7

523 34 10
                                    

"Chengxin!"

Chengxin tersentak. Ia baru saja membuka pintu rumahnya, dan Jiaqi tiba-tiba sudah berlari mendekatinya. Sosok itu terlihat begitu panik dan dengan segera mencekal kedua pundaknya.

"Apa kau baik-baik saja!?"

Chengxin masih terdiam. Ia mengedarkan pandangan ke segala arah, dan para maid di sana hanya menatapnya nanar.

Mendengar berita tentang penyerangan clan vampire di rumah Yaxuan, tentu membuat mereka semua semakin takut dan waspada terhadap keberadaan Jiaqi. Chengxin spontan menghela nafas, membuat Jiaqi langsung memeluknya.

"Maaf." bisiknya.

Ia memejamkan matanya dengan sedih. Sungguh dari lubuk hati ia meminta maaf.

"Tak apa-apa."

Chengxin balas memeluknya dan mengistirahatkan kepalanya di ceruk leher pria tersebut.

"Bukan salahmu, Jiaqi." lanjutnya, kemudian memejamkan mata.

Untuk sesaat, keduanya hanya diam berdiri di depan pintu sambil saling memeluk. Tangan Chengxin yang ada di punggung Jiaqi menarik pelan kemeja sosok tersebut. Hanya dengan itu, Jiaqi sadar kalau Chengxin sedang merasa gelisah. Ia ingin bertanya jauh tentang apa yang terjadi dan bagaimana keadaan mereka, tapi ia tak berani.

Ia seperti tak punya hak untuk itu.

"Jiaqi...."

"Hmm?"

Jiaqi melepas pelukannya. Chengxin menunduk, seakan menjauhi tatapannya.

"Ada apa?" tanyanya lembut sambil menarik lembut dagu Chengxin.

"Malam ini... bisa temani aku?"

Jiaqi terdiam, dan Chengxin langsung menatap kedua matanya.

"Aku sedang membutuhkan sandaran...."

Mendengar itu, Jiaqi hanya bisa tertawa nanar. Diciumnya pelan bibir Chengxin yang terlihat sedikit bergetar.

Apa sosok itu sejak tadi menahan tangisnya?

Menerima lumatan halus dari Jiaqi membuat Chengxin memejamkan mata dan melingkarkan lengannya ke leher sosok tersebut. Tak lama, Jiaqi melepasnya, lalu kembali memeluk Chengxin erat.

"Eum. Aku akan menemanimu sampai pagi... Tak perlu takut, tak perlu khawatir..."

Chengxin spontan menggigit bibirnya, dan air mata langsung meleleh keluar dari matanya yang terpejam.

*****

Yuan sedang membaca novel dengan santai di meja makan rumahnya, ketika adiknya tiba-tiba mendatanginya dengan ekspresi gelap.

Ia mendongak.

"Kenapa kau mengambil jatahku? Pembersihanmu bukan di kawasan Keluarga Liu, kan?" tanya Jiaqi sebelum Yuan sempat membuka mulut.

"Merebut apanya? Aku membantumu, loh...-"

"'Membantu'? Kau malah membuat semuanya jadi berantakan!!!"

Yuan tertegun saat melihat Jiaqi menatapnya dengan marah. Tak ia sangka adiknya tersebut akan memiliki harga diri yang tinggi, lalu meledak hanya karena ia ikut campur di wilayah pantauannya?

"Aiyo... Santai sedikit, dong. Tak perlu...-"

"Bisa-bisanya kau menargetkan keluarga inti mereka! Apa kau cari mati!!? Kudengar Liu Xiaotang sampai turun langsung!?"

Red Organdy 2 | QiXin ft. XiangLin ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang