it's okay, don't worry| junchan

1.8K 129 2
                                    

slight +18



-----

Tangan Chan melingkar di leher kokoh suaminya, dengan kedua kakinya yang memeluk pinggang Junhui dengan erat serta punggungnya menempel di dinding yang terasa dingin.

Mata Chan memandang mata suaminya dengan sayu, deru nafas keduanya saling beradu dengan ritme dua kali lebih cepat karena kehabisan oksigen setelah melakukan ciuman beberapa yang detik lalu.

Setelah mengatur nafasnya, kini Junhui menidurkan Chan di atas kasur mereka dengan pelan dan sangat berhati-hati, inilah kenapa Chan jatuh cinta dengan sosok suaminya tersebut, karena Junhui adalah orang yang penyayang dan juga lembut.

Junhui pun memposisikan dirinya diatas Chan dan menahan tubuhnya dengan sebelah tangannya menghindari dirinya dari menindihi tubuh sang suami.

Junhui menyapukan sebuah ciuman di leher putih milik Chan dan kemudian mulai menghisap leher itu hingga meninggalkan sebuah tanda kemerahan, dan Chan pun mengeluarkan suara lenguhannya yang semakin membuat Junhui gencar meninggalkan tanda di setiap leher dan rahang milik Chan.

Karena sudah tidak dapat menahan nafsunya kala mendengar Chan yang terus memanggil-manggil namanya disetiap desahannya Junhui pun mulai membuka kancing baju milik Chan dengan tangan kirinya sementara itu ia membisikan sebuah kata-kata romantis ditelinga sang suami yang membuat Chan semakin merengek untuk meminta hal yang lebih.

Setelah selesai membuka baju milik suami manisnya sekarang giliran Junhui untuk melepaskan pakaiannya.

Baru saja ia selesai membuka kaosnya dan melemparkannya ke lantai, sebuah ketukan pintu berhasil membuat keduanya mengalihkan perhatian kearah pintu, sepasang suami itu juga kompak untuk diam.

Samar-samar keduanya dapat mendengar suara isakan tangis dari depan pintu dan itu membuat Junhui maupun Chan langsung memakai kembali pakaian mereka dan merapikan tempat tidur.

Setelah selesai Chan berjalan dan membuka pintu kamarnya, sekarang ia bisa melihat siapa sosok tersebut.

Anak kesayangannya dan suaminya itu sekarang sedang menangis dengan rambut yang terlihat berantakan sembari memeluk teddy bear dengan erat.

"Ayah huhuhu hiks- ay-ayahh"

Chan dengan cepat membawa putrinya itu kedalam rengkuhannya dan mengangkat putrinya lalu membaringkannya keatas kasur di sebelah suaminya.

Junhui pun lantas memeluk anaknya itu yang kini masih terus menangis, melihat anaknya yang seperti itu membuat keduanya cemas dan juga panik.

"Shhh ada apa sayang? Berhenti menangis ya? Sini cerita sama ayah dan papa" ucap Junhui sambil merapikan rambut milik Saera.

Chan ikut berbaring dan membentangkan selimut untuk ketiganya setelah itu ia ikut memeluk malaikat kecilnya.

"Adek mimpi b-buyukk, se-seyeem hik-hiks" setelah mengatakan hal tersebut tangis Saera pecah dan berbalik kearah kiri untuk memeluk ayahnya dengan erat.

Badan mungil itu bergetar di dalam rengkuhan Chan, hal tersebut tentu saja membuat Junhui dan Chan semakin khawatir.

Tangan Chan yang hendak mengelus surai putrinya langsung berhenti karena menyentuh dahi milik anaknya tersebut yang terasa panas.

Sepertinya malaikat mungilnya itu rewel bukan hanya karena mimpi buruk tapi juga karena demam akibat terlalu lama bermain air dengan Junhui saat mencuci mobil tadi pagi.

"Ada apa Chan? " tanya Junhui dengan nada khawatirnya.

"Saera demam" jawab Chan yang sekarang mulai beranjak dari tidurnya dan tentu saja itu membuat tangisan Saera semakin keras.

habromania : lee chan oneshotsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang