Seongnam, Korea.
Hujan namun tak deras. Suasana malam yang basah tengah menyelimuti lalu lintas di kota Seongnam. Titik-titik air hujan yang turun, gemuruh petir, serta banyaknya mobil yang melintas.. memecah keheningan di malam itu.
Semuanya sedang merasakan hawa yang sejuk di sana. Kepulan napas orang-orang yang berjalan di pinggir jalan juga terlihat menguap. Tak banyak yang di luar saat ini. Jam sedang menunjukkan pukul 21:16.Kring. Bunyi bel pintu caffee terdengar.
"Eum.. americano 1, tolong dibungkus ya", ucap seorang gadis yang tengah memesan kopi.
"Baik kak, ada tambahan?", jawab si barista.
"Tidak.. itu saja", jawab si gadis sembari ia tersenyum.
"Kalau begitu totalnya 5 won."
"Ini", ucap si gadis sembari memberikan 5 lembar uang kepada si barista.
"Baik, mohon ditunggu sebentar ya kak."
Tidak sampai 3 menit, gadis itu sudah mendapatkan kopi yang dia inginkan.
"Wah terimakasih", ucapnya sembari mengarahkan langkah kakinya menuju pintu keluar.
"Terimakasih, silakan datang kembali."
"Sama-sama." ^^
Kring. Suara bel caffee yang terdengar untuk kedua kalinya, menandakan bahwa si gadis telah meninggalkan tempat itu. Namun baru saja selangkah dia berjalan, awan-awan dilangit seolah sedang menumpahkan air saat itu. Yap benar sekali.. hujannya semakin deras.
"Baiklah.. apa boleh buat", gumam si gadis yang akan menerobos derasnya hujan, sembari menggenggam payung dan 1 americano panas yang baru saja dibelinya.
Di tengah-tengah hujan saat dia berlari, tiba-tiba saja..
"Aaaaakhh", teriak gadis itu saat tergelincir akibat jalanan yang licin.
"Aduhh.. bisa-bisanya aku tergelincir", lanjutnya.
Seketika hujan yang tadinya deras pun berubah menjadi reda. Dan entah sejak kapan.. sekarang ini sudah ada seorang pria yang berada dekat di sampingnya. Pria ini pun membuat lututnya sebagai tumpuan, agar bisa melihat dengan seksama bagaimana kondisi gadis itu. Terlebih ada hal yang lebih menarik perhatian lagi bagi si gadis.. aromanya wangi.
"Hei.. apa kau terluka? Coba kulihat.. wah benar lututmu tergores-
"Hehe tidak apa-apa.. ini cuma-
Belum sempat bagi mereka berdua untuk menyelesaikan kalimat yang akan diucapkan, saat akan melihat wajah masing-masing, mereka saling terdiam dan menatap satu sama lain.
"O-oh. Kim Hana?", tanya pria itu dengan nada sedikit terkejut.
"P-Park Hyun Jae?" jawab Hana sembari mengernyitkan dahi untuk memastikan apakah dia memang menebak orang itu dengan benar.
"Wah syukurlah. Aku senang bisa bertemu denganmu lagi, Hana. Aku juga senang kau bisa mengingatku", ucap pria itu.
Haha. Rupanya tebakan Hana benar. Padahal Hana berharap dia salah orang.
"Eum.. aku bawa perlengkapan p3k di mobil, jaraknya tidak jauh dari sini, biar aku-
"Tidak perlu. Seperti yang kau lihat ini cuma luka kecil, aku bisa mengobatinya sendiri di rumah", jawab Hana yang cepat-cepat untuk berdiri, lalu mengambil barang-barangnya yang jatuh.
Hanya saja yang cukup mengiris bagi Hana saat ini adalah.. kopi americano nya yang tumpah.
"Oke.. dah", ucap Hana untuk mengatakan selamat tinggal kepada Hyun Jae.
"Tunggu Hana", ucap Hyun Jae sembari memegang tangan kiri Hana dari belakang.
(Hah? Apalagi sih?) tanya Hana heran dalam hatinya.
Hyun Jae membawa Hana ke sebuah bangku yang ada di sekitar situ."Duduklah disini, aku ingin mengobati lukamu, rupanya masih ada sisa perban di dalam sakuku, kurasa ini cukup", jawab Hyun Jae.
Hana terdiam. Hyun Jae pun duduk di depan Hana. Dia mulai membersihkan luka Hana, lalu membuka perban, dan membalutkannya pada lutut Hana.
"O iya Hana.. kopi americano mu.. tumpah."
"Iya tidak masalah."
"Bagaimana kalau aku ganti dengan yang baru, mari kembali ke caffee sebrang."
"Ah.. tidak perlu. Aku tidak ingin merepotkanmu lagi."
"Sama sekali tidak merepotkan kok. Aku malah sangat senang kalau kau menerimanya. Sekalian kita bisa mengobrol."
"Terimakasih Hyun Jae.. tapi aku masih ada banyak-
"Memangnya kau tidak kangen padaku?", tanya Hyun Jae tanpa basa-basi lagi, sembari mengalihkan pandangan matanya pada Hana.
"Hah?", tanya Hana kebingungan.
"Hehe.. melihat reaksimu, sepertinya kabarmu memang baik-baik saja. Syukurlah, aku senang. Berbeda sekali denganku. Sejak tidak bertemu denganmu, hari-hari terasa sangat berat setelahnya", ucap Hyun Jae tersenyum kecil.
"Hah? Kenapa sih kau ini? Tiba-tiba jadi begini. Kau mabuk ya?", tanya Hana yang sangat heran melihat sikap Hyun Jae.
"Nah sudah selesai", ucap Hyun Jae.
"Baiklah terimakasih. Aku pergi", jawab Hana yg bergegas berdiri dari kursi tersebut, sekaligus untuk mempertegas kepergiannya.
"Hati-hati Hana", gumam Hyun Jae.

KAMU SEDANG MEMBACA
Retrouvailess
RomanceSetelah sekian lama berpisah, tiba" saja kami bertemu. Aku bertemu dengan mantanku yang terakhir, sekaligus yang pertama :)