11. Real?

129 13 3
                                    

Cukup lama Seichi memilih kado natal untuk keluarganya,

"Apa kau aku akan membelikan untukku juga hmp?" ucap Hoshi bercanda,

"Tch, bukan kah harusnya sebaliknya?

Hoshi-san yang membayar belanjaan ku?" ucap Seichi angguh begitu mirip dengan Akashi Seijuuro, hanya saja menggunakan wajah Kuroko.

"Eh, apa kah ada yang hoshi inginkan?

Mau aku belikan?" ucap Hoshi mendekati Seichi layaknya anjing yang mendekat ke majikannya,

"Hoshi-san akan membelikan apapun?" ucap Seichi tiba tiba tersenyum begitu manis bak anak kecil yang di janjikan mainan impiannya,

"Emp, tentu saja" ucap Hoshi menikmati kemanisan senyuman Seichi.

Lalu Seichi berkeliling toko dan memilih beberapa sweater, jaket, topi rajut dengan model yang dia suka,

"Udah itu saja?" ucap Hoshi masih mengikuti kemanapun Seichi melangkah,

"Emp" ucap Seichi sangat senang,


"Apa syal yang kau pilih itu juga gak sekalian?" ucap Hoshi,


"Iie, ini hadiah spesial, jadi hanya aku dan Seiya-nii yang akan bayar" ucap Seichi dingin,


PPIPPP PIPP PIPPP

"Moshi moshi nii-chan?" ucap Seichi begitu senang mendapatkan telpon dari Seiya,

"Kamu di mana?

aku sudah selesai dengan urusanku" ucap Seiya.

"Aku ada di toko XXXXXX" ucap Seichi,


"Wakatta, aku ke sana sekarang, hmp.

apa kau sudah memilih kadonya?" ucap Seiya,


"Iya, aku memilih syal, untuk Tou-san, ayah, Sei-nii, Seiya-nii dan untuk ku" ucap Seichi sangat bersemangat layaknya anak kecil.

"Hmp, wakatta, 5 menit aku sudah di sana" ucap Seiya menutup telpon nya.


Ditempat lain, dimana Seiya tengah berjalan beriringan dengan Kage, mereka berdua menarik perhatian para pengunjung mall yang lain,


"Dia pasti terkejut melihat apa yang kau lakukan pada telinga mu ini, Seiya-kun" ucap Kage berbisik dan bibirnya sampai menyentuh ke telinga Seiya, saat Kage berbisik.


BLUSHHHHH!!!????


"????" Seiya tak mengatakan apapun dan langsung berjalan cepat meninggalkan Kage di belakang.

Ternyata Seiya pergi ada urusan untuk menindik kedua telinganya, satu telinga dia menindik 2 jadi intinya dia menindik 2 di kiri dan 2 di kanan,


tetapi hanya di telinga kanan saja yang di pasang batu permata rubi dan batu permata aquamarine.

sedang 2 lubang tindik di telinga kiri belum terpasang permata apapun, dan hanya di perban kecil saja.

.

.

.

"Seichi" akhirnya Seiya dan Kagepun sampai ke toko yang di maksud,

"Hmp?

kau bilang kau memilih syal, lalu itu?" ucap Seiya menunjuk tumpukan pakaian rajut.


"Ah ini, aku membelikannya untuk Seichi-kun" ucap Hoshi senang,


'Bakka Hoshi, apa yang kau coba katakan?

apa kau ingin membuat Seiya iri pada Seichi??' ucap Kage di dalam hati,

"Sou" ucap Seiya seolah itu bukan hal besar,

Setelah itu mereka membayar dan tak lupa meminta untuk syal syal itu di bungkus rapih.

mereka berdua pulang di antar oleh Kage dan Hoshi untuk yang kedua kalinya,

"Setelah natal apakah kalian ada acara, Seichi-kun, Seiya-kun?" ucap Kage sembari menyetir,


"Maksud Kage-san tahun baru?" ucap Seichi,

"Iya, Tahun baru nanti Seichi ada acara tidak?" ucap Hoshi menjelaskan,

"Tou-san dan ayah pasti ada acara, kami tidak ada acara, benarkan nii-san?" ucap Seichi,

"Hmp" ucap Seiya mengangguk,


"Bagaimana kalau kalian ikut kami, Seiya-kun, Seichi-kun" ucap Kage menyambung,

"Kami niatnya akan pergi ke onsen, di yokohama.

kalau kalian mau ikut, kami akan minta ijin ke Akashi-san" ucap Hoshi semangat,

"Seichi, mau pergi ke onsen~" ucap Seichi tiba tiba mengenggam tangan Seiya, seolah merayu agar Seiya juga setuju,


"Huft, wakarimashita" ucap Seiya tentu tak bisa menolak keinginan Seichi,

.

.

.

Kembali ke inggris dimana Seiji dan Tora tengah pergi ke rumah sakit,

"Kau tunggu aku di sini, hmp" ucap Seiji menyuruh Tora untuk menunggu di lobi rumah sakit, dimana banyak juga orang lainyang tengah duduk entah hendak membayar biaya rumah sakit atau hendak daftar untuk melakukan perawatan lainnya,

"Wakarimashita, Seiji-san" ucap Tora bersikap sebagai anak baik baik,

Cukup lama Tora menunggu di sana mungkin ada 45 menit hanya untuk menunggu Seiji selesai konsultasi mengenai jadwa operasi platiknya untuk menghilangkan luka di wajahnya,

"Huft, aku ingin pulang" bisik Tora sudah begitu lelah, apa lagi akibat kegiatannya semalam, tubuhnya belum kembali seperti biasa,

"Kau ingin pulang, hmp?

wakatta, aku akan minta obat saja untukmu, lalu ayo ke rumah mu" ucap Seiji yang muncul entah dari mana,

"Se-seiji-sam??" ucap Tora cukup terkejut,

Setelah pergi ke tempat penebusan obat, Seiji lalu pergi ke kediaman Tora,

mereka melewati distrik perhotelan, distrik apartemen, cukup lama di perjalanan hingga sampai ke sebuah lingkungan kos kosan sederhana dimana di sana juga dekat dengan sekolah negeri biasa, tempat Tora bersekolah.


"Kau tinggal di sini, hmp?" ucap Seiji saat melihat ruangan LDK (Living, Dinning,Kitchen dalam satu tempat) untuk pertama kali,

"Hai, Seiji-san"

"Jadi bisakah kau melepaskan celanamu sekarang, hmp?" ucap Seiji mulai duduk di atas futon,

"Eh!?"

"Aku tahu kau sangat bengkak di bawah sana, jadi cepatlah buka" ucap Seiji kesal karena Tora terus menerus malu padahal semalam mereka menghabiskan waktu untuk saling menyentuh tubuh masing masing,

". . ."Tora yang ketakutan akhirnya perlahan membuka celananya tanpa berkata apapun, dan saat itulah Seiji mengingat ekspresi tora saat ini sama dengan ekspresi kedua adiknya yang ketakutan padanya bahkan sebelum dia memiliki luka di wajahnya ini,


"HAH!

lakukan sendiri, aku akan pergi ke kombini 15 menit, aku kembali kau sudah selesai dengan obat mu ini,

dan bereskan semua pakaian milikmu itu, kau akan pindah ke kamarku" ucap Seiji berdiri lalu pergi meninggalkan kos-an Tora, berjalan kaki ke kombini terdekat.


"???" untuk sesaat Tora bingung harus bagaimana, tampaknya dia membuat Seiji marah kali ini.


sedang di saat Seiji di kombini tiba tiba smartphonenya berbunyi,

PIPPP PIPP PIPPP


"Moshi moshi, nii-san?" ucap suara lembut Seiya.

"Seiya, ada apa?

tumben kau menelpon ku deluan, hmp?" ucap Seiji kini tersenyum lembut.


"Nii-san~" ucap Seichi, ikut VC.

"Seichi?"

"Nii-san, kami sudah membelikan hadiah natal buat nii-san, Seichi yang memilihkannya" ucap Seiya tersenyum,


"Benarkah?

kalau begitu cepatlah kirim ke inggris biar aku bisa menggunakannya saat natal nanti, hmp" ucap Seiji bahagia, kemarahannya pada tora sudah hilang dalam sekejap.

"Wakatta" ucap Seichi sangat senang,

"nii-san akan kembali dalam waktu 6 bulan, kalian sekolah yang benar hmp, jangan buat nama Akashi tercoret hmp" ucap Seiji mengingatkan,

"Tanpa nii-san beri tahupun kami tahu" ucap Seiya tersenyum geli,

"Ja, kalau begitu nanti kami akan telpon lagi, nii-san" ucap Seichi, lalu telpon pun di matikan sepihak.


PIPPP PIPPP PIPPP

.

.

.
Setelah itu dia kembali ke kos-an Tora tetapi justru yang dia dapatkan adalah, Tora yang tertidur dengan beberapa obat konsimsi dan obat jel di sisinya yang masih terbuka, dan obat kapsul yang tampaknya sudah di minum juga.

"Apakah obat ini, ada efek ngantuknya?" ucap Seiji mengambil obatnya dan membaca deskripsi obatnya,

.

.

.

pukul 6 malam, Tora akhirnya terbangun, dengan pakaian tidurnya.


"Eh?" Tora mulai terbangun dan di dapati dirinya sudah kembali ke royal room dimana semalam dia menghabiskan waktu bersama Akashi Seiji.


TAP TAP TAP

terdengar dari kejauhan suara Seiji tengah berbicara di depan PC nya, tengah melakukan meeting dengan dua orang kepercayaannya, Nijimura Kage dan Nijimura Hoshi.


"Kau sudah bangun?

pergilah ke dapur aku sudah menyiapkan makan malammu" ucap Seiji, seolah tak ingin Tora mendekat ke layar video agar Kage dan Hoshi tidak melihat Tora,

"..." Tora mengangguk lalu pergi perlahan ke arah dapur.

'Apa Seiji-san malu bila aku bertemu temannya?' ucap tora mulai berfikir aneh aneh,

di meja dapur sudah ada, steak, spageti, lasanga, dan jus jeruk untuk Tora, botol white wine untuk Seiji.

Tora duduk dan mulai menyantap spageti di meja lalu di taruh ke piringnya dia mulai menikmati makanannya sampai 5 menit kemudian,

"makan yang banyak, hmp" ucap Seiji datang dan mengelus kepala Tora,

"Emp" ucap Tora hanya mengangguk,

"Oiya, mulai hari ini, kau tinggal di sini, hmp.

kau tak perlu menjadi cleaning service di hotel ini,

cukup bersihkan kamar ini saja, aku yang akan menggajimu, kau mengerti?" ucap Seiji bertanya meski dengan nada biasa, Tora terasa seperti diancam.

"De-demo?"

"Aku sudah bilang pada ladyland (Ibu kos)mu, kalau kau tak akan tinggal di sana lagi,

barang barangmu sudah ada di kamar semua, hmp.

aku tak suka di bantah jadi jangan buat aku mengulanginya lagi, hmp" ucap Seiji sembari menyantap steaknya,


"Wakatta" ucap Tora.

"Besok kau akan mulai sekolah lagi bukan?" ucap Seiji mulai menuang wine ke gelasnya,

"Emp" ucap Tora mengangguk lagi,


"Aku akan mengantarmu, dan beri tahu aku jam berapa kau pulang" ucap Seiji menyerahkan sebuah kotak berisi smartphone terbaru,

"???" sesaat tora terdiam, dan hanya melihat kotak itu tanpa menyentuhnya,

"Apa yang kau lakukan, hmp?

buka lah, smartphone ini untukmu.

aku sudah menuliskan kontak ku di smartphone ini, hmp" ucap Seiji mulai menengguk kembali winenya,

"Arigatou Seiji-san" ucap Tora mulai meraih kotak itu dan membukanya,


"Kenapa?" Seiji tak melihat ada ekspresi bahagia di wajah Tora dan itu cukup mengganggunya,


"Tapi aku tidak bisa menerima barang semahal ini, Seiji-san" ucap Tora menaruh kembali kotak itu dan mendorong ke arah Seiji,

"HAHHH! (menghela napas kasar)

Bukankah aku sudah bilang kalau aku akan bertanggung jawab, hmp.

Berhentilah berfikir yang aneh aneh, cukup terima saja, hmp" ucap Seiji mulai kembali minum.

"wakarimashita" ucap Tora sembari menyentuh tengkuknya yang kini memiliki bekas gigitan tanda bahwa Tora sudah di miliki seseorang (Akashi Seiji),

"Setelah makan tidurlah, aku pergi dulu" ucap Seiji mengatakan kalau dia hendak keluar dan bertemu teman teman kerjanya yang berada di inggris.

"Emp, wakarimashita" ucap Tora.


Setelah makan Tora mencuci piring, dan memasukan sisa makanan ke kulkas,

sedang Seiji pergi ke bar berkelas di london, dimana dia menghabiskan waktu hanya untuk berbicara mengenai pekerjaan sembari menikmati racikan minuman dari bartender terkenal bernama, Kise Kou.

.

.

.

Pukul 2 malam terdengar suara ketukan di kamar Royal dimana Tora tengah tertidur nyanyak,

"Layanan hotel kah?" Tora sedikit bingung kenapa layanan hotel se pagi ini, pukul 2 pagi.

CEKLEK

Pintu di buka Tora dan di dapati seorang pria tampan sekitar umur 23-25 tahun tengah merangkul tubuh Seiji yang mabuk tak sadarkan diri dengan tubuh berbau alkohol,

"Aku tak tahu, Akashi Seiji-san tinggal bersama adiknya ssu?" ucap pria cantik itu,

"Aku bukan adiknya" ucap Tora menatap tajam Kou sang bartender yang mengantar Seiji ke hotel.

"Tora tadaima, hmp" ucap Seiji langsung memeluk Tora dari depan,

"Egh?!" Tora menahan berat badan Seiji yang tentu tidak ringan, Kou bahkan sampai bisa melihat bite mark di tengkuk Tora.

"Ahhh~

gomen ssu, ku kira Seiji-san single ssu.

ja kalau begitu salamkan salamku padanya saat dia bangun ssu,

Toracchi" ucap Kou lalu keluar dan menutup pintu tanpa masuk selangkah pun,


"Huft, Seiji-san.

aku tahu kalau Seiji-san menandai ku hanya sekedar memenuhi rasa tanggung jawab akibat peristiwa kemarin,

tapi haruskah kamu membawa teman mainmu ke tempat di mana aku berada?" ucap Tora sedih, bagaimanapun dia masih muda dan baru merasakan perasaan serius seperti ini,



TBC

Sugar DADDY Household FATHERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang