°Bujuk Om Mertua + visual

730 105 317
                                    

Welcome 💫
&
Happy Reading ✨

Jangan lupa vote and comment👌

°°°°°

"Om, saya benaran mau ajak Aleia berangkat bareng ke sekolah," jelas seorang laki-laki berjaket bomber bertuliskan CARELL.

Dirga, selaku paman Aleia menggeleng tidak mengijinkan ataupun tidak percaya sama anak muda di depannya ini.

"Tidak perlu, om bisa antar Aleia," kekeuh Dirga dengan pendiriannya.

"Om, YAUDAH DEH SAYA JUJUR MAU DEKETIN KEPONAKAN OM," jujur Arshaka ngegas.

Gila nih om, susah banget dibujuk. Ucapnya dalam hati.

Sudah tiga puluh menit dia berada di kediaman Qiandra untuk minta ijin. Tetapi nihil. Ia malah diinterogasi tanpa disuruh duduk bahkan sapaan paginya tidak ditanggapi.

Jika ia ditolak sia-sia usahanya untuk bangun lebih awal apalagi ia semalam begadang untuk tanya-tanya mengenai Aleia kepada Adara. Walaupun Adara tidak membalas chatnya tetapi dia mempunyai ide untuk itu.

Dirga tersenyum sinis mendengarnya. Ia sudah menerka maksud dari anak muda itu. Ini yang ditunggunya. Berani sekali nih bocah mau deketin keponakan satu-satunya. Bagaimana bisa ada seorang cowok pagi-pagi datang ke rumahnya untuk berangkat bareng ke sekolah padahal ini hari kedua Aleia. Ia akan mengijinkan jika itu cewek. Ia tidak bisa begitu saja mempercayai cowok muda di jaman sekarang.

"Om," lirih Arshaka menatap laki-laki paruh baya ini.

"Kan sudah saya bi-"

"Duduk dulu om, udah setengah jam kita berdiri," tutur Arshaka layaknya ia yang punya rumah seraya menepuk-nepuk bangku di belakang Dirga.

Dirga tertohok. Astaga ia lupa menjamu tamu walaupun tamu tak diundang.

"Maaf, kamu juga duduk."

Arshaka dengan senyum lebar duduk di bangku samping Dirga.

"Boleh ya om?" Bujuk Arshaka kali ini dengan nada lembut. Tidak ada lagi nada menyebalkan dan nada ngegas.

"Yah," panggil perempuan paru baya ketika Dirga hendak berbicara.

"Apa?" Dirga menoleh ke istrinya yang berdiri di sampingnya.

"Kenapa enggak bilang ada tamu?" Tanya Sasya, istri Dirga.

Arshaka bangkit lalu mengulurkan tangan, menyalami wanita paru baya itu. "Pagi Tan, saya Arshaka."

"Heh apa-apaan kamu?!" protes Dirga tak terima saat Arshaka hendak mencium tangan istrinya.

"Cuma mau-"

"Enggak-enggak."

Dirga melepaskan tangan Arshaka lalu menariknya untuk duduk di bangku.

Sasya geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya yang cemburuan.

"Sudah lama datangnya, nak?" Tanya Sasya.

Arshaka mengangguk. "Sudah 30 menit, Tan," jawabnya lembut.

Mata istri Dirga terbuka lebar, kaget. Kenapa suaminya ini tidak bilang ada yang datang, Sasya terlalu sibuk di dapur.

"Kenapa enggak bilang ada tamu?" Bisik Sasya sedikit menunduk.

"Tamu enggak diundang juga ngapain dijamu," ucap Dirga yang mendapat pelototan dari istrinya.

Sasya menoyor kepala suaminya. Dirga hendak protes tapi disela-

"Maaf ya, nak, om ini rada gila."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 21, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ArshakaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang