PAS||PART 39

8K 249 19
                                    

⚠️BUCIN AKUT

⚠️VOTE TERLEBIH DAHULU

⚠️BOSAN?

⚠️BIJAK DALAM MEMBACA!!!

⚠️OHAYOUGOZAIMASU/KON'NICHIWA /KONBANWA (untuk yang baca di waktu pagi, siang and malam)

⚠️OHAYOUGOZAIMASU/KON'NICHIWA /KONBANWA (untuk yang baca di waktu pagi, siang and malam)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Kita periksa, cepet." Ravaga menarik tangan Revalina menuju mobil.

"Reva gak sakit, ini masuk angin doang ."

"Gak, gue takut lo kenapa-kenapa."

"Possesive nya gak hilang-hilang ternyata." Batin Revalina.

15 menit......

Mereka sudah sampai di rumah sakit dan Ravaga bergegas membawa Revalina.

"Dokter, woyyy istri gue sakit, periksa cepet." Teriak Ravaga di dalam rumah sakit.

Pegawai Rumah sakit tahu siapa Ravaga, jadi mereka sudah biasa jika Ravaga teriak ataupun seperti itu.

"Iya tuan Narendra, mari nyonya." Ucap salah satu perawat.

Ravaga mengikuti suster dan dokter, mereka masuk ke ruangan.

"Silahkan berbaring." Titah Dokter yang di ketahui bernama Dokter Shinta itu.

Dokter pun mengecek kondiri detak jantungnya Revalina.

"Coba dok lebih detail lagi." Perintah Ravaga

Revalina hanya berdecak kesal dengan tingkah laku Ravaga.

Setelah di periksa, Revalina dan Ravaga duduk di tempat penerimaan resep dokter.

"Istri gue baik-baik aja kan? Serius gak? Perlu di rawat gak ?" Tanya Ravaga nyerocos.

Dokter hanya menahan tawanya kala Ravaga bersikap seperti itu.

"Bang Rava, apa sih?"

"Oh iya dok satu lagi, dia pms nya gak normal, biasanya gue yang beliin dia pembalut tapi sekarang nggak." Celoteh Ravaga

Revalina hanya menunduk malu dengan ucapan Ravaga yanh polos tapi ahhh sudahlah.

"Saya sudah bisa bicara, tuan Narendra?" Tanya Dokter karena sedari tadi perkataannya selalu di potong.

"Oh iya Silahkan." Cicit Ravaga.

"Jadi begini, tidak ada yang serius tapi kondisi mual dan emosi memang sering terjadi kepada ibu hamil pada umumnya, terlebih hamil pertama dan muda."  Jelas sang Dokter Shinta.

Ravaga dan Revalina mencerna ucapan dokter tersebut.

"Jadi? Istri gue hamil?" Ravaga menatap tajam kepada Dokter Shinta.

Dokter mengangguk.

"Horeeee." Teriak Ravaga kesenangan.

"Hmm isinya ada sebelas gak dok? " Tanya Ravaga polos.

Possesive Abang Sepupu [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang