Vote dan komen
Happy reading
.
."Sayang nya Bunda...udah siap jalan jalan gak?" tanya Ayu kepada sang anak dan dibalas tawan oleh anak tersebut.
"Aduh gemes banget sih anak Bunda ini" ujar Ayu mengangkat Daffa dari kursi lalu mencium seluruh wajah sang anak hingga Daffa tertawa.
"Yaudah yuk kak kita berangkat"ajak Aulia.
Ayu membawa Daffa ke taman yang tak jauh dari kontrakan nya. Untung ada Aulia membantu Ayu membawa barang-barang piknik mereka, sehingga Ayu tidak repot lagi membawa Daffa dan barang nya yang lain karena ia belum membeli kan Daffa kereta dorong atau lebih tepatnya uang nya belum cukup. Sesampainya di sana Ayu dapat melihat ramai nya anak-anak bermain.
"Kita disana aja kak" Aulia menunjuk ke arah taman yang dekat bersebrangan dengan tempat permainan anak-anak yang sudah ramaikan di tempati orang.
Ayu menggelar tikar lalu mendudukkan Daffa disana dan mengeluarkan cemilan khusus bayi untuk Daffa dan juga untuk nya sendiri tapi entah kenapa saat ini ia membawa makanan lebih.
"Daffa seneng banget yah" ucap Aulia mengajak Daffa berbicara
"Ayu kan" kata pria tampan yang sepertinya Ayu kenal.
"Pak Arjuna?" tanya Ayu memastikan.
"Iya ini saya" ucap pria yang bernama Arjuna itu. "Boleh saya duduk?" tanya Arjun seraya menunjuk tempat di sebelah Ayu.
"Oh, boleh ko pak" jawab Ayu bergeser sedikit dari duduknya agar cukup untuk mereka, Aulia pun menggeser barang-barang mereka agar tempat duduk Arjuna lebih luas.
"Gak ganggu kan?" tanya Arjuna.
"Enggak kok, kak" jawab Aulia.
Arjuna tersenyum mengelus kepala Aulia "Nama kamu siapa manis?" tanya Arjuna.
"Aulia, kak" jawab Aulia.
"Nama yang bagus" puji Arjun.
"Makasih kak" ucap Aulia malu-malu di puji pria tampan, Ayu terkekeh melihat nya memang adiknya ini pecinta cogan jadi yaaa seperti itu.
Arjun menatap Daffa yang berada di samping Aulia dan di depan Ayu "Anak kamu?" tanya Arjun lagi sambil memainkan jari Daffa membuat Daffa sukses tertawa.
"Iya pak, nama nya Daffa" jawab Ayu.
"Hi Daffa"
"Dadadad...mhem" celoteh Daffa dengan bahasa khas bayi.
Kerena di buat gemas oleh Daffa Arjun memajukan diri nya untuk mencium pipi gembul Daffa membuat jarak diantara Ayu dan Arjun semakin dekat.
Deg.
Suara degupan jantung yang entah dari siapa terdengar oleh telinga mereka berdua yang masih mematung dengan posisi masing-masing.
Selang beberapa detik mereka tersadar dan saling menjauh kembali ke posisi semula.
"Em...em.. maaf" ucap Arjun.
"Gak papa ko pak"
"Dadadad...Pi bubu" celoteh Daffa.
"Kenapa Daffa hem, mau sama om iya?" tanya Arjun, Daffa yang seakan mengerti pun mengukur kan tangan nya.
"Om gak bawa mainan nih untuk Daffa, nanti deh om beliin Daffa mainan mau gak" ujar Arjun membuat Daffa tertawa dan Arjun pun ikut tertawa.
Mereka pun menghabisi kan waktu nya bermain bersama Daffa, Daffa pun tampak sangat senang dari sebelumnya karena bermain bersama Arjun. bayi laki-laki itu sepertinya sudah menyukai Arjun di pertemuan pertama mereka.
***
"Bagaimana kalau sekalian kita makan siang bersama" ajak Arjun yang kini sedang menggendong Daffa, sedangkan Ayu dan Aulia membereskan barang-barang yang bersiap untuk pulang.
"Boleh pak, kita ke warung dekat kontrakan saya saja bisa?" tanya Ayu
"Bisa" jawab Arjun.
Ayu tersenyum, ia meletakkan barang nya lalu mengambil Daffa dari gendongan Arjun. Saat hendak ingin mengangkat barang nya tadi Arjun langsung mengambil nya
"Enggak usah pak biar Aulia saja" ucap Ayu.
"Gak papa ko, biarkan Aulia kamu kan udah gendong Daffa jadi yang ini biar saya yang bawa" ujar Arjun.
Ayu menghela nafas sejenak "Yaudah maaf ya pak jadi ngerepotin nih" seru Ayu yang merasa tidak enak.
"Enggak sama sekali ko, mari" ajak Arjun.
***
Sesampainya disana mereka mencari tempat duduk, kebetulan disana lumayan banyak pelanggan.
"Disana aja pak" seru Ayu menunjuk kearah pojokan, Arjun hanya menganggukkan kepalanya lalu mengikuti Ayu dari belakang begitupun dengan Aulia yang diam sendari tadi.
"Mas" panggil Ayu kepada salah satu karyawan disana.
"Iya, mau pesan apa pak mbak" tanya nya.
"Saya pesan yang seperti biasanya ya, kalau pak Arjun apa?" tanya Ayu.
"Saya samain aja"
"Dan untuk minum saya air bening aja" lanjut Ayu.
"Kalau bapak, mau apa?" tanya Ayu lagi kepada Arjuna.
"Samain aja" lagi lagi Arjun berkata seperti itu dan Ayu menganggukkan kepalanya.
"Itu aja mas"
"Baiklah, pesanannya akan segera datang saya permisi dulu" pamit nya.
"Iya" jawab Ayu dan Arjun.
***
"Makasih ya makanannya enak sekali" ucap Arjun sembari tersenyum.
"Kenapa terimakasih sama saya pak, yang bayar aja bapak ko bapak yang berterima kasih sih sama saya. Yang ada saya yang bilang terimakasi sama bapak" kata Ayu.
"Ya kan, itu tempat request kamu" ujar Arjun.
"Terserah bapak deh, tapi makasih ya udah temani kita hari ini"
"Iya, lain kali boleh deh kita begini lagi. Kalau begitu saya pamit ya"
"Om pergi dulu, nanti om mampir lagi ya cup" Arjun mengecup lembut pipi Daffa yang sedang tertidur di gendongan Ayu.
"Saya pamit ya Aulia"
"Iya kak, makasih udah makanan ya kak" kata Aulia.
"Iya" ucap Arjun
"Saya pamit assalamualaikum" lanjut nya.
"Waalaikumsalam, hati hati pak" Ayu melambaikan tangan.
Tbc.
Mawar Jk
KAMU SEDANG MEMBACA
Bunda Ayu [TAMAT] OPEN PO
Short Story"Siapa yang tega menaruh anak nya disini" pulang dari tempat kerjanya Ayu menemukan bayi laki-laki di halte yang tengah menagis, bayi itu hanya di baluri handuk dan di taruh di dalam kardus. Merasa kasian Ayu pun membawa pulang bayi itu ke tempat ti...