[Berlatar di Amerika]
Pertemuan tanpa sengaja yang mengantarkan Kylie Stephanie Caldwell pada sebuah kesengsaraan. Penculikan yang terjadi, membuatnya jatuh pada sosok pria dingin yang tak mempunyai hati. Kylie memang dilepaskan. Namun, bukan berart...
Saat ini, Mark dan Kylie tengah makan siang. Setelah kejadian tempo hari, Mark memutuskan untuk merawat Kylie. Ia bahkan tidak pergi ke Markas beberapa hari ini.
Mark menatap Kylie yang masih melahap makanannya. “Kita sudah lama berdiam di rumah, apakah kau mau pergi jalan-jalan?” tanya Mark sembari mengusap rambut Kylie pelan.
“Kurasa badanku masih belum fit, Mark. Lebih baik aku di rumah saja,”
Mark mengangguk kecil. “Okay, how about Netflix and chill? Sepertinya ada film terbaru minggu ini.”
Mark memberikan penawaran yang terdengar menggiurkan. Kylie mengangguk mendengar ajakan Mark. Seharian di rumah dan menonton film. Kenapa tidak?
“Film apa yang kau sukai, Kylie?” tanya Mark kemudian.
“Aku suka semua genre film, terutama film bergenre horor.”
“Kebetulan sekali aku pun sangat menyukai film horor, baiklah kita akan menonton setelah ini, sekarang habiskan makananmu!”
🍁🍁🍁
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Selesai makan, Mark mengajak Kylie untuk menonton film di kamarnya.
Kamar ini begitu luas, dengan warna hitam yang mendominasi. Persis seperti kamar Fergio. Namun, ruangan ini terlihat lebih nyaman. Di sisi lain kamar ini, terdapat sebuah ruangan bersekat kaca, yang memisahkan antara tempat tidur dan tempat bersantai.
Sebuah televisi besar tergantung di dinding ruangan kaca tersebut. Tersedia juga kulkas mini untuk menyimpan minuman dingin. Sofa-sofa besar di ruangan itu terlihat begitu nyaman. Kamar ini layaknya bioskop pribadi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“Waw, Mark. Ini sangat menakjubkan!”
Mata bulat Kylie mengelana menelusuri setiap inci dari ruangan ini. “Bukankah di rumah ini terdapat bioskop pribadi? Lalu untuk apa kau membuat ini semua, Mark?”