CH.14 "How's Your Day?"

2.2K 379 58
                                    

Suara ketukan dan seretan lantai dari tongkat besi yang Jisoo gunakan menggema di sepanjang lorong menuju ruangan latihan Blackpink.

Dua hari yang lalu ia dan Taehyung kembali ke Korea. Berbeda dengan Jisoo, pria bermarga Kim itu langsung disibukan dengan berbagai jadwal yang padat.

Gadis yang mengikat rambutnya ekor kuda itu mengetuk pintu dua kali sebelum memasuki ruangan yang dipenuhi lagu mereka dalam volume kencang.

Dengan kaki yang sulit untuk berjalan, Jisoo hanya duduk menyendiri berlawanan dengan ketiga membernya yang sedang mendiskusikan gerakan mereka dengan sang koreografer.

Managernya juga terlihat sibuk dengan seorang staff yang mungkin baru karena Jisoo sama sekali belum pernah melihat pria itu.

"Unnie, kau seharusnya istirahat dan tak perlu kemari! Kau sangat keras kepala." omelan Jennie membuat gadis itu tersadar.

"Kaki ku bukan diamputasi. Aku masih bisa berjalan dengan baik, anak-anak." balasnya yang membuat ketiga adik-adiknya itu merengut wajah.

Tak lama manager Blackpink menghampiri mereka diikuti staff baru yang Jisoo lihat tadi.

"Anak-anak, perkenalkan ini Choi Woosik. Dan dia yang akan menjadi asisten Jisoo untuk sementara waktu." jelasnya.

Keempat gadis itu membungkuk sopan. Jika dilihat-lihat, pria itu cukup muda dan murah senyum. Jisoo sampai-sampai lupa bertanya selama ia meneliti perawakan pria baru itu.

"Oh, bukankah Jisoo unnie akan beristirahat untuk sementara waktu? Mengapa ia diikuti asisten lagi?" tanya Chaeyoung pada managernya.

"Jisoo akan tetap bekerja untuk interview kecil dan juga pemotretan. Karena kalian juga memiliki jadwal solo, sekarang Woosik yang akan menemani Jisoo selama sebulan ini. Itu sudah menjadi keputusan Yang-sajangnim pada pertemuan terakhir."

"Apa mereka gila?" Lisa berbisik kaget.

Jennie yang berdiri disamping gadis itu menyenggol lengan gadis berponi itu. Walau mereka bertiga kurang setuju dengan atasan mereka yang masih mempekerjakan kakaknya yang sedang sakit itu, mereka tidak bisa berbuat apa-apa.

Berbeda dengan sang korban, Jisoo. Gadis itu tak masalah jika masih harus bekerja. Dia justru senang bisa menghabiskan waktu nya untuk bekerja.

"Oh, baik. Salam kenal, Woosik-ssi. Apakah aku boleh memanggilmu Oppa? Aku ingin kita lebih dekat dalam bekerja walau ini hanya sementara." Sebut gadis itu lembut dengan senyum ramahnya seperti biasa.

"Tidak masalah, kau boleh memanggilku apa saja selama itu masih wajar."

Senyum pria itu juga hingga memperlihatkan eye smile nya yang manis.

Sang manager melihat jam tangan nya lalu menepuk tanganya, "Ayo, sekarang kalian masing-masing bersiap untuk jadwal kalian!"

"Nde!"

Jisoo berusaha bangun dengan bertumpu pada satu kakinya. Sedikit terkejut ketika Woosik memegang bahunya dan membantu ia berdiri.

"Mari ku bantu."

Jisoo menarik senyum kecil dan mengucapkan terima kasihnya.

Setelah berpisah dengan ketiga membernya Jisoo berjalan berdampingan dengan asisten baru nya ke ruang rekaman untuk merekam bagian nya yang belum sempurna.

Jisoo yang ramah mengajak bercerita asisten barunya sepanjang perjalanan.

"Hm, oppa? Sebelumnya kau bekerja di mana?" tanyanya.

Pria itu tak langsung menjawab pertanyaan gadis itu. Justru pemuda yang lebih tua dari nya itu tersenyum takjub padanya.

"Dengan wajah seperti itu aku yakin oppa pernah ditawari menjadi seorang aktor." tutur gadis itu lagi.

Secretly Insane [VSOO]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang