18+💦

113K 598 5
                                    

^ Happy reading ^

• I hope you like this chapter •

LET'S START!!

...
...

🌼🌼🌼

Jian dan Lia baru saja sampai di apartemen Jian. Memang, setelah dari kampus, Jian mengajak Lia ke apartemen miliknya.

"Loh, mama kamu mana? Katanya mau ketemu aku. Kok gak ada?"

"Emang mau ketemu. Tapi gak sekarang."

"Terus ngapain kamu ngajak aku kesini. Aku pikir beneran mau ketemu mama kamu sekarang."

"Iya sabar dong. Kan gak harus sekarang."

Jian menarik Lia duduk di pangkuannya. Jian mengecup singkat bibir Lia dan memainkan rambut Lia.

"Ish! Minggir ah, aku mau pulang."

"Ngapain pulang? Papa mama kamu kan belum pulang ke rumah. Disini aja dulu."

Tring... Tring... Tring...

Ponsel Jian berbunyi menandakan ada panggilan masuk. Lia menengok ke arah sofa melihat layar hp Jian yang bertuliskan nama Syifa.

DEG!

"Syifa? Mantan pacar Jian? Ngapain dia nelfon Jian?" -Batin Lia.

"Bentar Li, gue angkat telfon dulu."

Jian berniat berdiri untuk mengangkat telfon. Namun, Lia mengalungkan kedua tangannya di leher Jian.

"Ngapain?" -Tanya Jian.

Lia mencium bibir Jian dan sedikit memainkannya. Jian yang peka terhadap sikap Lia dengan senang hati membalas ciuman Lia.

Tring... Tring... Tring...

Ponsel Jian kembali berbunyi. Membuat Jian menghentikan ciumannya dengan Lia.

"Bentar Li, gue angkat telfon dulu."

Jian kembali berniat untuk berdiri. Namun, lagi-lagi Lia menahan Jian.

"Kenapa sih? Orang gue mau angkat telfon bentar. Siapa tau kan penting."

Lia menggeleng tanda tidak setuju.

"Bentar ya gue angkat telfon dulu. Gak lama."

Lia berdiri mengambil ponsel Jian. Dirinya menerima panggilan yang ada di ponsel Jian dan menempelkan ponsel tersebut di telinga Jian. Sementara dirinya kembali duduk di pangkuan Jian dan sedikit menempelkan telingannya di ponsel Jian agar bisa mendengar pembicaraan Jian.

"Halo, Jian..."

"Syifa." -Batin Jian.

"Hm, halo Syif. Kenapa nelfon?"

"Jian, bisa jemput aku? Aku lagi di kantor papa kamu. Katanya suruh minta jemput sama kamu aja kamu ada di rumah."

"Dih, segala di turutin lagi basa basi papanya Jian. Kan bisa pulang sendiri pake taksi." -Batin Lia.

my boyfriend is a pervertTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang