bisa gak sih gak usah uwu di depan kita? Katanya temen! Tapi tingkah kok kek orang taken?!" Semprot Renja yang mulai jengah dengan interaksi keduanya.
"Tau tuh! Gak tau apa sini jengah lihatnya, baru juga sampe di nih rumah udah di suguhi drama korea aja." Timpal Juan yang ikut menonton adegan kurang sopan antar kaum jomblo itu.
Kedua sejoli yang tengah di cibir itupun menoleh kearah kedua makhluk yang kini masih berdiri jengah di depan pintu masuk runah Regi.
"Apa lo berdua? Udah biasa juga temen kek gini. Kan lagi jaman tuh, manggil sayang padahal temenan. Ya gak gi?" Sahutnya pada Regi yang dijawab Regi ancungan jempol.
"Yoi! Seratus buat zilbrah!" Serunya yang di hadiahi Alsen tatapan menghunus.
"Zilbrah mata Lo dua!"

KAMU SEDANG MEMBACA
Bukan Teman Mesra || Sungsun • Sunghoon - Sunoo (Continued)
Humor"Ngapain pacaran? Kalau manggil temen sendiri sayang aja bisa." ... "Goblok banget, itu berarti gue ini suka sama Alsen. Kenapa sih lo, Gi?! Bisa suka sama biawak dinding?" Bercerita tentang dua sohib jomblo yang memiliki nasib yang sama, humor yan...