bab 3'

2.2K 146 4
                                    

Selamanya Milik Hayden Dennis

"TUAN MUDA."

Sapaan dari anak buahnya hanya di balas dengan anggukan . Tiada secalit senyuman dibibir milik saat ini . Wajah nya beku dan dingin saja . Aura - aura nya pula membuatkan anak buah nya menunduk takut dengan ketua mereka . Benar lah kata mereka , aura ketuanya tiada tandingan .

"Yow wassup geng ! I'm back again !" Jerit Haider kuat sambil mendepakan tangannya .

"Kami kembali dengan kehenseman kami yang tiada tandingannya !" Jerit Darif pula . Rambut di selak kan kebelakang dengan penuh gaya

"Kami lah jejaka idaman para gadis di luar sana , yuhoooo !" Kata Alex pula . Cermin mata hitam yang dipakai di buka dan disangkut kan pada kolar baju .

Masing tersenyum menawan . Anak buah yang lain sudah mengerutkan dahi mereka pelik . Bukan mereka tidak biasa dengan perangai bengap tuan mereka tapi...masing - masing mengemam bibir menahan tawa dari meletus keluar .

Daniel yang melihat reaksi anak buah mereka mula memandang ke arah Alex , Haider dan Darif . Mulut nya ditahan daripada ketawa . Bibir nye mengorek kan senyuman sinis .

"Korang buat apa malam tadi ?" Tanya Daniel . Alex , Haider dan Darif mengerutkan dahi mereka mendengar pertanyaan itu . Mata dinaikkan ke atas melihat ke atas , otak mula berfikir apa yang mereka buat malam tadi .

"Hm kitaorang buat apa eh ? Rasanya kitaorang tengok movie je semalam." Kata Haider ragu - ragu . Alex dan Darif menganggukkan kepala mereka .

"Cuba korang tengok antara satu sama lain , ada apa - apa yang pelik tak ?" Kata Daniel lagi . Hayden disebelah hanya diam memerhati . Malas mahu masuk campur urusan mereka . Namun tak dinafikan dia juga turut ingin ketawa melihat adik - adik nya itu .

"Nak buat apa ? Tak ada faedah pun lah." Balas Alex malas . Nak buat apa pandang wajah hodoh 2 toyol ni . Dia ada wajah sendiri lah yang nak dilihat . Hensem lagi dari diorang .

"Tengok je lah , jangan sampai aku bagi kau denda." Tegas Hayden berkata . Dia melihat mereka bertiga dengan dingin . Lancar saja air liur di telan masuk ke ke kerongkong dan terus ke perut . Takut , kalau raja segala setan bersuara memang tak boleh nak melawan.

"Ye ye nak tengok lah ni , tak menyabar betul lah dia ni lempang nanti baru tau." Kata Haider geram . Dia merengus kasar sebelum memandang Darif dan Alex di sebelah . Begitu juga Darif dan Alex memandang ke arah Haider . Tak sampai beberapa saat letus tawa dari Haider , Alex dan Darif bergema di dalam markas itu .

"Wei buruk bebenor muka kau . Dah macam mak lampir." Kata Haider . Terbahak - bahak dia ketawa kan Darif dan Alex .

"Kau pun sama bahalol ! Macam mak senah je muka kau . Tachod betul."

Cik Bunga Untuk Tuan Mafia Where stories live. Discover now