Chapter 3

7 1 0
                                    

"WOY BISA DIEM GA?"

"Aw aw yang lagi serius" Singto godain kris jangan cemberut pasalnya kris yang paling males kalau urusan belajar.

Sesampai nya di kelas suasana langsung lenyap, bagaimana nggak senyap ada manusia bak dewa masuk ruangan tinggi, tampan, dingin dan terkesan angkuh. Sedangkan yang dibengongin masa bodoh.

Kita tinggalkan urusan ngajar mengajar karena gua males ngejelasin ribet pokoknya mah capek juga jadi gua ngetik hadeh:v

Sudah seminggu tak terasa mereka kuliah kegiatan tahun ajaran baru pun sudah usai entah apalah namanya gua males ngejelasin dan disinilah mereka di kantin fakultas.

"Kana lu mau makan apa ntar gue yang mesen" Cindy bertanyaan penuh perhatian.

"Apa saja yang penting enak dan mengenyangkan"

"Baiklah tunggu di sini ya jangan kemana-mana" Cindy menginstruksi kana takut kelayapan kalo nyasar bisa berabe.

"Iya bacot" dengan manjanya kana berucap sama Cindy, ya begitulah kana kalau sama orang terdekatnya dia akan Manja dan terlihat menggemaskan.

"Ya udah tunggu bentar ya" Cindy berjalan mau memesan makan siang mereka tetapi sebelum Cindy pergi dia mengusap rambutnya kana sayang dan kana senyum.

Seisi kampus sudah tahu hubungan Cindy dengan tanah yang lengket bak perangko tapi yang gak mereka tahu apa hubungan mereka sebenarnya di mana ada Cindy di situ ada kana dan begitu sebaliknya

Cindy yang posesif dan Kana yang manja suka diartikan sama semua orang yang enggak tahu hubungan mereka sebenarnya.
Tapi Cindy dan Kana bodo amat itu semua hanya desas-desus kenyataannya kan beda

Kana dan Cindy memakan siangnya mereka dengan diselingi canda dan tawa tanpa mereka sadari ada sepasang mata tajam yang mengamati pergerakan mereka dari tadi. Bukan mereka tapi hanya pada kana, mengamati bagaimana bibir mungil itu, mengunyah mata bulat itu hidung mancung kecil dan pipi yang sangat kembang kempis karena mengunyah makanan yang sangat menggemaskan menurut arlan.

Ya dia Arlan, arlan yang mengawasi pergerakan Kana sejak 3 hari yang lalu arlan sudah mengawasi Kana siapa yang enggak dengar berita bahwasanya di kampus ada Dewi Fortuna. Bisik-bisik itu sudah selalu arlan dengar sampai dia melihat sendiri makhluk indah itu cantik, putih, mungil, indah sempurna bak Dewi.

"Dia harus jadi milikku"

Kalimat itu baru kali ini didengar oleh sahabatnya Arlan. Kalimat sakral itu baru pertama kali Arlan ucapkan dan itu mutlak begitupun dengan para sahabat arlan akan mendukung melindungi sudah ditandai Arlan. Itu hukum mutlak bagi black wolf. Apapun yang di hak patenkan oleh bos mereka, mereka akan melindungi dan mengorbankan apapun untuk melindungi milik sang bos, walaupun nyawa taruhan.

"Cari tahu tentang kana selengkap dan jangan lambat" perintah Arlan

"Siap laksanakan bos" Jordan/singto/Mahendra/kris.

Setelah seharian berkutat dengan mata pelajaran masing-masing akhirnya selesai juga.

"Cin nanti kita mampir beli es krim ya boleh?"

"Ya boleh kana kau sudah gede kuliah lagi masa jajannya es krim itu kan makanan bayi"

"Menyebalkan pokoknya aku mau es krim."

"Iya ya"

Cindy menggendong Kana ala Kuala menuju mobil. Aneh mungkin dilihat orang orang tapi kana dan Cindy asik saja, Seharusnya kan yang menggendong kana bukan Cindy tapi mereka tidak menghiraukan omongan seperti itu.

Dan bercandanya mereka tak luput dari penglihatan Arlan dan sahabatnya. Bagaimana bisa kana manja sama Cindy?

Arlan sudah tahu tentang hubungan persahabatan antara Cindy dan Kana informasi sekecil itu tidak butuh beberapa hari buat anak buah Arlan Untuk menggali informasi sekecil apapun itu. Dan Arlan pun tahu kalau Cindy segitu sayangnya kepada kana tapi Arlan tidak punya prasangka buruk terhadap Cindy sekali lagi Arlan tahu segalanya. Dan pengintai itu tanpa sepengetahuan kana *menurut Arlan.

Brakk...

Bughhh...

Bughhhhhhhh...

Aw. Aaaaaaa....

Suara-suara itu sudah terbiasa terdengar di markas blackwolf. Tempat di ruangan rahasia markas. Sudah menjadi rutinitas bos itu menyiksa penyiksaan penghianatan yang mengganggu ketenangan seorang Arlan

"Ampun bos ampun ampun"

"Hei kau pikir ini pengadilan hah minta ampun ampun"

Cetar..

Bughhhhhhhh

Cutss...

Bughhh...

Bukan tendangan dari Jordan mengenai penghianatan itu. Bau anyir sangat ketara, darah mengenai dimana-mana para tikus-tikus itu sekarang meratapi kebodohan mereka karena berani berkhianat dengan bos mereka padahal mereka tahu akibat dari penghianatan di black wolf tapi mereka Dengan bodohnya melakukan itu demi setumpuk uang menjual informasi pada musuh-musuh wolf

Suara tembakan sangat terdengar di ruangan tersebut 1 mata kiri satunya di mata kanan dan terakhir di dahi maka tamatlah penghianat itu

"Giling daging beserta tulang-tulangnya jadi kan makanannya Joni *anjing peliharaan Arlan

Mobil hitam terparkir rapi di depan mansion Arlan suara derap langkah bergema di mansion itu langkah demi langkah Arlan lalui diikuti keempat sahabatnya tersebut langkahnya terhenti di ruangan tamu tepatnya di depan kedua orangtua Arlan.

"Katakan"
To the poin Arlan males berdebat dengan dady

"Jadi.."

-
-
-
-
-

Happy reading and always staysafe healthy.

Jangan lupa tinggalkan jejak kalau sudah membaca dengan mengklik tanda bintang dengan itu kalian selalu sport author ☺️
Sekarang bisa lanjut ke chapter selanjutnya staytune...

See you.....

>15-Nov-2021<

[BL] I'M MAFIA (On Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang